Chapter one

12 4 8
                                        

Happy reading


Terlihat ada seorang gadis cantik sedang menabur kembang di atas gundukan tanah."gue kangen sama Lo." Teringat masa lalu yang dulu sangat nyaman penuh kasih sayang.

Flasback on

"Nala cini camu."teriak seorang bocah kecil yang tidak bisa mengucapkan huruf k.

"Iya ka ada apa."ucap Nala sambil hendak menabok dahi Kaka nya, karna ada nyamuk.

Plakk

"Aduhh."ringis Nara sambil menyentuh dahi yang di tabok Nala.

"Coc camu tega si cama acu."teriak Nara murka karena kesakitan.

"Itu ada nyamuk ka."tenang Nala karna yang di katakan Nala emang benar ada nya.

"Jahatt camu cama Caca sendiri Nala ."ucap sedih Nara sambil menyita air mata yang akan keluar.
"Liat ini berdalaah nalaa."

"Itu dalah nyamuk Caca."Nala hendak meraih tangan Kaka nya namun Kaka nya malah menangis menjadi jadi.

Dua orang dewasa datang dan menenangkan Nara yang nagis menjadi jadi.

"Mama, papa. Nala jahat cama aku."ucap Nara sambil menghapus air mata yang di pipinya.

"Syuuttt, syuttt jangan sedih. itu tadi ada nyamuk Nara."ucap wanita paruh baya menenangkan Nara.

"T--tapikan ada d-dalah unaa."air mata yang tadi di bendung tak bisa di tahan lagi.

"Cup, cup, cup,liat tuh adek kamu mau nagis ."tunjuk papa Nara ke arah Nala ,dan benar saja bocah yang tadi menabok dahi Nara berlinang air mata.

"Udah udah ,jangan pada nagis kalian mau es cream ."tawar bunda,membuat kedua bocah tadi menghentikan aksi menagis nya dan menatap girang bunda nya.

"Mau buna, aku mau."Nala semangat 45

"Acu juga mau unaa."Nara.

Flasback off

"Argghhh."air mata yang tadi di bendung keluar tanpa se ijin Nala dan malah mengalir dengan deras nya.

"Gak kerasa udah satu tahun aja."Isak seorang gadis dengan air mata yang terus membasahi pipinya.

"Gue juga gamau kayak gini ."ucap Nala sambil terus menghapus air mata yang membanjiri pipinya.

SRETT

BRUKKKK

"NGAPAIN KAMU HAH, NGAPAIN KAMU MASIH KE MAKAM ANAK SAYA."teriak wanita paruh baya dengan menarik Nala dan menghempas kan nya ketanah.

"bunda, aku juga anak bunda."pecah sudah tangis Nala di hadapan wanita paruh baya yang di sebut bunda.

"Saya NAJIS punya anak seperti kamu."teriak bunda Nala sambil menekankan kata najis.

"bunda kenapa gitu sama Nala."tanya Nala sambil terus tersenyum walau terasa sangat kelu.

"Enyah kamu dari pandangan saya."suruh bunda Nala. isakan Nala pun semakin terdengar jelas di pendengaran bunda Nala.

Jalan TakdirWhere stories live. Discover now