LAURA TALITA QUEENA

21 5 0
                                        

Hai, nama gue Laura Talita Queena, kalian bisa panggil gue Laura, Ara, Lau atau apapun sesuka kalian, tapi biasanya sahabat-sahabat gue manggil gue Laura.

Gue mempunyai keluarga yang bisa di bilang ga begitu harmonis, orangtua gue selalu sarkas sama gue dan lebih menyayangi saudara gue.

Oh iya, gue punya saudara kembar yang namanya, Launa tabita shaqueena. Namanya cantik kan? Orangnya juga. Gue sama Launa lahir cuman beda 5 menit, gue yang lahir duluan. Cara bedain gue sama Launa gampang kok, Launa punya tahi lalat kecil di deket bibirnya, sedangkan gue ga punya tahi lalat.

Orangtua gue selalu memprioritaskan Launa, mereka juga benci gue karena dulu ada satu kejadian yang ngebuat semua orang benci gue, padahal ada satu fakta yang mungkin kalo mereka tau, mereka menyesal, atau mungkin ga percaya dan menganggap itu semua omong kosong belaka gue? Semuanya berpusat kepada Launa, adik gue. Termasuk pacar gue sendiri.

Gue punya pacar namanya Arjuna Dirgenta Racanio. Dia mempunyai muka yang benar-benar di atas standar ketampanan orang Indonesia, skip itu berlebihan. Dia mempunyai mata yang tajam, alis tebal, hidung gak terlalu mancung dan mempunyai kulit putih namun gak terlalu putih.

Arjuna itu egois, plin plan, kasar dan selalu seenaknya sama gue. Hubungan gue sama dia udah berjalan hampir satu tahun, dan selama satu tahun itu dia selalu memprioritaskan sahabat nya, juga Launa, saudara kembar gue. Dia ga pernah ada waktu buat gue, saat baru satu bulan pacaran, dia itu baik, perhatian, lemah lembut, tapi makin kesini, semua sifat dia keluar.

-

"Juna, bisa jemput aku di sekolah? Aku baru pulang ekskul dan ini gak ada angkot sama sekali."

"Ck, gausah manja, gue lagi kumpul sama temen gue. Tinggal pesen gojek apa susahnya si, ngerepotin."

"Juna, bisa antar aku ke toko buku? "

"Gue mau nganter Launa ke apotik, lo sendiri aja atau minta anter temen lo."

-

Oh iya, gue juga punya sahabat yang sangat berarti dalam hidup gue, dia Sheana Putri Annelise dan Maria Cabella. Gue suka sama sifat Shea yang dewasa dan sifat Bella yang cerewet dan kekanakan, gue gak bisa apa-apa tanpa mereka.

Mereka berharga, bahkan lebih berharga daripada hidup gue, gue gak tau kalau seandainya gue gak ketemu sama mereka, hidup gue sekarang kaya gimana, hahaha.

Gue juga mempunyai salah satu penyakit yang mematikan. Setelah tau fakta itu, rasanya gue pengen banget menyerah dan akhirin hidup gue detik itu juga. Namun gue sadar, gue masih punya sahabat dan pujaan hati gue. Ya, gue harus bertahan demi mereka, termasuk orangtua tua gue sendiri.

Seburuk apapun mereka, mereka tetap kesayangan gue. dan gue yakin setelah kesedihan menimpa gue, di masa depan pasti kebahagiaan dateng buat gue kan? Tugas gue cuman satu, gue harus buktikan ke mereka kalau selama ini apa yang mereka pikirkan tentang gue, itu semua salah.

Mau tau lebih tentang kehidupan gue? cik atuh lanjut scroll.

LAURA (on going)Where stories live. Discover now