Yuan laki laki berparas galak dengan rambut gondrong ini sudah rapih di jam delapan pagi ini. Membuat Matt yang di waktu pagi seperti ini sudah memakan semangka sedikit terkejut.
"Mau kemana bang?" Tanya Matt setelah berhasil menghabiskan satu potong semangka yang tadi diambil dari kulkas.
"Cari kerja."
"Lah? Ngapain? Kan duit lo banyak?"
"Uang jajan gue distop sama papa, keborosan." Yuan dengan santai mengambil satu roti dan satu toples selai coklat.
"Lah kan lo tetep dapet duit dari bayaran kos?"
"Bakal diambil sama papa," jawab Yuan dengan muka masam membuat Matt tertawa.
"Gak usah tawa lo!" Sungut Yuan sambil melempar sendok bekas ia mengoles selai coklat ke rotinya.
"Elah bang kotor mejanyaaa."
"Beresin," titah Yuan sambil melangkah pergi ke halaman rumah.
"Ka? Ngapain dah? Ngerjain laporan?" tanya Yuan begitu melihat Deka yang pagi pagi begini sudah sibuk dengan laporan organisasinya.
Deka hanya mengangguk, tidak melepaskan pandangannya dari laptop yang ia pangku. Yuan yang merasa diacuhkan akhirnya melanjutkan langkahnya keluar rumah.
"Good morningg Abang gwantenggg." Yuan meniup rambut panjangnya begitu mendapat sapaan dari salah satu penghuni kosnya.
"Buset gue dikacangin."
"Brisik, selesai cuci motor bersihin! Jangan asal tinggal." peringat Yuan kepada Haikal. Karena kalau tidak diperingati penghuni kos termuda ini pasti tidak akan membersihkan bekas cucian motornya.
"Ya siapp!" Yuan lagi lagi melanjutkan langkahnya. Kenapa ia harus memakan waktu lama sekali sih untuk keluar dari rumah kosan ini huh?
Begitu membuka gerbang Yuan terperanjat saat disuguhi pemandangan mengenaskan di depannya saat ini.
"HEH LO NGAPAIN DISINI?!!" jerit Yuan melihat Jeje yang dengan santainya menggelosor di depan gerbang kosan.
Jeje mengangkat kepalanya, menatap Yuan dengan kesal lalu berdecak. "Gerbang dikunci, semalem lo gue teleponin gak ngangkat ngangkat."
"Lah elo siapa suruh pulang kemaleman." sangkal Yuan tidak ingin disalahkan.
"Lah elo ngapain gak angkat telepon gue?"
"Ya ngapain gue harus angkat, kan gue udah bilang dari awal nih kosan punya jam tutup gerbangnya, lupa?"
Jeje menatap Yuan semakin kesal. Yuan ini tidak bisa ya sedikit lebih ramah dengan penyewa kos dirumahnya?
"Serah, gue ngantuk."
"Eh, emang lo abis dari mana balik malem?" Tanya Yuan tak bisa menahan ke kepoannya.
"Anter Nara ke rumah gue dulu." Yuan mengangguk mengerti. Melihat Jeje masuk Yuan kembali melanjutkan napasnya. Ditengah perjalanan menuju halte bus lagi lagi Yuan menghela napas.
Gue ini... kenapa bisa tahan ya satu kos sama orang orang aneh kaya mereka? Batin Yuan memikirkan tingkah laku aneh para penghuni kosnya.
Bagaimana tidak aneh.
Penghuni samping kamarnya alias Deka adalah salah satu orang paling terajin yang ia temui selama hidup.
Deka ini kerjaannya hanya mengurus laporan terus, seperti tidak ada habisnya. Sekalinya ia tidak melihat Deka sibuk dengan laporannya Deka pasti sibuk bersih bersih rumah. Dan kalian harus tau kalau Deka sudah turun tangan membersihkan rumah maka kaca saja bisa sangat mengkilap!
KAMU SEDANG MEMBACA
Bel Homme
FanfictionYuan, salah satu mahasiswa universitas swasta di Jakarta dengan iseng menjadikan rumahnya sebagai kos karena terlalu besar untuk ditinggalinya sendiri. Siapa sangka karena keisengan Yuan membuat lelaki blasteran Jepang itu bertemu dengan empat lelak...
