Namaku lora Sinta eltianti tapi lebih sering dipanggil cinta. Anak 17 tahun yang sering dijuluki Miss sadgirl, hahaha... Mungkin aneh menurut kalian karena bagaimana mungkin anak yang masih SMA ini sudah banyak mengenal rasa sakit, mungkin karena aku mudah menangis untuk hal kecil yang menurut orang lain gak penting ditangisi. Contohnya melihat pengamen dipinggir jalan, melihat teman bertengkar dengan pacarnya, dan bahkan aku bisa menangis jika diberikan kata bernadakan tinggi.
Hari ini, hari pertama aku bersekolah di SMAN 2 Lamongan. aku siswa pindahan dari malang, karena banyak hal aku harus sering pindah dari satu kota ke kota yang lain. Membuatku harus terbiasa beradaptasi.
" Kring...." ( Bunyi bel sekolah )
" Gawat udah bel masuk aja " kataku di parkiran
Aku pun langsung berlari menuju gerbang sekolah yang mungkin sebentar lagi akan di tutup.
" Huh... Untung belum ditutup "
" Hah.. cinta... Cinta... Baru pertama masuk aja udah telat " gunamku dalam hati.
Tanpa kusadari sudah banyak siswa berseragam olah raga sedang melihatku dengan tatapan heran. Mungkin karena aku memakai seragam yang berbeda dari seragam sekolah mereka.
Dan ini pertama kalinya aku mengenal TRA, laki-laki dengan rambut pendek rapi, mata kecil dengan tatapan tajam, dan ya... Senyumnya manis.
" Ya ampun.. aku masih harus ke TU untuk mengurus beberapa surat-surat perpindahan dan untuk mengetahui aku akan diletakkan di kelas yang mana " bicaraku pelan
Tak lama setelah mengurus semuanya, aku diantar ke kelasku. dan entah semesta sedang merencanakan apa, kelasku berada di sebelah lapangan basket tempat tra olahraga. Ini berarti pertemuan ke dua ku dengan tra.
" Anak pindahan ya? " Ucap wisnu, salah satu teman tra
Hanya kubalas dengan senyum, tanda membetulkan pertanyaannya
" Pindahan dari mana? " Tanya tra
Karena sudah sangat telat masuk kelas, aku tak sempat menjawab pertanyaan TRA
" Cinta ayo segera masuk kelasku " ucap ibu guru pada ku
" Iya Bu "
Sesegera mungkin ku percepat jalanku
" Pak permisi ini ada murid baru "
" Oh iya Bu silakan masuk "
" Ayo cinta segera masuk dan ikuti pelajaran seperti teman- temanmu yang lain "
Dengan langkah sedikit pelan dan malu, aku masuk ke kelas. Kembali ku temui tatapan heran dari teman - teman satu kelasku.
" Segera perkenalkan dirimu ke teman - temanmu ? "
" Baik pak "
Tidak perlu dijelaskan bukan? , Bagaimana aku mengenalkan diriku. Pastinya sama saja seperti baru masuk SMA, isinya hanya nama, alamat, dan pindahan darimana.
Aku pun diperbolehkan duduk di bangku paling belakang, duduk sendirian.
" Really kamu pindahan dari malang, wah aku tidak menyangka itu ? " Ucap perempuan yang duduk di depanku.
" Iya.. aku dari malang " jawabku sembari mengeluarkan 2 novel tebal dari dalam tasku
" Wah.. kamu suka baca novel y? Disini mah nggak ada yang suka baca buku, boro-boro baca buku, bukanya aja malas "
" Hahaha... Aku juga baru coba coba baca novel. 2 novel ini pun baru aku beli sebelum pindah kesini "
" Oh iya... Namaku ryma, kalau butuh apa- apa bilang aku aja padaku "
Tak lama guru meninggalkan kelas, tiba-tiba ada sosok laki-laki yang mencoba menggoda ku. Namanya Dany, laki laki yang menurutku sok asik tapi selalu garing. Penampilannya yang sedikit berantakan sudah jadi ciri khasnya, seperti anak badboy gitu deh.
" Hem.. namaku dany cowok paling ganteng disini, kamu cantik cinta, aku mungkin akan mencintaimu "
" Apaan sih, sok asik "
Dany menatapku... Sesegera mungkin ku kunci mulutku rapat rapat.
" Wah... Ini tipenya Dany banget nihh " saut seorang perempuan bernama mentari
" Ada yang cemburu nih " saut satu kelas
" Apaan sih, ya tentu nggak lah. Toh juga udah nggak sayang " elak mentari
Aku pun kebingungan kenapa satu kelas bicara seperti itu ke mentari. Tak lama ryma menjelaskan padaku, mungkin karena melihat wajahku yang terlihat kebingungan dan merasa aneh. Ternyata... Mentari adalah mantan Dany.
" Sssttt... " Suara dari balik jendela
Seketika aku pun menoleh, tapi tidak kutemukan apa pun
" Sssttt... "
Aku menoleh kembali, ku temukan sosok laki laki di balik jendela
" Bicara dengan ku ? "
" Iya denganmu, kemarilah sebentar "
Aku menuju jendela dengan heran. Memikirkan apa yang akan laki laki itu bicarakan. Sempat berpikir di otak konyolku, bahwa semua siswa disekolah ini sangatlah aneh. Tak lama aku baru sadar, jika laki laki dibalik jendela itu adalah tra.
" Maaf ada apa ya? "
" Hhmmm... Boleh minta nomor hp mu ? "
" Kenapa aku harus memberikan nya? Aku belum mengenalmu, bahkan nama pun belum tahu "
" Maka nanti kamu akan mengenalku " dia berjalan pergi
" Besok ku tunggu nomormu " teriaknya kembali
Aneh bukan?, Ya... Itulah tra, menyebalkan dan misterius tapi mampu membuatku menuliskannya, mengabadikannya.
( Bel istirahat )
" Cinta, mari kita berkeliling, melihat sekolah " ryma dan yang lain
" Boleh "
Sampai kita tiba dikantin, aku bertemu tra, Wisnu dan temannya yang lain. Kurasa dia ada di setiap sudut sekolah ini. Tra dan Wisnu sedang duduk bersama teman-teman nya.
Oh iya... Kantin berada tepat di belakang kelasku. Jadi pasti saat jam istirahat tra akan selalu bertemu denganku.
" Eh biasa aja lah lihatinnya " bicara Jeje pada tra
" Apa sih je "
" Ya biasa aja lihatin cinta nya "
" Kan gue yang punya mata jadi hak gue mau lihat siapa aja "
Mereka tidak sadar kalau aku memperhatikan mereka dari awal, dan aku hanya tersenyum malu. Soal Jeje, dia adalah teman satu kelasku yang sangat kenal dengan tra.
" Je, siapa sih dia? "
" Namanya tra, dia laki-laki cukup hits disini tapi tak kalah dengan wajah tampannya, dia juga cukup berprestasi. Ya seenggaknya bisa dipakai lah otaknya " jawab Jeje
" Hahahaha.... "
Tak lama kita kembali ke kelas. Tiba-tiba tra datang ke kelas, menatapku dan menuju mejaku dengan cara jalannya yang menurutku sangat keren.
" Bagaimana?? Sudah kenal aku belum? "
" Hmmm.... Sudah. Tra kan? Anak kelas 11 IPA 2 yang cukup hits disekolah tapi otaknya masih bisa dipakai lah "
" Kata Jeje gitu " tambahku
" Bisa aja Lo je " ucap tra kepada Jeje
" Jadi nomornya? "
" Besok ya "
" Kok besok sih, aku sudah tidak bisa menunggu lagi "
" Maka denganku kamu harus belajar menunggu "
" Baiklah... Ku tunggu. Aku hanya menunggu untukmu "
Tra meninggalkan kelas.
Hari berlalu dengan cepat. Pagi sudah ke tunggu sedari tadi malam, wajah tra tidak pergi tetap membayangi, anehnya aku sudah merasa rindu pada senyum tipisnya itu. Aku berangkat ke sekolah. Tapi semua berjalan biasa saja.
HATI : ini sudah jam 9 tapi kenapa tra belum juga muncul, sepertinya kali ini dia yang mengajariku menunggu.
Tiba-tiba tra datang dari arah balik tubuhku.
" Cinta, aku sudah belajar menunggu, jangan kau buat sia-sia. Sekarang giliranmu " tra memandangku
" Iya tra aku tuk akan mengingkari ucapanku " jawabku ( memberikan kertas kecil berisi nomor WhatsApp )
" Tolong jangan ditunggu chatku "
" Lah.. kenapa? " Tanyaku dengan heran
" Kalau kamu menunggu, tandanya kamu sudah mencintaiku cinta "
" Memang semua yang ditunggu itu berarti cinta tra? "
" Hmmm.. kau akan tahu nanti " ( tra menuju ke kantin )
Dasar laki laki elusif, menyebalkan. Harus hati-hati, persiapan penuh. Pesonanya siap perang.
Laki laki yang dari awal ku bilang aneh itu kini benar-benar membuatku menunggu chatnya. Hingga pulang sekolah pun dia belum menghubungi ku.
YOU ARE READING
cinta TRA
Teen FictionKisah seorang perempuan bernama lengkap lora sinta eltianti tapi lebih akrab dipanggil CINTA. cinta baru saja pindah dari malang ke lamongan. Di hari pertamanya masuk sekolah, dia berkenalan dengan laki laki benama TRA yang akan jadi tokoh utama di...
