01. Tragedi

44 20 5
                                        

               

Seorang gadis yang sedang bersiap diri di kamarnya dengan memakai setelan dress warna biru selutut dengan sepatu putih,
rambut ikalnya yg di gerai menambah kesan perfect girl untuknya.

"Cantik". satu kata yg terucap di bibir mungil gadis yang bernama kayla Adriyanta.

Kayla berjalan keluar kamarnya dengan menyandang tas samping kecil.

"Mau kemana nih anak mama".
Ucap seorang wanita paruh baya yang sedang duduk di ruang tamu sambil menonton tv. Dia adalah Ranti ibunya Kayla.

"Keluar ma bareng Raka". sahut kayla dengan senyuman di bibirnya yg tidak pernah luntur dari tadi.

"Ouh bareng Raka. Cie anak mama ni".
Sahut wanita itu sambil menggoda anak semata wayangnya itu.

"Mama ih". Kayla tersenyum malu akan apa yang di ucapkan mamanya.

Tit tit tit

Tak lama terdengar suara klakson motor dari luar rumah nya.

"Ma Kila berangkat dulu ya, Assalamualaikum". Ucap Kayla sambil menyalimi tangan ibunya.

"Wa'laikumsalam".

"Hai, udah siap?". Sapa seorang Laki-laki.

"Udah, yuk berangkat". Kayla tersenyum pada laki-laki itu.

"Ya udah yuk naik, sini aku pakein helm dulu". Laki-laki itu mengambil helm yang ada di jok motonya.

Kayla menuruti perkataan laki-laki itu,
dan membiarkan laki-laki itu memakaikan helm untuk nya.
Setelah memakai helm, perempuan itu menaiki motor yang di bawa oleh laki-laki itu.

"Pegangan".

"Siap bosquh". Sahut kayla yang kemudian memeluk pinggang laki-laki di depannya ini.

_________________

"Wuaaah...., Raka ayo cepet sini". Mata Kayla berbinar melihat tempat yang di kunjunginya saat ini. Gadis itu berlari kesana-kemari sambil memanggil Raka.
Ya laki-laki itu bernama Raka Argentino.

"Iya iya, sabar dulu dong".ucap Raka yang jengah melihat tingkah laku Kayla, yang menariknya ke sana kemari.

"Raka naik itu yuk". Ucap Kayla dengan mata yg berbinar melihat bianglala.

Mereka sekarang sedang berada di pasar malam, berumpung ini malam Minggu, mereka berdua pun pergi bermain ke sana.

"Naik itu?, jangan ah". Tolak Raka.

"Kenapa sih, aku mau naik itu, pleasssse". ucap Kayla yang tetap ngotot naik bianglala.

"Jangan sayang, nanti kalo bianglala nya berhenti di tengah-tengah gimana, gak takut kamu, kan gak bisa turun nanti, mau semaleman di sana, nanti kamu juga bakal nangis, udah ya naik yang lain aja gak usah yang itu". Oceh Raka panjang lebar, mengingatkan kepada gadisnya itu.

"Tapi kan ada kamu". Ucap Kayla.

"Walaupun tetap ada aku, kamu pasti tetap rengek minta turun, trus nangis lagi nanti".

" Tapi pengen naik itu". Ucap kayla dengan muka yang sedih.

"Nurut donk sayang, naik yang lain aja". Ucap Raka tetap pada keputusannya.

"Hmm ya udah". Sahut kayla dengan muka yang di tekuk.

"Gitu donk cantiknya Raka". Raka mencubit pelan hidung Kayla.

"Iyaa gantengnya Kayla".

________________

"Raka mau ice krim". Ucap Kayla kepada Raka, yang masih berdiri di depannya.
Setelah berdebat dengan Raka tentang wahana itu, mood Kayla sudah kurang baik.

KAYVAWhere stories live. Discover now