Di dalam sebuah kamar ada seorang gadis yang sedang terburu-buru bersiap berangkat ospek sekolah.
"Gila, gara-gara bahagia mau ospek gue jadi susah tidur semalem" Ujarnya sambil memasukkan barang barang yang dibutuhkan untuk ospek.
Setelah dirasa cukup dia pun berdiri dan menyampirkan tasnya di pundak, lalu keluar kamar dengan terburu-buru. Ia lari menuruni tangga, sesampainya di bawah dia menuju ruang makan untuk mengambil selembar roti yang sudah diberi selai nanas
"Hey, makan yang bener duduk dulu" ujar sang papa yang sedang memakan sarapannya.
"GAK BISA PA, KAKAK UDAH TELAT"
"ASSALAMUALAIKUM" ujarnya berteriak sambil berlari menuju garasi untuk mengambil motor kesayangannya
"Waalaikumsalam"
~•~
Di sekolah
"Hah, lega banget gue ternyata ga terlambat" ucapnya dengan nada ngos-ngosan karena lari dari parkiran menuju kelas yang sudah di share oleh kakak osis semalam, dia mendapat kelas Mipa 2.
"KEPADA PARA ANGGOTA OSPEK DIHARAPKAN BERKUMPUL DI LAPANGAN UTAMA, TERIMA KASIH"
Dia langsung mengambil atribut ospek yang berada di tasnya, namun sialnya name tag nya tidak ada di tas. Dia berpikir bahwa name tag nya tertinggal karena tadi dia terburu-buru. Dengan langkah gontai dan was-was dia berjalan menuju lapangan utama. Sesampainya di lapangan utama dia baris paling depan karena termasuk golongan pendek dibanding yang lain.
"Terima kasih untuk semuanya karena telah hadir dalam kegiatan ospek ini, sebelumnya perkenalkan saya Agus Raharja selaku kepala sekolah di SMA 1 Pelita. Tujuan ospek ini agar kalian mengenal tentang sekolah kita, Itu saja yang saya sampaikan kurang lebihnya mohon maaf."
Setelah kepala sekolah turun dari mimbar, tiba-tiba anggota ospek di hebohkan karena kedatangan ketua osis SMA 1 PELITA dengan ketampanan yang nyaris sempurna yaitu Azzam Danendra Brasmito
"MASYAALLAH GANTENG BANGET JODOH GUE"
"AZZAM GILAKKKK"
"MAS AZZAM MINTA NOMORNYA DONG"
"MASA DEPANKU"
Itulah beberapa pekikan dari kaum hawa, Raina Azura Damara yang hanya menanggapinya dengan biasa saja.
"Selamat pagi, saya Azzam selaku ketua osis ingin mengucapkan terima kasih atas partisipasi kalian untuk mengikuti ospek dengan baik, walaupun saya melihat ada beberapa yang masih tidak tepat dengan aturan" ucapkan samhil melirik Rania. Rania yang merasa pun menunduk takut.
"Setelah ini setiap kelas memasuki kelas dan akan ada beberapa kegiatan yang harus kalian laksanakan dengan baik dan yang perlengkapan ospeknya tidak lengkap tetap dia disini, terima kasih" akhir ucapnya dan turun menuju barisan anggota anggota osis.
Rania hanya diam ditempat, menunggu intruksi. Dia melihat ke kanan kekiri hanya dia dan satu anak perempuan yang dia yakin anak nerd karena terlihat dari penampilannya.
"Saya mau tanya terhadap kalian berdua, kenapa tidak lengkap dalam menggunakan atribut ospek" tanya Azzam santai namun dengan suara tegas.
"Dimulai kamu yang tidak memakai atribut kepala, dan sebutkan nama" ujarnya sambil menunjuk si anak nerd. Dengan gugup dia menjawab.
"S-saya Sila kak, saya tidak memakai karena kemarin atribut saya di ambil adek saya k-kak" ujarnya gugup sambil memainkan jari tangannya
"Yang tidak membawa name tag kenapa" sambil menunjuk Rania
"Saya Rania, kemarin malam saya bahagia banget mau ospek sampai gak bisa tidur, terus tadi pagi saya bangun kesiangan begitu kak Azzam" jelas panjang lebar Rania yang tidak di gubris oleh Azzam.
YOU ARE READING
RANIA [ON GOING]
RomanceRomance di masa SMA, dijamin bikin baperr "Motor lu udah dianter kerumah lo sama tukang bengkel" ujar Azzam yang tetap fokus menyetir "Loh kok tau rumah saya kak tukang begkelnya" tanya Rania heran "Gue yang kasih tau" "Terus kak Azzam tau dari mana...
![RANIA [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/294019636-64-k892873.jpg)