happy reading 💖
°
°
berada di sekolah hampir seharian cukup menguras banyak energi dalam diri kita, nikmatnya jika sehabis pulang sekolah mampir dulu ke toko minuman dingin.
namun kali ini karvina mengurungkan niatnya untuk membeli yang segar-segar agar penat nya hilang, rencananya dia akan ke toko buku kali ini.
karvina melangkah meninggalkan gerbang sekolah untuk menuju toko buku paling sepi di kota jakarta.
menurutnya mengunjungi toko buku tersebut sehabis pulsek adalah cara disiplin agar tak langsung bermain ponsel nya yang dapat menguras cepat kuota.
karvina membuka pintu toko buku tersebut. terlihat ruangan yang sangat luas penuh dengan jenis-jenis buku, bahkan novel langka yang sedang viral pun toko buku ini langsung menyediakan lebih cepat.
walaupun tak banyak orang mengetahui itu.
karvina kali ini berniat untuk membeli novel, ia menelusuri seluruh rak buku yang memanjang.
terlihat pemilik toko tersebut tersenyum tipis menatap karvina yang sibuk mencari novel yang ia cari.
pengunjung toko buku tersebut hanya dua orang saat ini, seragam sekolahnya pun sama.
karvina terkejut senang, ingin rasanya berteriak kencang sebab novel yang ia cari sudah ia jumpai.
ia memekik senang, mengambil novel itu dengan kaki yang bergerak berlari tanpa berpindah tempat.
tak ingin berlama-lama dan ingin segera membaca novel itu, karvina berlari tak menimbulkan suara menuju tempat membayar.
saat akan meletakkan buku di depan pemilik toko, dari samping pemuda dengan mata elang sudah mendahului karvina menaruh novel yang berbeda.
karvina menoleh, ia cukup terkejut melihat kakak kelas nya mengetahui tempat terpencil ini.
sedikit rasa tak terima ada dalam diri karvina, seenak jidat kakak kelas nya itu mendahului nya.
padahal saat ia sampai di depan kasir tak ada seorang pun di belakangnya ataupun di sampingnya.
" total nya tujuh puluh lima ribu." ujar pemilik toko tersebut, varendra merogoh saku celana nya. mengambil sisa uang saku untuk sekolah.
ia menyerahkan selembar duit berwarna merah, pemilik itu mengambil kemudian menyerahkan kembalian berupa dua puluh lima ribu.
varendra tetap berdiri di tempat, tangannya pun sudah memegang novel yang dia beli, karvina melirik varendra heran, mungkinkah varendra ingin berbicara dengan pemilik toko ini. pikir karvina.
karvina menyerahkan duit berjumlah tujuh puluh ribu, kemudian mengambil novel nya, tak lupa ia mengucapkan terimakasih terhadap pemilik toko yang super sabar itu.
karvina melangkah melewati varendra, varendra menyusul karvina. ia menyamakan langkah nya dengan gadis itu yang notabenenya adalah adik kelas nya.
karvina menoleh, netra nya bertabrakan dengan mata elang varendra, cukup tak berani karvina menatap mata elang varendra. tapi mau bagaimana lagi, dia terlalu penasaran dengan varendra yang menunggunya tadi.
mungkin karvina terlihat berharap dengan varendra, asli nya mah tidak. dia hanya penasaran, sebab varendra tak pernah terlihat membeli novel.
dan kali ini dia melihat varendra membeli novel di toko buku langganannya, dia pun tak pernah melihat pemuda itu.
" kak, suka baca ya?." tanya karvina mencoba basa-basi agar tak terlalu canggung dengan varendra.
varendra berdiri di depan pintu toko tersebut, menoleh sedikit menunduk menatap paras cantik karvina.
" tentu." karvina menganga tak terlihat, se singkat itu varendra menjawab.
" o-oh hehe, novel nya judulnya apa kak? sampul nya kece abis." karvina menatap novel yang di pegang varendra.
" candy." ucap varendra singkat, karvina mengangguk samar.
" ternyata, kak varen tau tempat ini ya. aku kira cuma aku doang yang tau." varendra menoleh lagi menatap wajah karvina dari samping.
" gue baru tau kemarin." balas varendra.
" oke, aku duluan ya kak bay-." tangan karvina di cekal cepat oleh varendra, karvina menoleh bingung.
" lo liat itu, mendung. gue anter." karvina melihat langit mendung datang dari arah selatan, sebenarnya menunggu ojek tak lama sampai hujan turun, tapi ini kesempatan emas untuk menghemat duit nya yang sedikit menipis.
" boleh deh, makasih." varendra mengangguk. karvina berjalan membuntuti varendra menuju motor nmax milik varendra.
varendra menyerahkan karvina helm putih, varendra langsung menduduki motor nmax nya. karvina juga, ia memegang jok motor agar ia mudah menaiki motor milik varendra.
selama di perjalanan keduanya hanya diam tak mengucapkan satu kata ataupun satu huruf.
tibalah di depan rumah karvina, karvina turun dari motor varendra.
" makasih kak." karvina berjalan tak menyadari jika ia masih menggunakan helm di kepala nya.
varendra diam menatap punggung karvina tak berniat mengur, ia hanya menunggu karvina sadar saja.
karvina membuka pintu rumah nya, kepala nya tak sengaja terbentur tembok dapur nya. karvina mengernyit heran tak merasakan sakit di kepala nya bahkan kali ini dia tak mengumpat menyebutkan beberapa nama bintang.
terlintas di pikirannya dia masih menggunakan helm mikik varendra, karvina melebarkan matanya, bergegas ia berlari keluar rumah menghampiri varendra yang berniat tetap ingin berada di depan gerbang rumah karvina menunggunya sadar.
karvina mengatur nafas nya saat sudah berada di samping varendra, ia menyerahkan helm yang ia pakai tadi.
" maaf kak, lupa. sekali lagi minta maaf, besok boleh jemput aku deh .. eh, engga maksut nya ya, maaf deh." varendra mengangguk menerima helm tersebut tanpa ada perasaan emosi di dalam dirinya.
" gue pulang dulu, resleting belakang rok lo kebuka itu." varendra melajukan motornya meninggalkan karvina yang melebarkan matanya.
lantas ia langsung menoleh sedikit kebelakang, terlihat resleting roknya terbuka memperlihatkan celana pendek biru bermotif bunga-bunga putih.
sial ini memalukan, karvina langsung berlari memasuki kediamannya.
ingin sekali menghapus cepat memori memalukan beberapa saat tadi, beruntung dia memakai celana pendek.
¡! MMY !¡
halo, selamat datang di cerita kedua ku awogawogahjsjsjaj😆😆 walaupun ga sebagus karya penulis hebat lainnya, aku masih pemula soalnya
semoga kalian suka yaa, update nya ga menentu soalnya dua hari lagi aku mau PAS 😞
kalian jangan lupa jaga kesehatan, walaupun pandemi ga separah waktu itu tapi tetep pakai masker yaa.
walaupun kalian udah di vaksin juga, pokoknya aku pesanin janlup pakai makser, jangan sampai nyesel nanti, oke?😆.
jangan lupa votmennya yaa, lop yu😆💖
YOU ARE READING
Weekend With You
Teen Fictiontoko buku lah latar bertemunya mereka yang awalnya memang tak saling tegur sapa menjadi saling mencintai
