prolog

47 9 5
                                        

🍁Vote+komen ya🍁
🍁Follow juga🍁

Ⓗⓐⓟⓟⓨ Ⓡⓔⓐⓓⓘⓝⓖ

"Ramal gue dong kun, gue mau tau kelanjutan kisah gue sama lo kedepannya gimana" Ujar pria yang tengah memojokkan nya itu sembari mengulurkan tangannya penuh keyakinan.

"Aku gak bisa ngeramal dan aku gak tau apa-apa..... aku bukan Tuhan Putra" Jawabnya.

"Yang bilang lo Tuhan itu siapa?"

Hanan menatap Putra sejenak, kemudian dia menunduk menatap kedua sepatunya. "Kamu nanya masa depan sama aku, secara gak langsung kamu nyamain aku sama Tuhan"

"Lo bisa liat hantu, lo juga tau kapan dan dimana orang-orang yang lo sebutin mati kan? Ucapan lo selalu bener, Kira-kira profesi apa yang cocok sama kemampuan lo selain Dukun?"

Hanan menghela nafasnya panjang. lagi, Putra selalu mengatakan hal itu padanya, membuat dia bingung harus berkata apa.

"Jangan ngedesah, sekolah udah sepi, lo gak mau kan gue khilaf terus enak-enakin lo disini? Nanti aja di kamar gue, lo bebas mau teriak juga" Ujarnya frontal yang langsung membuat Hanan menatapnya penuh keterkejutan.

"Aku gak ngerti maksud kamu...... Dan tolong jangan anggap aku Dukun lagi, aku gak suka putra" Pintanya dengan sedikit mendorong putra untuk menjauh.

Tapi Bukannya menjauh, Putra malah menahan tangan Hanan dan semakin memojokkan gadis itu ke tembok koridor dibelakangnya, membuat Hanan tak bisa bergerak karna jarak yang begitu dekat.

"Kalo gue anggap lo cewek gue, lo suka gak?"

Hanan bungkam, suaranya mendadak tak bisa keluar ketika berada di jarak yang begitu dekat dengan pria itu, tak ada yang bisa dia lakukan selain menatap dalam mata tajam putra, pria yang selalu menawarkan dirinya untuk menjadi pacar gadis itu.

"Lo tau kun?, Gue lagi berjuang buat dapetin hati lo, buat bikin lo suka balik sama gue, karna gue udah mentok suka banget sama lo..." Jedanya sembari mensejajarkan wajahnya dengan gadis pujaannya itu. "....gue mau tau kedepannya bakal kayak gimana, karna jujur gue gak suka kegagalan" Lanjutnya.

Deru nafas Putra begitu menerpa wajahnya, bahkan dia bisa merasakan hangatnya nafas itu. "Ka-kamu gak tau aku kan? Aku ini gadis terkutuk.... Kata mereka-"

"Seperti yang lo bilang tadi, lo bukan Tuhan" Potong nya dengan nada yang rendah. "Lo bukan Tuhan Hanan maharani"

Bungkam, ucapan putra membuat putra diam, bahkan Pandangan mereka pun kini saling terkunci, menyelami satu sama lain kilatan mata yang begitu mampu menenangkan hati, Putra mendekatkan wajahnya perlahan, membuat hidung mereka saling bersentuhan

"Tolong ramal gue.....kalo lo liat kita pisah..." Lirihnya pelan tepat di depan bibir Hanan. "....pura-pura aja lo liatnya kita bareng terus"

Cup

Kecupan itu mendarat lembut di atas bibir Hanan, membuat gadis itu membulatkan matanya saking terkejutnya, selang beberapa detik, pria itu kembali menjauhkan bibirnya dari bibir Hanan, ia menjatuhkan kepalanya di bahu mungil gadis itu, lalu menyembunyikan wajahnya di ceruk leher putih milik Hanan.

"Gak papa kok nan....Bohongin gue aja, yang penting gue dengernya kabar baik dulu"

🍁🍁🍁

Hanan maharani

Gyanendra Putra pratama

Oops! Ang larawang ito ay hindi sumusunod sa aming mga alituntunin sa nilalaman. Upang magpatuloy sa pag-publish, subukan itong alisin o mag-upload ng bago.

Gyanendra Putra pratama

Gyanendra Putra pratama

Oops! Ang larawang ito ay hindi sumusunod sa aming mga alituntunin sa nilalaman. Upang magpatuloy sa pag-publish, subukan itong alisin o mag-upload ng bago.

P

enasaran gak?
Tungguin ya kalau penasaran 😁

TBC

My Lovely DukunTahanan ng mga kuwento. Tumuklas ngayon