"LYA!!"teriakan dari seorang wanita paruh bayah itu sembari menggendong bayi.
"VIBELLYA HANNA HUSSEIN!!"
"MAU TURUN SENDIRI ATAU MAMA LEMPAR WAJAN?"
Vibellya Hanna Hussein. gadis itu baru saja berulah dengan menaiki pohon mangga tetangga. gadis yang kerap disapa ibel atau lya itu selalu bersikap layaknya lelaki.
Ibel yang sudah sudah takut dilempar wajan segera lompat dari pohon yang lumayan tinggi. gadis itu menunjukkan gigi rapihnya saat sudah berhasil turun dari pohon.
"Nih udah turun kan"ujar ibel sembari mengusap tangannya yang kotor.
Sebut saja dia jesicca, wanita paruh bayah yang bernote sebagai mamanya ibel. jesicca menarik telinga ibel tanpa kasihan, mungkin kesabaran jesicca sudah habis melihat tingkah putri pertamanya.
"Aw sakit mam!"ringis ibel dengan tangan yang mencoba melepaskan tangan sang mama.
"bodo amat!!siapa suruh naik-naik begitu?!"
"iya ampun mam nggak lagi"
"selalu begitu kalo udah dijewer kan?nanti ngulangin lagi"
"iya nggak deh kali ini janji"
"mama nggak percaya sama kamu"
Ibel terus berusaha melepaskan dirinya. memang, ini bukan pertama kalinya ia bertingkah seperti itu. keluarganya pun heran, mengapa sikap ibel disekolah dan diluar sekolah selalu berbeda.
"CIEE DIJEWER LAGI NIH YE"teriakan dari Firza bocah berusia 16 tahun yang bernote adik kedua ibel.
Firza Han Hussein. adik kedua dari ibel, memiliki sifat yang hampir sama. keduanya tidak pernah akur karena kejahilan keduanya tidak pernah habis.
Selain Firza, ibel juga memiliki seorang adik terakhir bernama Fariel Han Hussein atau biasa disebut baby el. Fariel masih berusia 5 bulan, walaupun masih terbilang kecil baby el juga memiliki paras yang tak kalah dari Firza.
"SIALAN LO ZA!"balas ibel semakin membuat mamanya menari telinganya.
"TERUS LANJUTIN!!"tekan jesicca.
"aw mam, iya ampun maap keceplosan"
hingga tarikan jesicca mengendur saat mendengar baby el menangis.
"Cupcup sayang anak mama kebangun ya?kakak kamu nakal ya teriak-teriak?"ucap jesicca membuat ibel melongo.
Yang benar saja, padahal sendari tadi yang mulai berteriak adalah jesicca bukan dirinya. ibel yang melihat mamanya sibuk menenangkan adiknya itu membuat kesempatan dirinya untuk kabur.
"KABUR ZA SEBELUM MAMA SADAR!!"teriak ibel menarik Firza yang masih memakai seragam putih biru.
Firza yang tidak mau kena semprot sang mama segera ikut berlari menuju rumah mengikuti ibel. sedangkan jesicca menatap kedua anaknya sembari menggelengkan kepala.
"semoga kalo kamu udah besar nggak kaya kakak sama abang kamu itu ya el"gumam jesicca sembari mengelus pipi baby el.
...
Dirumah kediaman keluarga Hussein terliat sangat riuh. walaupun mereka tahu ada bayi dirumahnya tidak membuat mereka terdiam. kedua orang tuanya pun sudah lelah melihat tingkah laku putra dan putrinya.
"Za lo sekolah kok makin bloon?masa ulangan bahasa indonesia aja nilai lo 75"ucap ibel matanya terus melihat kertas ujian sang adik.
"ck, 75 tuh udah bagus kak. kkm SMP kan cuman 65 , jadi itu udh lebih kkm"jawab Firza dengan tangan yang sibuk mencoret-coret kertas dengan pulpen.
"tolol!cuman lebih 10 doang bangga banget si lo!"kata ibel menoyor kepala sang adik.
Firza yang ditoyor hanya menatap sinis sang kakak. ia tahu bila ibel lebih pandai darinya. bahkan selama ini hanya ibel yang dipuji dari akademik dan non akademik.
"Iya tau kan yang pinter cuman lo doang"jawab Firza mengeluarkan smirknya.
Ibel mengangkat satu alisnya. ia menghela nafasnya, sejujurnya menjadi orang pandai bukan hal yang mudah. ia juga tidak tahu mengapa bisa berbeda otak dengan Firza tetapi sang papa selalu bilang bahwa ibel terlalu menurun sang papa dan Firza menurun sang mama.
Jadi jangan salahkan dirinya bila ia terlihat pintar, namun juga terlihat tomboy. karena sang papa sangat pandai di akademik maupun non akademik. sedangkan sang mama hanya pintar di non akademik sama seperti Firza.
"eh dek kecoa!"petik ibel membuat firza terkejut.
"ANJIR!!MANA KAK?!"teriak firza terus mencari keberadaan kecoa yang dimaksud sang kakak.
"itu nempel dikepala lo"balas ibel sembari menunjuk kecoa tersebut.
"Serius kak?!"
"bentar ni gue ilangin"ucap ibel sembari menggulung buku lks milik firza lalu menepis kecoa tersebut sejauh mungkin.
"AAA KECOA!!"teriakan jesicca membuat ibel dan firza membulatkan kedua bola matanya.
"anjir kok?!"ucap keduanya secara bersamaan.
"mama jangan gerak dulu, gimana ngambilnya kalo mama gerak terus"terdengar suara Reynald atau papa dari mereka berdua.
"buruan dong mas!"jerit jesicca yang masih memejamkan matanya.
"sut"kode ibel mengisyaratkan untuk masuk kekamar masing-masing.
Firza yang mengerti segera berjalan lebih dulu dengan perlahan-lahan. ibel menoleh kearah sang mama sebentar lalu jalan membuntuti firza.
"LYAA FIRZA!!"teriakan sang mama sudah lebih dulu menggema sebelum keduanya masuk.
"mampus dah lo"gumam keduanya dengan kedua tangan yang menutup kedua telinganya.
"UANG JAJAN SEBULAN MAMA POTONG JADI 50.000 BERMINGGU"ucapan sang mama membuat keduanya meneguk saliva dengan susah payah.
...
Terimakasih sudah mau mampir kecerita aku,
jangan lupa vote komen dan share biar makin semangatt😄.
KAMU SEDANG MEMBACA
Vibellya(Hiatus)
Teen FictionVibellya hanna Hussein. gadis cantik yang memiliki sifat dingin, ia juga termasuk sebagai murid yang pandai dari non akademik hingga akademik. Vibellya atau biasa disebut ibel itu memiliki sahabat bernama melati yang tak kalah pandai di akademik. Hi...
