1

303 40 14
                                        


Selamat membaca cerita baruku. Mohon dukungannya dengan memberikan vote dan komen ❤



🌴🌴



Gadis berseragam putih abu-abu itu baru saja menuruni tangga. Namanya Savina Adiva Suryanata atau biasa dipanggil Savina. Ia merupakan putri bungsu keluarga Suryanata. Ia anak keempat dari empat bersaudara. Savina memiliki tiga orang kakak laki-laki. Mari berkenalan dengan mereka.

Kakak pertama Savina bernama Adib Yanuar Suryanata, berusia 30 tahun. Salah satu kepala cabang restoran milik keluarga. Karakternya yang paling tenang.

Kakak kedua bernama Emir Khairan Suryanata, berusia 26 tahun. Dia merupakan mahasiswa pascasarjana jurusan managemen. Dia yang paling cuek, tetapi memiliki wajah yang paling tampan.

Kakak ketiga bernama Saddam Gaza Suryanata, berusia 18 tahun. Seorang siswa kelas 12. Saddam satu sekolah dengan Savina. Dia adalah teman bertengkarnya Savina. Setiap hari selalu saja bikin keributan dengan Savina.

Seperti itulah review singkat tentang ketiga kakak laki-laki Savina. Lalu, kalian menanyakan dimana papa mereka? Papa mereka sedang berada diluar negeri.

Setelah menyelesaikan sarapannya, Savina berangkat ke sekolahnya yaitu SMA Mulia. Sekolah itu merupakan sekolah swasta paling bergengsi di Jakarta. Hanya murid-murid yang berasal dari keluarga yang mampu saja yang dapat sekolah disana. Dibanding dengan teman-temannya, Savina masih tergolong kelas menengah dikarenakan bisnis keluarganya dibidang kuliner yang memiliki beberapa cabang restoran. Sedangkan teman-temannya banyak yang berasal dari keluarga konglomerat ataupun dari keluarga pejabat tinggi. Tetapi Savina tidak memperdulikan hal itu.

Di SMA Mulia ini ada satu nama yang sangat berpengaruh. Dia adalah Ocean Reivan Hastanta atau yang akrab dipanggil Rei. Putra bungsu dari keluarga Tamtama Group yang bergerak dibidang real estate. Kekayaan keluarganya sudah tidak diragukan lagi. Banyak sekali yang siswi yang mengidolakan Rei atau bahkan berusaha mendekatinya.

Sejujurnya Savina seperti siswi lainnya. Ia juga menyukai Rei karena cowok itu berwajah sangat tampan dan berpenampilan keren. Bahkan Savina sudah menyukai Rei sejak mereka kelas 10. Hanya saja Savina cukup sadar diri. Ia sadar bahwa dirinya hanyalah siswa biasa. Tidak terlalu cantik ataupun pintar. Ia siswa yang biasa-biasa saja. Bahkan ia tidak yakin kalau Rei menyadari kehadirannya karena selama ini memang tidak pernah ada interaksi antara mereka meskipun mereka kini sekelas di kelas 11-1.

Bel pertana telah berbunyi. Berhubung hari ini adalah hari senin, maka seluruh siswa berkumpul di lapangan untuk melaksanakan apel seperti biasa. Savina berbaris bersama teman-teman sekelasnya.

Tidak peduli meskipun gerbangnya sudah ditutup, cowok yang baru datang itu dengan menggunakan mobil sport mewah berwarna hitam metalic tetap dibukakan gerbang oleh satpam.

"Makasih, Pak!" kata cowok berseragam itu kepada satpam yang telah berbaik hati membukakan gerbang untuknya.

Dengan santai cowok tadi memarkirkan mobilnya di tempat biasa. Ia kemudian melangkah mengendap-endap menuju lapangan dan baris dipaling belakang tepat dibelakangnya Savina.

Merasa ada seseorang yang berdiri dibelakangnya lantas Savina pun menoleh. Matanya membulat sempurna saat melihat sosok yang kini tengah berdiri dibelakangnya.

"Kenapa?" tanya cowok tadi dengan dingin kepada gadis yang berdiri di depannya yang kini tengah membulatkan matanya ke arahnya.

Savina terkejut bukan main karena mengetahui Rei yang berdiri dibelakangnya. Sontak Savina langsung menggeleng cepat dan kembali ke posisinya seperti awal lagi.

OMBAK LAUTWhere stories live. Discover now