Arnita,Syifa dan Gabriel menatap kaget Bella lalu ikut mengangguk mengiyakan.
"Ya udah lo catet namanya gue sama yang lain ke kantin dulu" ucap Arnita lalu mengajak Bella dna Syifa ke kantin.
"bel! Kayaknya lu udah mulai bisa speak up nih? Biasanya lu ga pernah tuh ngajak or mau di ajak siapapun." Ucap Syifa keheranan menatap Bella yang berjalan di tengah ia dan Arnita.
"B aja"
Arnita sudah menduga hal itu. Pasti itu yang akan menjadi jawaban dari seorang Bella. "Yah ver dia lu tanya begitu gak bakal nemu jawabannya udah jalanin aja yang penting kita sahabat ya kan bel?" Bella hanya melirik dan kembali fokus berjalan kedepan.
"BELLA!"
Sang pemilik nama menghela napas lelah. Lalu mempercepat langkahnya,dengan Arnita dan Syifa mengikuti. Karena sudah lelah di ganggu oleh si biang keributan!. Siapa lagi? Kalau bukan Rigel.
"Eh! Kok di tinggal sih"
"BELLA TUNGGUIN AKU DONG"
"BEL- ADUH! SAKIT AH" teriak Rigel memanggil Bella terpotong oleh jeweran di telinganya. "Aduh! Siapasih- eh ibu" umpatannya terhenti saat menoleh mendapatin bu Darmi yang sedang menjewer telinganya.
"Ikut saya ke ruang BK sekarang juga!" Ucap bu Darmi lalu menyeret Rigel ke ruang BK.
"Lah salah saya apa bu?"
"Masih nanya kamu?!" Ucap Bu Darmi kelewat kesal. Pasalnya saat pagi tadi sebelum istirahat seorang guru yang mengajar kesenian di kelas XI IPS 4 tidak dapat hadir dan hanya memberikan tugas untuk membuat beberapa prakarya yang terbuat dari bahan bekas. Dan tepat saat itu bu Darmi yang mengawasi di kelas itu agar siswa tak berkeliaran saat mengerjakan tugas. Namun sayangnya saat itu kantuknya datang dan tanpa di sengaja lalu tertidur di kelas tanpa sadar. Saat tidur ternyata Rigel Memake over penampilan nya dengan spidol di jadikan layaknya badut.
" Udah jangan banyak omong ikut saya sekarang!"
***
Pulang sekolah tiba. Siswa siswi berhamburan keluar menuju parkiran dan gerbang sekolah menanti jemputan. Termasuk Bella yang sedang menunggu sopirnya menjemput. Bella berdiri dengan fokus memainkan ponsel.
Tak lama sebuah motor berwarna putih hitam berhenti di depannya. Bella mendengus lalu hendak pergi nanun tangannya di tahan.
"Bel gue mau bicara sama lo" ucap laki laki yang kedatangannya tak diinginkan Bella. Daren. Yah Daren yang mengaku sebagai calon tunangan Bella.
Bella menoleh menghela napas kasar. "Mau ngomong apa lagi lo?" Bella menatap tajam Daren. Namun Daren geming tak bergerak. "Gak ada kan! Lepas!" Bella berusaha melepaskan cekalan tangan Daren namun tak bisa Daren memegangnya dengan sangat kuat.
"Lepasin dia woi!" Teriakan dari arah belakang membuat keduanya menoleh. Bella menatap Rigel yang berdiri tak jauh dari tempatnya.
"Jangan kasar sama cewek bro!" Ucap Rigel lalu melepaskan paksa dan menarik Bella agar berdiri di belakangnya. Daren menatap remeh Rigel.
"Lo siapa hah?! Ganggu gue ngobrol sama bella aja minggir!" Ucap daren seraya menyingkirkan Rigel dengan mendorong bahu Rigel.
BUGH!
Bella menatap kaget Daren yang sudah tersungkur di tanah. Dengan sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.
"Maksud lo apa!" Ucap Daren seraya menarik kerah baju Rigel. Rigel menunjukkan senyum miring menatap Daren. "Gue yang seharusnya nanya sama lo! Lo siapa?! Ngapain lo maksa ngajak Bella ngobrol hah?!". Mulut Daren sudah terbuka bersiap menjawab pertanyaan Rigel namun terhenti saat Bella memisahkannya dari Rigel lalu menarik Rigel kebelakang tubuhnya.
"Pergi! Gue gamau ngomong sama lo!" Lalu beranjak sambil menarik Rigel menuju ke depan motor milik Rigel.
"Dia siapa bel? Kok dia kenal lo?" Ucap Rigel saat mereka sudah sampai di depan motor Rigel.
"Gue ga kenal!" Tanpa menatap Rigel. Bella hendak berjalan kembali ke depan gerbang sekolah namun terhenti karena di tarik oleh Rigel. Bella yang tak seimbang pun menoleh lalu menabrak dada bidang Rigel. Rigel terdiam begitu juga Bella. Mereka saling pandang cukup lama. Setelahnya Bella menarik tubuhnya menjauhi Rigel terlebih dahulu.
"Gue anter mau?" Ucap Rigel saat Bella menatapnya dengan pandangan bertanya. Bella diam memikirkan tawaran itu. Tadi Mang Adi sempat mengabarinya bahwa mobilnya sedang berada di bengkel karena ban bocor jadi tidak bisa menjemputnya di sekolah saat ini.
"Hm" ucap Bella.
Rigel tersenyum senang lalu menaiki motornya dan memaikai helm lalu mempersilahkan Bella naik. Setelah itu ia dengan kecepatan sedang berjalan meninggalkan sekolah bersama Bella.
***
"Thanks" ucap Bella saat kedua nya sudah sampai di depan rumah Bella. Rigel membuka helm lalu mengangguk "iya saam sama. Makasi juga lo udah mau balik bareng gue"ucap Rigel dengan senyuman yang tak kunjung luntur sejak tadi.
"Hm" ucap Bella.
"Ya udah kalau gitu gue balik dulu bye!" Ucap Rigel lalu kembali memakai helmnya dan menyalamkan motornya. Bella hanya mengangguk dengan wajah datarnya. Setelah itu Rigel melesat meninggalkan rumah Bella pergi menuju rumahnya.
"Ella!" Langkah Bella terhenti saat ingin menaiki tangga menuju kamarnya. Ia menoleh mendapati papanya sedang duduk di atas sofa dengan secangkir kopi dan beberapa berkas di atas meja dan laptop yang menyala.
Bella menghampiri sang papa lalu menyalami tangan papanya. "Kenapa pa?" Tanya Bella saat ia sudah duduk di sebelah papanya. Papanya menoleh lalu duduk menghadap Bella.
"Daren bilang kamu ga mau ngomong sama dia dan pergi sama seorang cowok. Siapa dia?" Bella menghela napas
"Dasar manusia cepu!" Batin Bella
"Bukan siapa-siapa pa"
"Ya udah kalau bukan siapa-siapa tapi kamu kenapa sama Daren? Kok kamu ga mau ngobrol sama dia?" Bella menghela nafas lelah. Lalu beranjak berdiri. "Bella ke kamar pa. Permisi" tanpa menunggu ijin dari papanya Bella melangkah menuju tangga dan pergi ke arah kamar nya.
Papa Bella yang melihat itu hanya mampu menatap kepergian Bella dengan helaan nafas pelan.
"Bella. Papa tau kamu benci dia tapi papa ga bisa melakukan apapun selagi bukti itu belum menunjukkan kebenaran bel."
****
Hayo loh ada apa nih??
Gimana part kali ini? Membosankan yah? Aku pun merasa gitu.😭🗿✋🏻.
Tapi mohon maklum otakku sedang di buat puyeng because NCT 127 Comeback dan di buat mleyot terus oleh SM belum lagi Aespa yang bakal comeback juga😭🗿✋🏻.
Oke aku gapapa🗿✋🏻 cuma ga ada napas doang -g serem!
Ok sekian dulu part kali ini sampai jumpa di part berikutnya
Kalau ada typo mohon di tandai✋🏻
18 September 2021
KAMU SEDANG MEMBACA
(2) |•My Introvert Girlfriend•| [OnGoing]
Fiksi Remaja[FOLLOW SEBELUM BACA!] Seorang lelaki petakilan, brandal, dan salah satu anggota geng motor bisa meluluhkan hati seorang wanita introvert yang sangat dingin, jarang berbicara, dan tak pernah dekat dengan laki-laki hingga banyak yg mengatakan bahwa d...
accidentally✨
Mulai dari awal
![(2) |•My Introvert Girlfriend•| [OnGoing]](https://img.wattpad.com/cover/285022499-64-k909188.jpg)