prolog

7 5 1
                                        


Sudah dua cangkir teh hangat yang sudah Aleeza minum, tapi sayangnya tidak kunjung membuat apa yang ada di otaknya kembali tersusun rapi. Langkah kaki membawa tubuhnya menuju jendela rumah, dari sinilah dia bisa melihat lukisan Tuhan yang sangat indah. Langit sore dan mentari yang hampir tenggelam, dengan anak-anak yang bermain bersama di pasir putih yang belum tercemar sampah manusia.

Netranya aktif mengikuti gerak objek di depan sana, tapi pikirannya sudah terlanjur menerawang kelewat jauh, melamun.

"Kak iza! Sini bergabung bersama kami! " teriak seorang anak berambut ikal.

Yang dipanggil merasa tertarik kembali ke dunia nyata, meninggalkan lamunannya. Tersenyum sambil mengangguk, lalu cepat-cepat merapikan kerudungnya dan pergi menyusul anak-anak itu. Duduk bersama di pinggir pantai sambil melihat matahari yang hampir tenggelam, sunset kalau kata anak kota.
Lumayan deh buat hibur diri katanya dalam hati.

"Hari ini langitnya sangat indah, lebih indah dari biasanya." kata anak berambut ikal tadi.

"Memangnya sejak kapan pemandangan disini jelek? " balas Aleeza gemas.

"Pasti nanti kalau Kak Iza sudah pulang, akan rindu pemandangan disini!" kata gadis dengan rambut berkepang dua riang.

Tapi justru membuat suasana hati perempuan berkerudung nude itu gelisah, dirinya baru tinggal di sini sebentar, tapi rasanya enggan meninggalkan tempat indah ini.

"Pasti dong! Sama kalian juga kakak bakal kangen banget" Balas Aleeza tenang.

"Udah hampir gelap, ayo kita pulang terus mandi. Setelah itu jangan lupa apaa? " Tanya Aleeza.

"Belajar! " jawab mereka kelewat kompak dan bersemangat, lalu tertawa bersama.

Anak-anak itu berlarian saling mengejar menuju rumahnya masing-masing sambil tertawa, Aleeza berjalan
di belakang mereka, menikmati momen indah di depanya.

Tubuhnya merasakan hangat menjalar, Apa sinar matahari menjelang malam bisa sehangat ini? Atau hatinya yang terselimuti tawa hangat anak-anak itu. Aleeza juga tidak mengerti, tapi dia merasa beruntung, karena dapat hadir diantara mereka di sini. Desa indah di ujung pulau.

***

Halo, aku aisyra. Ini cerita pertama yang aku tulis, setelah beberapa bulan atau mungkin tahun? Istirahat sebentar hehe...
Jadii, maaf yah kalau bahasa masih kaku.
Dan... Ini cerita pertamaku yang alurnya sengaja dibikin mundur,


Terimakasih banyak
sudah membaca <3
jangan lupa tinggalkan vote ya
See you to next part
-aisyra

Definisi RasaStories to obsess over. Discover now