"Kak," Seorang anak lelaki kecil memanggil kakak perempuannya dengan mata berkaca-kaca. "Kak ... Kakak gak benci Toben kan?"
"Enggak kok, kakak gak bakal pernah benci adik kakak yang satu ini apapun yang terjadi."Sang kakak tersenyum dan menghapus air mata adiknya seraya memeluknya.
"Tapi kenapa Kak Lona mau ninggalin Toben ?" tanya anak tersebut sambil menahan tangis, "mulai dari Ibu, terus Mama Calvin, semua yang sayang sama Toben kenapa pergi?"
"Sshhh gak boleh ngomong gitu," sok-sok yang dipanggil Kak Lona oleh anak yang bernama Toben itu pun kembali mengusap air mata adiknya, "Kak Jason dan Papa juga sayang kok sama Toben."
"Bohong! Toben mau ikut sama kakak!"
"Toben percaya deh sama kakak, pasti kakak bakal kembali lagi ... dan juga harus ada yang merawat Papa dan Kak Jason iya kan? Toben bisa kan jagain Papa dan Kak Jason selagi kakak gak ada?"
"T-tapi ..."
Sang Kakak kembali memeluk adiknya dan berkata, "Toben, kakak gak punya banyak waktu tapi percayalah kakak bakal kembali jadi jaga Papa dan Kak Jason ya?'' Toben pun mengangguk kecil setelah itu pemilik nama Alona itu mencium kening adiknya seakan mereka tidak akan bertemu lagi, lalu pergi meninggalkan nya.
"Maafin kakak ya, tapi kakak gak tau lagi gimana harus mengakhiri ini semua kecuali dengan melapor ke polisi sekarang selagi ada bukti."
Langit malam begitu cerah. Tidak ada satu pun awan yang menutupi pemandangannya. Menjadikan sinar purnama menyebar merata ke seluruh penjuru kota . Bintang-bintang di sekitar bulan pun tak kalah ikut menerangi suasana malam. Meskipun sudah larut malam, tak mengurangi niat Alona untuk menjalankan rencana yang sudah disusunnya sekian lama sebelum papanya pergi sementara keluar kota, dan sekarang adalah waktu untuk melakukannya.
Sambil memegang tas ransel yang penuh dengan keperluannya Alona optimis rencanannya akan berhasil. Setelah berjalan sekitar ± 400 meter dari rumah Alona tiba di sebuah halte bus, tak lama menunggu sebuah bus tujuan pusat kota tiba dan alona pun langsung segera naik ke bus. Tanpa menunggu waktu lama, bus kembali melaju menuju pusat kota.
Hanya perlu waktu sekitar 45 menit bus yang ditumpangi Alona pun telah sampai ke halte di pusat kota, Alona pun turun dan berencana untuk istirahat dan makan dulu, kebetulan ada restoran kecil yang masih buka di seberang halte, lagi pula rencana ke kantor polisi sebenarnya besok jadi masih ada waktu untuk makan pikirnya.
Di waktu yang sama, di tempat yang lain ...
drrr drrrr
bunyi hp seseorang
"
Halo bos"
"Kenapa belum kalian lakukan juga?!"
"Maaf bos tapi tadi anak itu keburu naik bus dan sekarang baru saja turun tapi sepertinya dia akan makan jadi.."
"Heh! Ingat ya Kalian itu DIBAYAR! dan saya tidak peduli apapun alasannya, Intinya selesaikan secepatnya sebelum dia berada di lebih kerumunan, supaya mudah membereskan nya"
"Baik Bos! Maafkan kami Bos!"
"Dan ingat pastikan DIA HARUS MATI!!!."
"Selamat datang" sapa seorang pegawai, Alona mengangguk dan memilih tempat duduk dan melihat sekelilingnya tidak ada siapa-siapa selain dirinya dan pegawai yang tadi, tapi ia tidak merasa takut selain itu bagian depan restoran adalah kaca sehingga isi restoran tersebut kelihatan.
Baru beberapa saat Alona duduk tiba-tiba ada hal aneh yang terjadi, sebuah truk pick up melaju dengan sangat kencang kearah restoran tersebut dan, "Brraakkkkk..!!"
truk tersebut menabrak kaca restoran hingga pecah berkeping-keping dan membuat seisi restoran hancur lebur.
=00.47 AM=
Seorang pria keluar dari sebuah truk pick up yang telah menabrak sebuah restoran tanpa ada yang mengetahuinya, juga ada 2 orang korban yang belum diketahui apakah masih hidup atau sudah mati.
________________________________
ESTÁS LEYENDO
Red Summer
Romance>> REVISI SETELAH TAMAT<< __________________________________ Sorry kalo ga masuk akal soalnya nulis sesuka hati aja •PLEASE GIVE LOVE TO MY BOOK BY: •DON'T COPY/STEAL MY STORY! •BE POSITIVE. •STAY,SUPPORT,VOTE & COMMENT START: 26-06-2021...
