[TLOS#1] TAK PULANG

43 8 15
                                        

Happy Reading! Jangan lupa tinggalin jejak.

******

Tok ... Tok ... Tok ...

Tok ... Tok ... Tok ...

"Iya sebentar," jawabnya dari dalam Rumah.

Tok ... Tok ... Tok ...

"Ish gak sabaran," batinnya.

Seorang gadis membuka pintu menampakkan wajah yang terkejut. "Papah? Ibu?"

"Loh, Pak Ananta? Mau jemput Meliza? Silakan masuk ..." ucap Bu Dini sopan kepada majikannya. Mempersilakan  untuk masuk.

"Mel, cepat kemasi barang mu," perintah Bu Dini pada Meliza.

Meliza Ananta Reswara, anak bungsu dari keluarga pengusaha parfum terkenal di daerah Jakarta. Meskipun memiliki ke-dua orang tua yang lengkap dan berkecukupan, ia lebih menyayangi Bu Dini, pengasuhnya karena sedari kecil Meliza di urus dengannya.

Meliza bergegas memasuki kamar dan memasukkan barang-barang miliknya ke dalam tas. Gadis itu mengangkat sudut bibirnya, merasa senang. Sebelumnya gadis itu kabur dari Rumah dan pergi ke Rumah Bu Dini tanpa izin terlebih dahulu oleh orang tua nya, yakni Ananta Sadewa dan Reswara.

"Delisa juga ada di sini kan, Bu?" tanya Ananta.

Bu Dini heran. "Delisa? Memangnya Delisa tidak ada di Rumah?"

Senyum Meliza pudar, tangannya kuat mencekram barang yang dipegang. Kemudian keluar kamar dengan wajah datar.

"Ck, ke sini karena Delisa? Bukan aku?" dengus gadis itu nada dingin.

"Kalau bukan karena Delisa, kalian gak akan ke sini kan?!" lanjutnya.

"Tapi, kakak mu belum pulang satu hari yang lalu," terdengar suara berat yang berstatus Papahnya.

Meliza tertawa getir. "Hallo, apa kabar sama aku yang gak pulang tiga hari, kalian gak nyariin tuh ..."

"Masalahnya papah bisa tau kamu pergi kemana, sedangkan Delisa? Dia gak ada kabar sama sekali!" bentak Ananta.

"Paling Delisa nginep di Rumah temennya. Kalian gak usah lebay deh!" jawab Meliza kesal

Gadis itu mengulurkan tangan ke pintu. "Mending Papah sama Mamah pergi dari sini deh. Meliza bakal tetep sama Bu Dini!"

Perempuan paruh baya itu mendekat pada Meliza, kemudian mengusap kedua pipinya. "Please Mel, jangan memperkeruh keadaan, mending kamu pulang aja dulu ke Rumah."

Meliza menghempas kasar kedua tangan Reswara. "Stop deh, kalau aku gak mau ya gak mau. Tenang aja nanti malem juga anak kesayangan kalian pulang!"

******

Mau sekeras apapun Meliza berontak untuk tidak pulang. Papahnya pasti akan menyeretnya ke dalam mobil. Tidak perduli mereka menjadi bahan tontonan tetangga Bu Dini.

Meliza duduk di belakang, menatap ke arah luar kaca mobil sambil memainkan jemarinya tak selera menjawab pertanyaan dari Papahnya.

"Ya, gak mungkin Delisa kabur. Buat apa coba? Kan tuh anak udah dapet kasih sayang kalian berdua, masih aja gak bersyukur!"

"Meliza sih bodo amat, mau Delisa pergi kemana kek, bukan urusan aku. Justru Delisa pergi aku bersyukur, karena gak ada banding-bandingin lagi."

"Mel! Kamu tuh jangan egois bisa kan? Kasian kakak mu nyariin kamu sampai malam. Dia khawatir banget sama kamu! Semua juga karena ka--" Omel Ananta.

"Aku? Mau salahin aku lagi? Gak capek?" sela Meliza.

"Aku tau gak pernah nurut apa kata Papah, aku tau aku sering bikin masalah. Tapi, gak semuanya salah Meliza, Pah! Anak kalian bukan Delisa doang loh, aku juga butuh perhatian ..."

The List of SuspicionsStories to obsess over. Discover now