"Iya, baiklah."
Plip.
Ji Hee menutup telfonnya. Kemudian ia bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Seperti yang dijadwalkan sebelumnya, hari ini adalah hari pertama pembacaan naskah drama episode pertama. Awalnya pembacaan naskah episode pertama ini, akan di jadwalkan bulan depan mengingat situasi Ji Hee yang masih menjadi seorang trainee dan belum siap debut. Namun, karena waktunya dianggap sangat terlalu lama, akhirnya kru produksi drama dan pihak dari agensi membicarakan hal ini dua minggu sebelumnya. Dan dengan negosiasi panjang yang berkelut, mereka telah menyepakati jika penggarapan drama ini akan dimajukan dari jadwal yang telah ditentukan sebelumnya.
Di dalam drama bergenre fantasi dan romance yang sedang pada tahap penggarapan awal , Ji Hee berhasil melangkahkan kakinya menjadi salah satu pemain pendukung— bersama dengan jajaran aktris dan aktor lainnya. Dirinya begitu sangat antusias ketika mendapat sebuah tawaran yang menarik ini dan menerimanya begitu saja tanpa membaca naskah terlebih dahulu setelah dirinya mendapat ijin dari ayahnya. Sebelumnya, Ji Hee sama sekali tidak pernah membayangkan jika sebuah keberuntungan seperti ini datang menghampirinya. Ini adalah pertama kalinya ia dapat bermain di sebuah drama bahkan tanpa harus mengikuti casting atau audisi terlebih dahulu.
Memang benar jika semua hal yang terjadi cukup tiba-tiba ini, begitu sangat membahagiakan bagi Ji Hee. Tetapi tidak untuk beberapa orang diluar sana, sebuah gosip tentang si 'Anak orang kaya' telah menyebar ke beberapa penjuru tempat termasuk di dalam lingkup agensi yang harusnya menjadi daerah kekuasaannya. Sebuah kecemburuan sosial merasuki tubuh beberapa orang di dalam perusahaan, mereka beranggapan jika Ji Hee dapat bergabung dengan mudah di dalam drama itu, karna dirinya adalah seorang anak yang menggenggam sebongkah emas ditangannya, emas itu adalah kekusaan Ayahnya yang bijaksana.
Mereka tenggelam dalam jeratan kalimat mereka sendiri, mereka mengatakan hal seperti itu semata-mata hanya untuk pembalasan dendam atas segala perjuangan yang telah mereka lakukan. Diluar sana ada begitu banyak orang yang berjuang untuk menggapai mimpi mereka dengan susah payah, keringat, air mata dan segala kerja keras dilakukan demi untuk menggapai sebuah ketenaran yang tak akan abadi. Sementara itu, Ji Hee dengan mudahnya terbang ke atas dengan sepasang sayap miliknya ketika orang lain merangkak untuk sampai di puncak, pemikiran dan rasa iri inilah yang menimbulkan perasaan benci penuh kedengkian. Namun menariknya dari kejadian ini adalah-bahwa Ji Hee sama sekali tidak memperdulikan ucapan mereka; Ji Hee hanya merasa seolah semua ini telah menjadi rencana Sang Pencipta untuknya dan sekarang telah menjadi takdir tak terelakkan yang harus dihadapinya.
Aroma bunga mawar bulgaria yang dikombinasikan dengan bunga jasmine, mengudara di sekeliling ruangan kamar Ji Hee, itu adalah aroma parfum terbaik dari sekian banyak koleksi parfum miliknya. Hari ini, Ji Hee telah bertekad kuat bahwa dirinya akan berusaha sebaik mungkin di hari pertamanya melangkah untuk mendedikasikan diri yang telah resmi menjadi seorang aktris, sekalipun ia belum benar-benar memulainya.
Ji Hee telah siap akan dirinya, ia bahkan memberi pujian pada dirinya sendiri di depan cermin sebagai wujud motivasi untuk dirinya. Lalu, dengan penuh rasa percaya diri, ia keluar dari kamarnya. Salah satu pelayan yang selalu melayaninya di rumah ini, telah berada tepat di depannya dengan membawa sebuket bunga daisy berwarna orange- pusat bunga kecil yang dikelilingi oleh kelopak bunga yang cantik dan merekah mirip seperti bunga matahari. Pelayan wanita itu menunduk dengan rasa hormat, tersenyum, lalu berkata dengan sopan,
"Bunga ini untuk anda, Nona Muda." Sahutnya lembut.
Ji Hee tersenyum, "Dari siapa?" Ia mengambil bunga itu dan mencium aromanya. Bahkan wanginya sangat cantik.
"Bunga itu dari Tuan Kim Taehyung, Nona Muda."
Sudut bibirnya menjadi semakin manis, Ji Hee tersenyum bahagia ketika mendengar nama itu. Bergegas ia kembali masuk ke dalam kamar dan meletakkannya di atas meja. Benar-benar hari yang sangat mengesankan! Setika Ji Hee tersadar akan jadwalnya hari ini, Manajer Kwon sudah sibuk menghubunginya sedaritadi.
YOU ARE READING
We're Learn
FanfictionTerungkapnya satu-persatu kepahitan masa lalu, pertemuan sadis yang tidak pernah diinginkan, perjuangan menggapai dan mempertahankan mimpi yang melambung tinggi, mempererat indahnya keharmonisan, hingga ketulusan pengorbanan yang terluapkan. 🌏 W•U ...
Chapter 6 : Emboldened
Start from the beginning
