Terakhir kali aku merasakan rasa kenyang, kapan ya
Kutanyakan pertanyaan ini pada diri sendiri
aku tanyakan pertanyaan ini berulang kali pada diri sendiri yg mulai kehilangan emosi
Semakin hari merasa semakin kosong tak berisi tak berguna tak berarti
"sial aku kelaparan"
Yah ini tidak aneh karena aku belum makan dari kemarin, aku tak bohong
kalau ditanya kenapa malas adalah jawaban paling tepat di dunia
kakiku perlahan melangkah gemetaran menuju dapur
"sial nasinya basi"
Mataku dengan jeli mencari makanan yg bisa di makan
bagai oasis ditengah gurun
kutemukan sebuah mie instan tergeletak tak bernyawa di samping kompor yang isi gasnya masih dipertanyakan ada tidaknya
"semesta aku bersimpuh padamu tolong jangan kecewakan hambamu ini yg setengah sekarat karena kelaparan"
Perlahan dan hati hati aku mencoba menghidupkan kompor gas yang ada didepanku
cklek wushhhh
Api keluar menerangi hati yg dipenuhi kekhawatiran, rasa senang membanjiri seluruh tubuh yg masih dilanda kelaparan
"Terimakasih semesta semoga umurmu masih lama"
Candaan yg buruk.
semesta sedang bercanda dan candaanya sangat buruk bahkan lebih buruk dariku
setelah dibuat senang karena gasnya masih ada kini aku dipukul fakta bahwa semua air dikontrakan habis
"sial"
Sudah kurang lebih 2 bulan aku tinggal sendirian di kontrakan yg hanya memiliki satu kamar tidur,satu ruang tamu,satu kamar mandi serta dapur dan sebagai pelengkap aku diberkahi satu penampung air yg lumayan besar
dan sekarang aku tak tau harus bagaimana
apakah aku harus memakan mie itu dalam keadaan mentah bila iya ususku mungkin akan berhenti bekerja keesokan harinya
dalam keadaan lapar dan putus asa kukerahkan sisa tenaga untuk berpikir mencari solusi dari masalah ini
"tetangga"
satu kata itu merujuk pada rumah disamping kananku,aku tidak cukup dekat dengan tetangg aku bahkan bisa dibilang tidak kenal denganya
tapi persetanlah yg penting aku harus makan sekarang buang dulu harga diri yg penting perut terisi
Dengan cepat memantapkan tekad dan menguatkan fisik untuk menuju rumah tetangga itu
Kurang lebih 32 detik berjalan
aku sampai didepan pintu rumahnya dengan agak ragu dan mempersiapkan sedikit muka memelas aku mengetuk pintu rumah itu
"tok tok tok"
"permisi"
Suaraku sangat lemas dan lirih membuatku berpikir penghuni rumah ini tidak mendengarnya
Tapi ternyata langsung ada jawaban
"iya sebentar'
Senyum tak bisa kutahan setelah mendengar suara peremuan dari dalam rumah itu
Entah karena akhirnya ada kesempatan untuk makan atau karena suara perempuan itu yg enak didengar
Tak berselang lama pintu terbuka
Nampak seorang gadis seumuranku berdiri membawa sapu di tangan kanannya
"oh mas mas kontrakan sebelah ada apa ya"
Entah karena efek lapar atau bukan wajah perempuan itu nampak lezat untuk dimakan
"eh iya mbak anu itu"
YOU ARE READING
ADI
Teen FictionDalam dua bulan pelarianya dari kampung halaman karena suatu tragedi, adiputra adinata seorang novelis akhirnya berhasil lepas dari kekangan trauma tragedi tiga bulan lalu di kampung halamanya, namun ia dilanda kekosongan lantaran tujuanya pelariann...
