TERIKNYA matahari membuat kulit kesembilan lelaki yang sedang berdiri di tengah-tengah lapangan itu menjadi terbakar. Keringat membasahi pelipis mereka yang malah membuat mereka semakin terlihat tampan— ralat sangat tampan. Bahkan tidak segan-segan meminta izin ke toilet hanya untuk melihat mereka.
"Aduh hareudang ini!!". Keluh Joy. MOS wantad Sekolah Vibrant School. Joy itu biasa di juluki dengan sebutan 'playboy'. Tidak heran kalau ceweknya selalu gonta-ganti. Ya, Joy adalah bagian inti dari geng yang bernama RELIVATOR. Geng yang dikenal 'kejam' dan geng yang disegani oleh warga sekitar. Kalau kata RELIVATOR tuh gini 'berani usik,berani di usik', itulah Relivator.
"Aduh, babang Arzi haus inii!". Rengek Arziel seraya menghentakkan kakinya sambil berkomat-kamit tidak jelas. Arziel atau di kenal dengan Arzi, sama halnya dengan joy—inti Relivator. Arziel tuh sebelas dua belas lah dengan Joy, memiliki sifat receh dan tukang gombal. Namun ia pintar,tidak seperti Joy.
"Alay". Ujar Zoe dengan gayanya yang sok cool.
"Saga ngajak kita buat war lagi nanti". Lapor Zillo—Kepercayaan 2 Arthala,Ketua Relivator. Zillo tuh orangnya humble, tidak jarang wanita mengejarnya,namun Zillo tak oleng sedikitpun. Mau dia cantik ataupun pintar.
Sedangkan Arthala,yang notabenya adalah 'ketua' dari Relivator sudah mengepalkan tangannya. Yang tadi hormat kini tidak lagi. Alasan mereka dihukum pun karena rivalnya yang bernama VANDALAS tidak ada kapoknya memang geng sampah itu. Sudah kalah tetep aja ngeyel, gak sadar skill dia jauh beda dengan RELIVATOR.
"Gak usah lu ladenin". Balas Leon—Kepercayaan 1,yang tenaganya tak kalah kuat dengan Arthala.
"Iya, bener kata Leon". Ujar Kenath ikut menenangkan Arthala yang amarahnya sudah di ujung ubun-ubun. Kenath itu dikenal dengan sifatnya yang sombong dan angkuh. Membuat para wanita menjadi ilfiel dengannya. Ets- tapi ga semua.
"Dia cuma mau mancing lo. Jadi Lo gak usah kepancing". Ujar Agra dengan santainya.
"Lo pikir, gue terima gitu Relivator dihina sampah,hah? GAK!". Teriak Arthala lantang.
"Tenang ar". Balas Raisha. Atau dikenal dengan sebutan Rai.
"Diem nyet! Berisik! Tolol. BuRoh nanti denger--". Belum selesai Zoe berbicara sudah datang bencana besar. Yap, dan benar saja—guru yang bernama BuNuhroh atau terkenal dengan BuRoh datang dengan tongkat yang senantiasa ia bawa untuk menghukum murid yang nakal. Tubuhnya yang besar dan lorong sekolah yang sepi membuat bangunan sekolah itu menjadi bergetar.
"Heei... Kalian!". Suara yang membuat siapapun menjadi mual. BuRoh memang dikenal dengan suaranya yang bernada. Sekarang aja dia manggil pake nada dangdut. Valid biduan gagal. Selain itu juga BuRoh itu suka latah.
"Iyaaaa.. keenapa ibu". Jawab mereka serempak.tidak dengan Arthala yang malah memasang muka datar. Mereka menjawab dengan nada dangdut seperti yang di lakukan BuRoh.
"Siapa yang menyuruh kalian menurunkan tangan?, Cep--". Belum selesai BuRoh berbicara suara bel berbunyi dan yang pasti kedelapan inti Relivator itu senang.
Kring.. kring kring.
"Aduh ibuu, sudahh istirahat bukkaann". Teriak Joy sembari memadai suaranya. Sedangkan BuRoh sudah latah dan kesal. Lagi dan lagi ia di kerjain oleh muridnya.
"Heii! hei hei". Latah buRoh. Sedangkan ketujuh makhluk hidup itu sudah terbahak-bahak sampai Joy yang sudah tertidur di lapangan sambil memegang perutnya.
"Kurang ajar kalian!". Teriaknya lalu hendak memukul mereka dengan tongkat kesayangannya. Namun sekuat tenaga mereka mencoba menghindari pukulan tongkat maut itu.
ŞİMDİ OKUDUĞUN
ARTHALA
Genç KurguFOLLOW SEBELUM MEMBACA!!! Arthala Denendra. Pemimpin dari sebuah geng bernama 'Govaroz' geng yang paling disegani karena kelakuannya yang kejam. Cowok yang memiliki mata yang tajam dan paras yang rupawan. Parasnya yang tampan membuat para kaum hawa...
