Prolog

560 147 242
                                        


19.30

Gadis cantik yang sudah bersiap dengan dress merah marun. Ia sudah dalam perjalanan menuju pertemuan para instafamous. Menaiki mobilnya yang dia beli sendiri dengan uang hasil endorse berbagai barang yang dia posting di Instagram.

 Menaiki mobilnya yang dia beli sendiri dengan uang hasil endorse berbagai barang yang dia posting di Instagram

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Meski baru berusia 17 tahun, ia sudah ahli dalam menyetir.

Dia adalah Keyla Aurelia Syahira.

Saat ia melewati jalanan yang sedikit sepi tiba-tiba ada segerombol motor yang mengikutinya. Ia menyadari itu, tapi sebisa mungkin agar tetap tenang dan menaikan kecepatan mobilnya.

Tetapi ada satu motor yang berhenti tepat didepannya. Membuat Keyla mau tak mau berhenti. Meskipun sebenarnya dia takut setengah mati.

"Keluar woi!" teriak salah satu dari mereka.

Keyla bingung harus bagaimana, ia tetap diam didalam mobil.

"Kalo nggak keluar, gue pecahin kaca mobil lo!!"

Orang-orang itu terus berteriak dan menyuruh pemilik mobil untuk keluar, dengan sesekali menggebrak mobil dihadapannya itu.

Gadis itu bingung, dirinya tau dalam bahaya. Tetapi jika ia tetap diam di dalam sana, orang-orang di luar mungkin saja akan bertindak di luar dugaan.

Keyla memberanikan diri untuk keluar, meskipun perasaannya sangat takut setengah mati. Sudah sangat jelas mereka adalah segerombol orang jahat.

"Eh ternyata cewek cantik toh? wah lumayan nih!"

"Mau apa kalian?!" tanya Keyla, mencoba menepis rasa gugupnya.

"Ikut abang yuk!" ucapnya memegang lengan Keyla.

Plakk!

Refleks Keyla menampar lelaki tersebut, untuk pertama kalinya ada lelaki yang berani menyentuh Keyla sembarangan.

"Berani ya sama gue?! cepet bawa aja lah, kelamaan!" ucapnya kesal dan menyuruh teman-temannya untuk beraksi.

"Heh kalian mau ngapain?! Jangan macem-macem!!" bentak Keyla saat mereka berpencar dan mendekat.

"Diem lo!" balasnya dengan bentakan.

"TOLONG! TOLONG!!" teriak Keyla tanpa ragu, meskipun kelihatannya tempat itu sepi.

"Diem! sini kasih dompet lo! sama itu, semua perhiasannya juga lepas."

"Nggak mau!! SIAPAPUN TOLONG!!!"

Tiba-tiba ada satu motor lagi yang mendekat kerumunan itu "woi pergi kalian dari sini atau gue panggil polisi?!!"

"Panggil aja!! kita nggak takut!!" mereka malah menantang.

"Ck, beraninya sama cewek." Sang pemilik motor itu melepaskan helm-nya, lalu turun dari kendaraannya. Siapa sengka ternyata dia adalah orang baik, Keyla kira dia itu bos dari mereka yang telat datang.

"Tiga lawan satu! jangan berani cuma sama cewek! kalo gue menang, kalian harus pergi!" ucap cowok yang memakai setelan rapi tersebut, berdiri di dekat Keyla

"Udah, lo masuk aja ke mobil, biar gue yang urus," ucapnya, lalu membukakan pintu mobil untuk Keyla.

"Lo yakin bisa lawan mereka sendirian?" tanya Keyla meragukan. Pasalnya selain dari jumlah, badan orang-orang itu juga nampak lebih besar ketimbang cowok tersebut.

"Keadaan begini nurut aja, bisa?"

Keyla terpaksa masuk ke mobilnya, dan tak lama kemudian mereka memulai perkelahian. Gadis itu khawatir, cowok yang akan menolongnya itu menggunakan jas rapi. Pasti sulit bergerak untuk berkelahi.

Lalu Keyla memutuskan untuk menelpon Polisi.

Bughh!

Bugh!!

Bughh!!!


WIUU WIUU WIUUU ~

Pergerakan mereka terhenti saat mendengar adanya mobil Polisi yang mendekat, lalu mereka kabur dan pastinya dikejar oleh mobil polisi tersebut.

Setelah itu Keyla turun dari mobil dan bergegas menghampiri cowok itu. Dia sudah terkapar diatas aspal, dengan adanya luka yang lumayan banyak dan sudah pasti itu sakit.

Keyla jongkok disampingnya, dan membantunya untuk berdiri.

"Yaampun maaf lo jadi begini gara-gara nolongin gue ... lagian kenapa tadi kita nggak kabur bareng aja sih? kan lo jadi luka begini, udah tau badan mereka besar—"

"Bawel, ngapain lo keluar sendiri malem-malem begini? sadar nggak kalo lo itu cewek?" setelah memotong ucapan Keyla, ia malah gantian mengomel.

"Iya gue tau, gue mau pergi ke—"

"Pertemuan Instafamous?" dia kembali menyela.

"Kok tau?"

Cowok itu berjalan menuju motor miliknya, "penampilan lo, yaudah ayo bareng aja biar gue jaga di belakang lo."

"Hah? tapi itu kan belum diobatin! emang masih bisa naik motor?" Keyla mengikuti langkahnya.

"Nanti gue gue obatin sendiri, udah cepet nanti terlambat."

"Okay."

⚆⁠ᴥ⁠⚆

"Hai guys, gue belum terlambat kan ya?" sapa Keyla saat sampai di tujuan.

"Enggak, masih ada 5 menit lagi. Lo kenapa keringetan? bukannya kesini naik mobil?" tanya salah satu instafamous sekaligus teman dekat Keyla.

"Tadi gue hampir aja dirampok, untung ada dia," ucap Keyla sembari menunjuk cowok yang sedang sibuk mengobati lukanya.

"Itu kan Coki?! Dia instafamous Malaysia, kok bisa sampe sini ya?"

"Hah?! instafamous Malaysia? siapa tadi namanya? Coki?"

Setelah kejadian itu, Keyla mencari tahu tentang Coki. Karna ia lupa mengucapkan terimakasih nya.

Tetapi setelah pertemuan pertamanya, Coki kembali ke tempat asalnya, Malaysia.

~•oOo•~







Gimana? Bagus? Atau Gajelas?
Cerita ini murni imajinasi Author.
Eh imajinasi atau halu?
Dua-duanya Okelah hehe.






See you next chapter!

The pursuit of loveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang