0

8 1 0
                                        

Masa MOS atau Masa orientasi siswa sudah selesai dilaksanakan 3 hari yang lalu. Saat ini semua murid tengah berkumpul di aula besar menanti pengumuman pembagian kelas yang akan ditempati. Satu persatu nama siswa telah disebutkan dengan bagian kelas nya. Gue berdiri diantara ribuan siswa yang berhasil lulus masuk di sekolah ini.

Selesai pembagian kelas,kami digiringkan masuk ke dalam kelas masing-masing ditemani dengan salah satu Osis yang memimpin kami.

"Nah ini kelas kalian" Katanya, menunjuk sebuah kelas yang keliatan sama aja kayak kelas yang lainnya.

"Kebetulan dekat sama ruangan Multimedia,tapi jangan khawatir karena Ruangan Multimedia itu kedap suara jadi kalian gak akan terganggu sama suara dari Multi" Terang Kakak osis yang bernama Izal itu. Gue cuma manggut-manggut aja sebagai respons.

"Terus-

"Kak bisa gak kita masuk ke kelas dulu?jelasin nya dikelas aja gitu biar enak,pegel nih" Celetuk salah seorang dari anggota kami.

Untunglah ada yang berani speak Up, kaki gue juga pegel dari tadi berdiri mulu.

Kakak osis itu ngangguk dan kami semua pun di persilahkan masuk,tapi baru aja kita menginjakan kaki satu langkah, Kak Izal kembali memberi kami intrupsi.

"Kalian masuk duluan aja,Saya di panggil Pak Subadna ke ruang guru nanti saya kembali lagi ,jangan berisik!"

Padahal mau lama-lama juga gak papa Kak.

Gue dan semuanya masuk dan memilah-milah meja mana yang akan kami duduki. Dua mata gue tertuju ke meja jajaran kanan dekat jendela barisan ke 4 karena cuma itu meja yang tersisa.

Gue duduk dengan manis disana, dan menghela nafas lega karena cape udah seharian berjalan mengelilingi sekolah.

"Ekhem" Gue mendongkak saat mendengar seseorang berdehem.

Cowok jangkung berkulit eksotis menatap gue dengan tatapan datar. Gue membalas tatapan dia seakan bertanya,Apa?

"Pindah ke belakang!" Perintah nya. Gue mendelik gak suka ke arah dia. Apa katanya?pindah? enak aja! Gue yang pertama duduk disini itu berarti gue yang lebih berhak dapat meja ini. Padahal meja ini memiliki dua kursi kenapa Dia gak duduk disebelah gue aja? Tapi mungkin akan cukup aneh kalo kita duduk berdua,sedangkan kita berbeda gender apalagi belum mengenal satu sama lain.

"Denger ya,gue udah lebih dulu duduk disini jadi gue lebih berhak dapat meja ini" Cowok itu berdecak lalu berjalan ke arah belakang meja gue yang kursi nya sudah terisi satu orang.

"Ca!" Gue nyaris terlonjak kaget saat seseorang manggil nama panggilan gue.

Loh?Via
Fyi,Via adalah temen satu alumni gue, jadi gue kenal Via dan begitu pun sebaliknya.

"Duduk sini" Gue menunjuk kursi sebelah kiri gue yang masih kosong.

Via duduk disitu dengan semangat dan senyum yang mengembang. Tak lama kemudian Kak Izal datang dengan wajah yang terlihat lelah, ya bagaimana gak cape kita tadi udah keliling sekolah yang luas ini, terus Kak Izal disuruh Pak Subadna ke Ruangan guru yang letak nya lumayan jauh dari kelas kami. Itulah alasan mengapa gue gak pernah ada niatan untuk ikut Organisasi di sekolah, ya karena cape dan gue anak nya mageran tapi bukan berarti gue males yaa.

Mager sama males kan beda tipis hhehe

"Ca lo tau gak kita sekelas sama Fiko Algifra?

HA? Fiko Algifra siapa?artis?idol k-pop?selegram?

Gue menggeleng, Via natap gue dengan tatapan gemas.

"Ih masa lo gak tau sih?noh liat didepan udah pada rame cari Fiko" Gue melihat ke arah pintu. Dan Ya,disana banyak banget cewek yang berusaha masuk ke kelas namun ditahan oleh Kak Izal.

IMAGINEDes histoires addictives. Découvrez maintenant