1

12 2 1
                                        

Hari ini seperti biasa Rury membantu ayahnya berjualan bunga di sebuah toko kecil pinggir jalan raya. Pagi ini semangatnya merekah setelah melihat sebuah video berjudul "sukses dimulai dari hal kecil" yang ia tonton semalam bersama ayahnya.

Sudah hampir berjalan 2 tahun ibu nya meninggalkan Rury bersama Ayahnya. Terpaksa, toko kecil bunga itu harus berpindah tangan oleh Rury dan ayahnya. Tokonya mulai buka pukul 07;00 pagi sampai dengan pukul 19;00 malam. Seharinya bunga tersebut bisa terjual sebanyak 150. Dengan harga paling murah sebesar 50.000. Rury tidak suka bunga, karena ia sewaktu kecil pernah mempunyai alergi terhadap bunga. Syukur alergi tersebut kini sudah tidak pernah kambuh. Hanya saja, Rury berjaga-jaga takut alerginya bisa menyerangnya kapan saja.

"Uyi?sudah siap?" tanya ayah padanya.

Uyi adalah panggilan kecil Rury dari ayah dan ibunya.

"Siap," balasnya.

Tak lama Rury mulai membuka pintu dan jendela toko agar matahari dan udara bisa menyelinap masuk mengisi ruangan tersebut. Toko bunga yang diberi nama Kembang Store itu terbilang cukup ramai pada pagi dan siang hari. Dibeli oleh kalangan remaja yang ingin memberikan kekasihnya sebuah hadiah. Rury dan ayah tidak mempermasalahkan itu sama sekali. Mereka berdua justru senang, jika toko bunganya bisa memberikan kepuasan untuk para pelanggannya.

Toko itu memiliki satu pelanggan setia wanita yang biasa berkunjung sekedar membawakan sarapan untuk Rury dan ayahnya. Tak ada satupun pikiran buruk Rury tentang wanita itu. Banyak orang yang berkata mungkin itu cara untuk merebut hati Rury karena berniat mencari perhatian sang ayah. Jika iya pun tidak apa, Rury senang karena wanita itu sangat mirip dengan Almh, ibunya yang sangat baik dan cantik.

Rury hari ini tidak ada kelas. Jadi ia bisa bersenang-senang di toko mendengarkan sebuah musik favoritnya sambil melanggani pelanggan yang berkunjung.

"Uyi, ayah ke kelurahan sebentar yah. Mau ngasih berkas ayah."

Rury mengangguk. Meski ditinggal ayahnya selama apapun Rury juga pandai menghendle toko jika sedang ramai-ramainya.

Karena masih sepi, Rury memainkan ponselnya sejenak. Menyalakan speaker bluetooth dan menyambungkannya dengan hp yang sudah siap dengan beberapa musik baru. Jemari Rury asik menaik turunkan layar sampai tidak sadar jika wanita yang sering berkunjung ke tokonya sudah tiba dan memanggilnya.

"Morning," ucapnya di depan pintu dan Rury tetap belum sadar.

"Morning love?" ucapnya yang kedua kali.

Ketiga kalinya terpaksa wanita itu harus mengetuk pintu toko Rury hingga Rury menjatuhkan ponselnya. Wanita paruh baya itu tak tahan menahan cekikikannya sehingga wajah Rury semerah tomat.

"Ih tante, maaf Rury ga tau." ucapnya sembari mencium punggung jari wanita itu.

"Gapapa sayang, kayaknya juga kamu lagi asik banget hehe."

"Ayah kemana?" tanya nya lagi.

"Ayah lagi ke kelurahan tan, ngasih berkas."

Wanita itu mengangguk paham, lalu menaruh makanan yang ia bawa ke atas meja. Sifat kepo Rury muncul untuk mengecek apa yang baru saja di letakkan oleh wanita yang ia panggil tante itu.

"Tante ini apa?"

"Sarapan sayang, tadi Tante beli sarapan lebih 2." bohong wanita itu yang Rury sudah tau.

Sebenarnya Rury sudah tau jika itu hanyalah sebuah alibi dari wanita itu agar Rury dan ayah bisa memakan sarapan yang dibelinya.

"Makasih tante, tante sendiri udah makan?"

Wanita itu mengangguk tersenyum. Kemudian berpamitan menuju kantornya pada Rury yang sedang menyantap sarapannya.

"Hati-hati tante!"

Wanita itu adalah tante Suci. Wanita yang berusia 3 tahun lebih muda dari ayahnya. Awal keduanya dekat berawal dari Suci yang selalu membeli bunga setiap minggunya. Membuat Rury merasa nyaman setiap kali berinteraksi dengan Suci yang selalu tersenyum menyapanya.

Bel pintu menandakan ada seseorang yang masuk berbunyi. Refleks Rury menoleh dan bangkit dari kursi makannya untuk menghampiri customernya hari ini.

~

Hi, ini cerita baru lagi.

Aku bikin ini murni dari hasil gabut yang tiba-tiba terlintas dipikiran aku ya teman😂
Oh iya, maaf bgt aku ga jago bikin kata-kata nya itu, huhu. Jadi kalo aku lebih banyakin percakapannya, brti aku lgi stuck ya.

Happy reading♡

ReturnWhere stories live. Discover now