Gara.
Tatapan tajam milik cowok dengan jaket hitam dengan lambang elang dibelakangnya seakan ingin membunuh lawannya didepan sana. Dibelakangnya sudah lengkap dengan para pasukan yang membawa berbagai alat tempur.
"Cemen lo semua!" teriak cowok itu sambil mengacungkan telunjuknya menantang.
"Serang!!!"
Seakan mendapat perintah penting, para anggota yang sudah bersedia dibelakangnya bergerak maju menyerang lawannya. Begitupun lawannya yang ikut bergerak melawan, sehingga menimbulkan suara kedebug gaduh.
"LO YANG BAKALAN KALAH GAR!" pekik lawan Gara seraya memukul wajah Gara. Bukan Gara namanya jika tidak membalas dengan brutal. Gara memukul, menendang lawannya itu tanpa ampun.
"LO YANG BAKALAN KALAH BANGSAT!" umpat Gara masih dengan memukuli lawannya itu dengan brutal seakan tak ingin memberi celah.
Sementara itu cewek dengan rambut panjang yang ia ikat tinggi sedang berjalan santai sambil mengayunkan kantung kresek belanjaannya. Senyum manis terlukis indah dibibir pinknya. Senandung kecil melengkapi perjalanannya.
"Cantik banget langitnya, kayak gue" ucap cewek itu diiringi kekehan geli.
"Serang!!!"
Bugh bugh bugh
Langkah kaki yang dibalut sandal jepit itu terhenti ketika mendengar suara kedebug rusuh. Ia tengak-tengok mencari asal suara yang sangat tak mengenakkan itu. Mata bulatnya mengerjap pelan. Didepan sana sudah banyak gerombolan anak SMA yang sedang tawuran. Dilihat dari baju putih abu-abunya bisa dipastikan mereka masih SMA. Banyak dari mereka yang sudah tergeletak dengan lebam disekujur tubuh.
Dengan keberanian dan tekad yang kuat, cewek itu berlari kearah gerombolan tawuran itu.
"WOI! ANJIR! NGGAK USAH TAWURAN GINI WOII !" cewek itu berteriak kencang agar para anggota tawuran bisa menghentikan kegiatan unfaedah mereka.
Tak ada sahutan cewek itu masuk kedalam pertempuran abal-abal ini. Beberapa kali ia melindungi dirinya dengan tangan agar tidak kena pukul.
"Woii! Pada dengerin gue ngga sih! Berenti udah woi!!" pekik cewek itu lagi. Napasnya terengah-engah karena berlariN ditambah berteriak tadi.
Matanya menangkap cowok yang sedang memukuli lawannya dengan brutal. Bisa dilihat betapa sangarnya cowok itu saat ini. Jaket hitam dengan logo elang membuat cewek itu yakin jika itu adalah ketua geng tawuran ini. Ia segera melangkah menuju cowok itu.
Cewek itu menepuk punggung yang dilapisi jaket, "Bisa nggak sih nggak usah tawuran gini?! Berenti nggak lo!!" cewek itu kembali memekik.
Gara yang merasa punggungnya ditepuk pun menoleh. Rasanya tak ikhlas jika ia memberikan celah pada lawannya hanya untuk menoleh sekalipun, namun ia lakukan. Ia sedikit terkejut ketika mendapati cewek yang beraninya masuk kedalam tawuran.
"Minggir aja lo cewek!"
Mendengar jawaban dari cowok itu cewek ini tak terima, "Terus kenapa kalo gue cewek, hah!!" tantang cewek itu.
Gara berdecak menghiraukan dan melanjutkan acaranya menghabisi lawannya yang sudah tergeletak lemah penuh lebam ini.
"WOI NGGA KASIHAN APA SAMA TUH ORANG!!" pekik cewek itu kencang-kencang. Namun kenyataannya Gara tak menghiraukan dan terus menghantam lawannya.
Tak mendapat balasan, cewek itu mendorong kepala Gara, "HEH! KASIHAN TUH ORANG LO PUKULIN ANJING!"
"Shit!" umpat Gara menghentikan pukulannya dan menarik cewek itu keluar dengan kasar.
"Ish! Sakit tau nggak!" cewek itu bergerak kesakitan. Tangannya yang ditarik oleh Gara kini memerah bahkan sudah berdarah.
Gara melepaskan tangan cewek itu kasar, "Lo ganggu tau nggak, hah!!" bentak Gara.
Cewek itu terkejut sekaligus takut, "Ya kalian juga kenapa harus tawuran! Masalah itu bisa dibicarain baik-baik!"
Gara tersenyum miring, "Tau apa lo?! Kita nggak akan tawuran kalo mereka nggak nantangin kita bego!" Gara mendorong jidat cewek itu.
"Ya lo mikir dong! Kalo mereka yang lo pukulin sampe mati gimana, HAH?! Ngotak dikit dong!!"
Gara tertegun mendengar penuturan cewek itu yang mungkin ada benarnya, namun ego dan emosi sudah menguasai diri Gara maka tak akan ada yang bisa menghentikannya. Persetan dengan lawannya yang cemen itu jika nanti akan mati, bahkan, itulah keinginannya.
"Lo nggak tau apa-apa ya! Nggak usah urusin urusan gue!" setelah mengatakan itu Gara berjalan menjauh menuju gerombolan gengnya yang masih memukuli lawan.
"Stop!" teriak Gara memberi kode agar anggotanya menghentikan tawuran yang sudah dipastikan gengnya lah yang menang atas tawuran kali ini.
Gerombolan geng milik Gara telah pergi meninggalkan area tawuran menyisakan derum motor mereka yang memekakan telinga. Sementara itu lawan mereka telah terkapar ditengah jalan dengan lebam dan darah yang memenuhi tubuh.
"Cowok gila!" umpat cewek itu tak habis pikir.
***
Haiiii
Selamat datang dicerita GARA
Jadi cerita ini mengisahkan tentang Garandong dan Tini guys hehe
Mereka itu ga pernah akur, sekalinya ketemu pasti ribut. Tapi, pepatah cinta karena terbiasa mungkin bakalan cocok buat couple gemesh ini.
Jadi ikutin cerita ini sampe end yaa..
Sayang kalian banyak banyakk😘
YOU ARE READING
GARA
Teen FictionTampan, sangar, bad boy, tawuran, geng motor, sekiranya itulah yang dapat menggambarkan seorang cowok yang memiliki tatapan tajam ini, Gara. Jabatan ketua geng menjadi primadona dalam dirinya. Eits, tapi jangan lupakan wajah tampannya bak dewa yunan...
