Bagian 1

25 3 2
                                        

"HAPPY BIRTHDAY, CHIRAAA!!!" teriak Tita, salah satu teman Chira di kelas 11 IPA 2 begitu Chira membuka pintu kelas. Beberapa temannya meletuskan conffeti dan tak lama kemudian terdengar suara teman-teman sekelasnya serentak menyanyikan lagu 'Selamat Ulang Tahun', membuat suasana kejutan ulang tahun untuk Chira semakin semarak. Untung saja saat ini sedang istirahat sekolah, jadi tidak ada guru yang mengomel karena terganggu jam mengajarnya. Namun beberapa anak dari kelas lain terlihat mengintip dari balik jendela, memperhatikan huru-hara yang saat ini sedang terjadi di kelas itu.

Chira masih terdiam di depan pintu kelas, kaget dengan kejutan ulang tahun yang diberikan oleh teman-teman kelasnya. Melihat Chira yang malah bengong di depan pintu membuat Tita segera menarik tangan Chira untuk masuk ke dalam kelas, membawanya ke depan kue ulang tahun yang dipegang oleh Devi. Chira tersenyum lebar, ikut bertepuk tangan mengiringi nyanyian ulang tahun yang dilantunkan oleh teman-temannya hingga selesai.

"Selamat ulang tahun yang ke-17, Ra. Lo make a wish dulu abis itu tiup lilinnya." ucap Devi setelah mereka semua selesai bernyanyi.

Chira memandangi sejenak lilin yang menyala di atas kue ulang tahun itu. Angka 1 dan 7. Masih dengan senyuman lebar di wajahnya, ia memejamkan mata, mengucap doa dalam hati.
Kemudian, "Fuhhhh" Chira meniup lilin ulang tahunnya itu.

"Yey! Sekali lagi happy sweet seventeen ya, my best partner in crime!" teriak Tita sambil
memeluk Chira erat.

Chira tertawa kecil, membalas pelukannya. "Thanks ya, Ta."

Setelah itu semua teman-teman kelasnya bergantian memeluk Chira. Keadaan ini dimanfaatkan oleh beberapa anak laki-laki untuk menyelundupkan kue ulang tahun Chira ke kursi paling belakang.

"Ra, kuenya kita makan ya!" teriak Dimas, salah satu dari beberapa anak laki-laki itu. Chira mengacungkan jempolnya, tanda setuju. Sontak kue itu langsung dikerumuni oleh barisan para anak laki-laki yang sudah kelaparan, mengingat saat ini memang jam istirahat makan siang.

--- O ---

"Oke, Ta. Sekarang waktunya lo jelasin ke gue siapa yang nyari tau tanggal ulang tahun gue dan ngerencanain semua kejutan ini." ucap Chira pada Tita setelah keduanya selesai membereskan sisa-sisa conffeti yang berjatuhan di seluruh lantai kelas. Mereka berdua terduduk di kursinya. Tita adalah teman sebangku Chira.

"Wait, Ra. Capek banget nih gue. Tarik nafas dulu bentar." jawab Tita sambil menghabiskan air yang tersisa di botol minumnya. Ia menyeka keringat yang menempel di dahinya.

"Oke." ucap Tita mulai mengawali ceritanya. Ia menoleh, sehingga posisi ia dan Chira menjadi
berhadapan.

"Jadi, yang bertugas untuk cari tau tanggal ulang tahun lo itu gue. Sumpah ya, Ra! Susah
banget nemuin tanggal lahir lo. Gue kira lo alien dari antah berantah yang gak punya tanggal lahir, tau-tau udah muncul aja sendiri di bumi." lanjutnya sambil tertawa.

Chira hanya tersenyum mendengar jawaban Tita. Ya, ia tau pasti sangat sulit bagi Tita untuk mencari tau tanggal ulang tahunnya. Chira hanya punya sedikit media sosial dan di media sosial yang ia miliki pun Chira tidak pernah mencantumkan tanggal lahirnya.

"Tapi gue gak nyerah, Ra. Gue lanjutin misi mencari tanggal ulang tahun lo sampai akhirnya Devi ngasih ide cemerlang ke gue supaya gue coba cari tau tanggal lahir lo ke bagian administrasi sekolah." ucap Tita sambil menghela nafasnya sejenak.

"Tadinya bagian administrasi sekolah gak mau ngasih data pribadi lo ke gue. Tapi setelah gue
rayu pake jurus yang paling maut, akhirnya ibu admin luluh dan ngasih data pribadi lo ke gue.
Voila! Ketemu deh tanggal ulang tahun lo! 30 September." lanjutnya sambil tertawa bahagia,
bangga karena hasil kerja kerasnya menjadi detektif dadakan akhirnya terbayar. Kejutan ulang tahun Chira hari ini benar-benar seru dan anak-anak kelasnya tidak begitu sulit dikoordinasi sehingga kejutan ulang tahun Chira tadi bisa sukses.

ESOKWhere stories live. Discover now