"Aku mau tinggal di Jakarta, Bun. Hitung-hitung latihan biar bisa lebih mandiri sebelum nanti kuliah lebih jauh lagi dari sini. Di Jakarta tinggal bareng temen-temen juga kok, aku gak sendirian."
Anak laki-laki berumur 15 tahun itu tengah duduk di ruang keluarga bersama kedua orang tuanya. Mereka sudah duduk disana kurang lebih 10 menit, tetapi putra sulung mereka itu baru berani melontarkan isi pikirannya.
Kedua orang tuanya saling menatap satu sama lain, sedikit terkejut. "Kamu yakin? Jakarta jauh, Arsa. Bali ke Jakarta itu jauh," ucap perempuan yang umurnya sudah hampir mencapai kepala 4, yakni Sang Bunda.
"Iyaa, aku yakin. Disana banyak temen-temen aku kok, Bun. Jadi, ayah sama bunda gak perlu khawatir. Aku juga bisa jaga diri selama tinggal disana." Laki-laki yang bisa di bilang umurnya masih cukup muda itu tetap berusaha membujuk kedua orang tuanya.
Arkasa Dhanantara, laki-laki yang kerap di sapa Ardhan ini baru saja memulai pendidikan di salah satu SMA terbaik di Bali. Ardhan tinggal bersama keluarganya di pusat kota, yang terdiri dari ayah, bunda, dan dua adik perempuannya.
Ardhan akan terus berusaha untuk membujuk ayah dan bundanya sampai mereka berdua memberikan ijin kepadanya untuk tinggal di Jakarta. Menghabiskan masa-masa yang katanya, masa paling indah dalam hidup, yaitu masa SMA. Dia sudah cukup yakin dengan keputusannya, Ardhan ingin mencoba keluar dari zona nyamannya.
"Oke, ayah sama bunda ijinin kamu. Asal kamu bisa pegang omongan sama janji kamu, gimana?" Ayah Ardhan akhirnya membuka suara setelah lama terdiam, berusaha menentukan pilihan terbaik untuk putra kesayangannya itu.
Lengkungan lebar terbit pada wajah manis Ardhan, dia mengangguk antusias. "Iya pasti, aku bisa pegang itu semua. Makasih banyak, Arsa sayang ayah sama bunda."
Ardhan bangkit dari posisinya kemudian memeluk tubuh kedua manusia paling berharga dalam hidupnya. Dia berjanji, dia akan berusaha yang terbaik agar tidak menghancurkan kepercayaan kedua orang tuanya.
VOUS LISEZ
Home of Buddies
Roman pour AdolescentsArkasa Dhanantara, laki-laki dengan umur yang bisa dibilang masih cukup muda itu memberanikan diri untuk keluar dari zona nyamannya. Dia berhasil mendapatkan ijin dari kedua orang tuanya untuk menghabiskan masa sekolah menengah atasnya di Ibu Kota...
