Hai, aku comeback
Siapa yang kangen sama cerita aldevaro?
Btw cerita ini versi baru ya
Happy reading!
Zahra mendaratkan bokongnya di kursi, keringat di pelipisnya membuat ia harus bolak-balik mengelapnya. Rambut di kucir kuda membuat dirinya semakin terlihat aura kecantikannya.
Leher jenjang putihnya sangat menggoda membuat para lelaki menelan saliva kasar. Bara yang berada di samping Zahra menatap horor laki-laki yang menatap terang-terangan ke arah adiknya lapar.
"Shit, bisa gak sih, Ra. Kunciran lo lepas aja?" tanya Bara kesal.
"Gerah gue, bang!"
Zahra dan Bara adalah saudara kandung, mereka terlahir kembar. Bara yang lebih tua dibandingkan Zahra hanya selisih dua menit.
"Lo liat tatapan kan tatapan buaya kelas gimana?"
Zahra memutar bola mata malas, sifat possessive Bara yang terlalu berlebihan menurut dirinya jengah jika berlamaan dengan abangnya itu. "Bisa gak sih lo diem sehari aja?"
"Gue cuma takut dari pandangan mereka aja begitu ke lo!"
"Lagian gue juga bisa jaga diri bang, gue udah dewasa kali."
Bara menatap Zahra gemas, menurutnya Zahra adalah tetap adik kecilnya seperti dulu walaupun umurnya berbeda. "Lo tetep adik gue yang paling, paling kecil dari dulu sampai sekarang, cuma bedanya umur lo makin kesini udah beranjak remaja. Tapi tetep gak ngubah sama sekali bagi gue." ujarnya sambil mencubit kedua pipi gembul Zahra.
"Sakit bang. Kebiasaan banget sih nyubitin pipi orang!" ketus Zahra.
Bara tertawa kecil. Sangking gemasnya ia mengacak pelan rambut Zahra. "Gemes banget sih adik gue!" ujarnya.
Sedangkan teman sekelasnya yang lain menatap keduanya iri sampai ada yang teriak-teriak tidak jelas.
"Bara abangnable banget."
"Pengen deh jadi adiknya,"
"Sama adiknya aja begitu, apalagi sama pacarnya."
"Adiknya aja udah berasa jadi pacarnya."
"Zahra! Gue siap kok tukeran posisi sama lo."
Bara memutar bola mata jengah. Sampai kapan pun tidak bisa ada yang menggantikan posisi adiknya. Rasa sayang Bara terhadap Zahra begitu besar, sampai-sampai tidak bisa dihitung sangking besarnya.
"Ck, gue tahu pikiran lo kemana sekarang. Mending dengerin lagu nih make earphone." Zahra memasangkan satu earphone miliknya ke telinga Bara dan satunya lagi ia pasangkan ke telinganya.
Bara terkekeh, tahu saja adiknya ini jika merubah moodnya. Kemudian Bara menyenderkan kepala Zahra ke pundaknya.
¤¤¤
"Udah dapet izin dari abang lo?" tanya Jingga.
"Udah kok, tapi cuma sampai jam tiga." balas Zahra.
YOU ARE READING
ALDEVARO
RomanceNote : aldevaro versi baru Aldevaro Bagaskara, cowok tempramental yang memiliki segudang musuh. Anehnya sifat dan sikapnya yang brutal akan berubah menjadi manis hanya ketika dengan satu seorang perempuan. Nikah diumur 17 tahun membuat Zahra pusing...
