"Mau Kakak apa sih?" tanya Alesya.
"Gue cuma mau lo jadi pacar gue!" jawab Kenzo.
"Gue gak mau, gue benci sama lo Kak, gue gak mau jadi pacar lo!" tegas Alesya.
"Lo harus mau! gue sayang sama lo!" jawab Kenzo.
"Sayangnya gue enggak!! paham!!" ja...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Awal mula dari semuanya, pertemuan pertama Alesya dengan Kenzo. Mereka sekolah di SMA Galaxsy internasional scholl, Alesya mengambil jurusan X-Mipa 5. Pagi hari yang sangat cerah kini menjadi suram dan menjengkelkan bagi Alesya.
Setelah sampai di sekolah ia berjalan seperti biasa, banyak yang mengaguminya karna kecantikan wajahnya dan kebaikan hatinya. Alesya memang baik kepada cewe, tapi kalau ke cowo ia jutek.
Brukkk.
"Awww," rintih Alesya kesakitan dan lututnya sedikit berdarah.
"Lo kalau jalan itu liat-liat dong!" bentak seorang laki-laki.
"Lo yang salah juga, kenapa lo malah ngebentak gue hah!" ujar Alesya kesal.
"Lo tuh yang salahh, bukan gue!" tegas laki-laki itu.
"Eh yaa ... kenalin gue Kenzo, lo siapa?" tanya Kenzo, ya ... laki-laki itu adalah Kenzo.
"Gue gak butuh nama lo!" ujar Alesya.
"Bodo amat, gue ngenalin sendiri aja." ujar Kenzo santai.
"Gila lo," ujar Alesya.
"Siapa yang gila?" tanya Kenzo.
"Lo lah siapa lagi!" tegas Alesya.
"Gue masih waras ogeb," jawab Kenzo.
"Dihh ngegas," ujar Alesya.
"Serah gue lah, mulut-mulut gue!" jawab Kenzo.
"Gak peduli!" jawab Alesya.
"Btw lo kelas X yah?" tanya Kenzo.
"Iya! mau apa lo?" tanya Alesya.
"Gue cuma mau bilang! gue Kakak kelas lo!" ujar Kenzo.
"Oh ya? emang gue peduli gituh?" sinis Alesya.
"Harus!" jawab Kenzo.
"Lah kenapa?" tanya Alesya.
"Ya karna gue cowo yang paling ganteng sejagat," jawab Kenzo.
"Hah? lo ganteng, gak salah tuh gue?" tanya Alesya.
"Ya engak lah!" jawab Kenzo.
"Dahlah gue mau ke kelas, by!" ujar Alesya sambil berjalan menuju kelasnya.
Kenzo masih berdiri di tempatnya, ia terus menatap Alesya yang semakin menjauh darinya. Tanpa ia sadari, Kenzo tersenyum ke arah Alesya berjalan.
"Menarik," ujar Kenzo.
"Gue harus bisa dapetin lo!"
"Lo harus jadi milik gue,"
"Lo gak boleh jadi milik orang lain!"
Tiba-tiba ada beberpa orang yang mengagetkan Kenzo.
"Woyy ngapain lo?" tanya Rafael.
"Iya nihh, lo suka yah sama tu cewe?" tanya Rico.
"Cieee nihhh yang lagi kasmarann!" ujar Elvan.
"Lo harus bisa dapetin dia!" seru Diandra.
"Pasti, tunggu aja oke!" tegas Kenzo
"Okee kita liat nanti," ujar Rico.
"Eh tapi gue liat-liat ni yah, cewe itu gak gampang buat di deketin." ujar Elvan.
"Iya tuh, tadi ajah pas lo tabrak dia, dia malah marah-marah! coba aja kalo cewe lain!" ujar Rafael.
"Iya, itu alesan gue mau dapetin dia! gue suka liat senyumnya dan sikapnya juga beda dari yang lain!" jawab Kenzo.
"Semoga lo bisa dapetin dia! dan kalau lo udah bisa dapetin dia, lo jangan sakitin dia!" ujar Elvan.
"Ya gak lah, gue gak akan nyakitin dia!" tegas Kenzo.
"Okee!" jawab mereka berempat.
"Lo juga taukan gimana rasanya disakitin?" tanya Diandra.