Dunia itu kejam yah...ketika aku mencintai seseorang, dia tidak mencintaiku. Ketika seseorang mencintaiku, aku tidak mencintainya.
Sulit memang menjalani hidup seperti ini. Tuhan selalu membolak-balikkan hati. Seseorang yang selalu ku hindari tak kusangka dia yang lebih mengerti. Begitupun sebaliknya. Orang yang selalu ku dekati, berharap perasaanku terbalaskan. Tapi kenyataannya tidak. Tidak mencintai, jangan di dekati, menjauhlah agar kau tak sakit hati. Prinsip ku kini saat sadar semuanya tidak mungkin terjadi.
Ya benar. Mencintai tidak harus memiliki bukan. Jika dia bahagia walaupun bukan denganmu, ingat satu hal. Cinta tidak bisa di paksakan.
Aku mengerti itu sakit. Aku sering merasakannya. Tapi mau bagaimana lagi, aku hanya manusia biasa. Tidak mungkin aku sampai menggunakan ilmu hitam agar dia menjadi milikku seutuhnya. Tidak!Aku tidak seburuk itu.
Mempunyai paras yang menawan bukan berarti selalu di puja. Ada saatnya seseorang melihat sisi burukmu. Dan saat ada yang menilaimu jelek, kenapa hati ini malah menginginkannya? Bukannya merasa sakit hati, aku malah jatuh hati. Bodoh memang. Tapi begitulah.
Aku mencoba mengikhlaskannya, dan mulai membuka hatiku untuk seseorang yang pantas memilikinya. Dari sinilah aku sadar, lelaki itu juga bernasib sama denganku. Cinta kami sama-sama bertepuk sebelah tangan. Dia bahkan masih menungguku untuk membalas cintanya. Sedih?tentu saja. Aku terharu padanya, sosok seperti inilah yang aku impikan.
Lalu kenapa aku seperti wanita murahan mengejar seorang pria yang bahkan tidak mau hanya sekedar memandangku saja? Aku bahkan tidak tau mengapa aku menyukainya. Karna ia tampan? Pasti, semua wanita memujanya. Pintar? Tentu saja. Tapi apa yang membuatku mengejarnya? Lelaki yang kini mencintaiku pun juga tak kalah tampan.
Akh lupakan!
Aku mencoba untuk tetap tersenyum walaupun itu sulit. Ya karna baru permulaan. Tapi aku yakin aku pasti bisa.
Hingga suatu hari ada secercah harapan, yaitu aku mulai merasakan nyaman saat berada di dekatnya. Aku ingin selalu di sampingnya. Melihat wajahnya. Bahkan aku sampai lupa kalau aku pernah mengejar-ngejar seseorang.
Tapi hatiku kembali sakit saat ia datang dan menyatakan perasaannya padaku di depan pria yang kini mulai ku cintai. Senang? Kalau boleh kukatakan iya aku senang. Tapi bukan sekarang. Itu dulu saat hatiku benar-benar masih untuknya. Kenapa ia baru menyatakannya hari ini, saat ini, disaat aku sedang membagi waktuku untuk pria di sampingku.
Pikiranku berkecamuk, aku tidak bisa berpikir dengan jernih. Aku pun tak bisa menolak, tapi menerima pun aku juga tidak bisa. Mungkin ia sadar kalau aku sudah tidak mencintainya lagi.
Hingga suatu hari ia melakukan suatu hal yang membuatku semakin membencinya. Aku menyesal pernah mencintai nya. Dia bahkan pria paling brengsek yang pernah kutemui. Demi mendapatkanku ia rela menghalalkan segala cara.
Aku bahkan jijik hanya untuk sekedar menyebut namanya saja.
Mulai hari itu aku tidak pernah melihatnya lagi. Baguslah. Dengan begitu kadar kebencianku sedikit berkurang. Dan karna kejadian itu, aku malu dengannya. Aku memutuskan hubungan karna aku tidak ingin sosok sempurna seperti dirinya harus bersama wanita murahan sepertiku.
Dan jangan lupakan kalau aku juga pernah menyakitinya, karna aku masih melihat luka dimatanya ketika ia bersamaku.
"Sayang." Aku menoleh, terlihat ibuku berdiri di ambang pintu sambil tersenyum hangat. "Ayo makan." Aku mengangguk. Ibuku pun beranjak turun dengan aku yang mulai merapihkan meja belajar.
Kutaruh bolpen di tengah-tengah buku diary ku. Lalu kututup dan kutaruh di laci meja.
Aku menuruni anak tangga dengan pelan, kuperhatikan keluarga kecil ini satu persatu. Hingga pandanganku jatuh pada sosok yang kini tengah menatapku juga. Ouh jangan lupakan senyumnya yang sangat manis itu, membuatku sedikit melengkungkan bibir.
Entah kenapa setiap melihatnya, tepat mengenai manik mata coklat itu. Ada luka yang sangat dalam. Apa yang harus aku lakukan? Menjauh pun tidak bisa. Obat apa yang dapat menyembuhkannya? Sebanyak apapun, sesering apapun aku menyakitinya, bibir tipis itu pasti akan tetap mengeluarkan suara lembut dan membentuk bulan sabit.
Hanya dengan menatapnya saja membuat mataku tidak bisa membendung air mata. Aku manusia yang paling kejam. Makanya Tuhan menghukumku dengan cara seperti ini.
"Lia."
***
Hai guys, ini cerita ke berapa yah🤔duh lupa..😂kebanyakan halu jadinya begini nih.Maaf kalo ceritanya kurang bagus, kata-katanya gak sesuai.Karna aku juga baru belajar.
Jadi tolong vote n coment nya yah🤗
Pendapat kalian sangat berarti untukku eak eak eak..
VOCÊ ESTÁ LENDO
Scegliere
Ficção Adolescente[JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM BACA!] Apa yang akan kamu lakukan saat menyukai seseorang? Jika kamu laki-laki, apakah kamu akan mengejarnya karna memang tugas lelaki itu mengejar... Atau....,diam. Percaya kalau sudah jodoh pasti akan datang sendiri. Ja...
