01 || Aksa

268 53 87
                                        

"AKSA."

Cowok dengan jakun yang cukup menonjol, kulit putih dan mata coklatnya menengok ke arah sumber suara dimana namanya dipanggil dengan suara yang tidak asing baginya. Dia benci suara itu.

"Mau apa lo kesini?" jawabnya tanpa minat.

Namanya Dhaksa Arkana Tarawijaya. Anak bungsu dari Radit Tarawijaya dan Nadya Permata. Aksa adalah sosok yang dikagumi dan disegani hampir semua siswi SMA Garuda. Memiliki jiwa kepemimpinan tersendiri, tampangnya sangar, badannya kekar dan tubuhnya yang tinggi juga tegap menambah karisma seorang Dhaksa Arkana Tarawijaya, jangan lupakan wajah tampannya yang diatas rata-rata.

"Kamu beneran jadi ketua RATDRIVA?"

"Masalah?"

"Secara gak langsung, kamu itu ngecewain kedua orangtua kamu. Terutama bunda kamu, dengan pergaulan bebas seperti ini, tawuran, clubbing, dan sebagainya yang bisa bikin kamu celaka. Nggak baik."

"Cih. Tau apa lo soal orangtua gue?" cibir Aksa memandang remeh sosok lelaki di depannya yang tidak lain adalah adik papanya sendiri. Arga. "Setelah lo ambil semuanya dari gue, lo hancurin keluarga gue, lo buat gue gak niat buat jalanin masa depan. Terus sekarang dateng sok care sama gue. Gak malu sama apa yang udah lo perbuat sama gue dan orangtua gue dulu?"

"Kelihatan banget dramanya." Aksa tertawa getir lalu berlalu; pergi meninggalkan rumah yang sekarang menjadi tempat yang ia benci setelah kehadiran Arga. "Tau dari mana, gue tinggal disini?"

"Aksa, Om minta maaf, dulu Om gak sengaja. Om tau alamat rumah kamu dari kakek kamu," ucapnya dengan wajah memelas.

"Lo bukan Om gue. Gak usah ngaku-ngaku. Gak sudi gue punya Om model orang kayak lo." Aksa berhenti di ambang pintu utama.

"Soal Bunda kamu—"

"GAK USAH BAHAS BUNDA GUE! GUE UDAH TAU SEMUANYA DARI KAKEK! MENDINGAN SEKARANG LO PERGI DARI SINI!" sergah Aksa yang mulai memanas. Arga tahu ini topik sensitif yang paling dihindari Aksa, tapi jika tidak bagini. Rasa bersalah akan bergelayut manja menghantui sepanjang hidupnya.

"Arka, maafin Om."

"JANGAN PANGGIL GUE PAKE NAMA ITU!!" cowok itu sudah tersulut api emosi disekujur tubuhnya. Mencengkram kerah kemeja Arga. Menyeretnya keluar rumah-mengusirnya.

"Sampai kapan kamu mau begini sama Om?"

"LO BUKAN OM GUE!" ujar Aksa lalu pergi menuju sekolah dengan mobil pajero hitam yang diwariskan papanya. Melaju dengan kecepatan tinggi, menyisir padatnya ibu kota, tidak peduli jika itu membahayakan dirinya juga pengedara lain. Yang ia pikirkan saat ini hanyalah sosok Arga dulu, yang mebuatnya patah semangat. Mati rasa.

***

Masih penasaran sama kisah hidup Aksa? Penasaran part selanjutnya nanti gimana? Mau tahu apa penyebab Dhaksa menjadi sangat benci dengan Arga? Kenapa dengan panggilan Arka?

Pantengin terus ceritanya.
Semoga kalian suka.
See u next part!

Kalau dibaca sampe bab satu doang nggak akan tahu dimana letak keseruannya.

AKSAWhere stories live. Discover now