HAPPY READING
"GA BISA GITU DONG PAK!" hentak seorang murid di meja yang membuat seisi kelas XI IPS 1 menoleh kepadanya.
Sementara itu, teman di sampingnya, Sarah, hanya menoleh terkejut, tapi dengan tenang menyuruhnya duduk kembali.
"Kenapa? Ada masalah?" tanya guru paruh baya itu mengerutkan dahi, seakan kerutan di wajahnya kurang.
"Banyak banget masalahnya Pak! Masa saya harus pulang jam 4 tiap hari, padahal ada hal lain yang mau saya urus!" pekik Brenda tak terima dirinya ikut kelas tambahan Ekonomi, karena nilainya tidak mencukupi.
"Kamu ada urusan apa yang lebih penting dari kenaikan kelasmu, Brenda? Pacar saja tidak punya. Sudahlah, jangan banyak alasan. Belajar saja betul-betul."
Setelah mengatakan itu, Pak Maman keluar kelas menuju ruang guru.
Brenda melakukan gerakan meninju di udara setelahnya, yang diiringi gelak tawa teman-temannya.
"Siang sore menari-nari, ada yang ikut kelas tambahan nih," Ryan menghampiri.
"Kura-kura jatuh jongkok. Eh, ada Ramyon berkokok," nyolot Sarah membela Brenda.
"Heh, bagus bagus nama gue Ryan, sirik aja lo Sahara!"
"Aww 100 buat elu! Tau juga gue hottt se hot sahara," ucap Sarah sambil mengibaskan rambut dan berkacak pinggang.
"Tau dong. Apa sih yang ngga aku tahu tentang kamu?" Ryan mengedipkan mata kirinya sambil berjalan terkekeh pergi ke kantin.
Seketika Sarah tersipu malu.
"Iyain, biar cepet," batin Ryan.
Sarah pun mengalihkan pandangannya pada sahabatnya yang kini duduk menyembunyikan kepala di lipatan lengannya.
"Eh, lo nangis? Yang benar aja, seorang Brenda Anastasia Putri menangis uuhhhh WOW," heboh Sarah.
Tidak ada jawaban dari sang empunya nama. Sarah mulai khawatir. Tak biasanya kawannya yang bar-bar ini --padahal situ juga-- pendiam. Sementara teman-teman sekelasnya sudah pada pergi ke kantin.
"Eh lo beneran nangis, Bren?" tanyanya lagi.
Brenda menggeleng dan perlahan menegakkan kepalanya.
"Huwaaa gimana nih ada kelas tambahan! Mana gue ada kerja part time lagi!" teriak Brenda cengeng.
"Elah ada part time neng? Eluh piket aja kaga bisa nyapu," ledek Sarah.
"Ish. Gue baru apply nih kemaren kerja di cafe. Tau tau diterima, trus hari ini interview deh."
"Oalah udah gede si adek. Jadi apa lo di sono? Tukang ngepel?" kekeh Sarah, mengingat Brenda tidak bisa melakukan pekerjaan rumah, seperti menyapu/ngepel.
"Ya kali, ngepel. Itu tuh cafe elit tau. Tamu-tamunya juga uuh cogan GARIS KERASS," semangat Brenda membayangkan.
"Eh tapi gue ada kelas tambahan dong, gimana nih. Ato lo bilng ke Pak Maman, biar lo aja yang ngajarin gue Ekonominya sabtu minggu, secara lo kan... "
"Enak ajah. Gamau dong Sabtu Minggu gue liburrr," potong Sarah sambil menjulurkan lidahnya.
"Cuss ah ke kantin," ajaknya sambil merangkul bahu Brenda menuju ke kantin lantai 1.
Ya, Sarah Olivia Madison, pemilik wajah mungil, cantik, tinggi, math genius, dan ia terkenal karena darah blasteran Jerman-Indonesia yang mengalir di tubuhnya itu. Banyak orang mengira Sarah salah jurusan karena ia pandai matematika, persis seperti siswa jurusan IPA.
YOU ARE READING
Mischovia Wanda [COMPLETED] ✅
Teen Fiction[Update setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu] PLAGIATOR MUNDUR TERATUR ⚠️⚠️⚠️ Damien Oliver Adelardo, siswa pertukaran pelajar yang baru kembali dari Jerman. Pertemuannya dengan Sarah di cafe Mischovia Wanda entah kenapa merajut ikatan di antara ked...
![Mischovia Wanda [COMPLETED] ✅](https://img.wattpad.com/cover/240465690-64-k144628.jpg)