| Prolog |

39 8 2
                                        

"Eh, kamu duduk dibelakang," ucap Agam setelah menimbang-nimbang ucapan yang baru saja ia ucapkan.

Lea mengerutkan keningnya. "Ko dibelakang?"

"Nurut aja."

Dengan kesal dan kaki dihentak-hentakkan Lea pindah tempat dari kursi depan kebelakang. Ia menutup pintu dengan kasar tanpa memperdulikan tatapan Agam yang menghela napas.

.
.
.

"Lea."

"Lea!"

"Lea! Hey, kenapa?" ucap Agam lalu mengejar Lea. Lea keluar dari mobil Agam tanpa mengucapkan terimakasih. Ia langsung saja keluar dan menutupnya dengan kasar.

"Kenapa? Hmm." Beginilah Agam. Manis sekali. Ia berdiri didepan Lea, tapi tanpa memandang wajah Lea. Ia menunduk tapi tidak memandang wajah Lea.

"Gak!" ketus Lea.

"Kakak tanya, loh."

"Pikir aja sendiri," ketus Lea lalu meninggalkan Agam yang menggaruk tekuknya karena bingung. Ada apa dengan gadisnya? Eh.

"Lea!!"

"Apa?!" Astaghfirullah, galak sekali. Agam menghampiri Lea dan duduk di sofa depan Lea.

"Kamu kenapa? Sa ... kakak ada salah?" Hampir saja Agam berbicara dengan Lea menggunakan bahasa frontal.

"Pikir aja sendiri!" Oke. Sabar Agam. Perempuan memang begitu, sabar.

"Kalau kamu enggak bilang, kakak ga bakal tau apa yang buat kamu kayak gini. Kamu cerita, kakak dengerin. Oke?"

Lea langsung menatap Agam tajam. Agam yang ditatap seperti itu meringis mengusap tekuknya. Salah apa, sih? Agam sendiri yang di tatap seperti itu menunduk, bukan, bukan karena takut.

"Kakak kenapa ga bolehin Lea duduk di depan?!" ketus Lea. Ia melipat tangannya didepan dada.

"Malu? Iya?! Kalo malu yaudah gausah jalan sama Lea!" kesalnya.

Oh, ternyata ini penyebabnya. Lantas Agam menghela napasnya lega. Ia kira ia membuat kesalah yang cukup besar sehingga membuat gadisnya merajuk seperti itu. Gadis? Ah, sudahlah.

Agam tersenyum, pandangannya agak menunduk menatap meja didepannya. Lea yang melihat itu mengerutkan keningnya bingung. Bukan menjelaskan malah tersenyum. Dasar aneh.

Agam sesaat menatap Lea lalu menatap kembali meja didepannya, lalu berkata, "Kamu tau? Kakak selalu nyuruh kamu buat duduk didepan saat kita berdua naik mobil, kakak selalu ngehindari tangan kamu pas kamu mau pegang tangan kakak, kakak selalu menolak keinginan kamu saat kamu nawarin kakak buat nginap dirumah kamu ...." Agam tersenyum.

Lalu melanjutkan ucapannya, "itu bukan karena kakak malu atau kakak ga suka sama kamu. Kakak menjaga batasan kakak sama kamu, kamu sama kakak belum sah, kan? Lea ngerti, dong, maksud kakak. Kamu salah paham sama maksud kakak, Lea."

Agam mengangkat wajahnya untuk menatap Lea, dan, yah. Lea menunduk sedih.

"Maaf," gumam Lea.

"Engga papa. Kakak sebagai Calon Imam kamu kakak udah ada kewajiban buat negur kamu kalo kamu salah. Bukan begitu, Lea?" ucap Agam tersenyum manis. Lea yang mendengar itu lantas pipinya merah.

Agam terkekeh. "Itu pipinya kenapa?"

"Engga," ucap Lea yang bingung dengan arah tatapan matanya. Ia melihat senyum manis Agam dibuat merona sendiri.

"Ko merah?"

"KAK AGAM!!!"

.
.
.

Agam Farabi, yah, seorang dokter muda yang bekerja disalah satu rumahsakit terkenal di Jakarta. Agam sendiri masih berumur 22 tahun, masih sangat muda, bukan?

Agam mempunyai sifat yang ramah dan gampang tersenyum, dan sifat itulah yang selalu membuat Lea kesal akan itu.

Ia tidak akan rela saat Agam mengumbar senyumnya yang seharusnya dia saja yang menikmati senyum itu, avv.

Leafra, Seorang gadis dengan sifat manjanya itu mampu menarik hati seorang dokter muda yang sebelumnya sama sekali belum pernah merasakan apa itu hidup dikelilingi dengan cinta, kasih sayang, dan kegembiraan.

Gadis berumur 17 tahun yang selalu takut ketika memasuki bangunan ber-cat putih dengan bau obat-obatan. Bahkan, ketika memang sudah sangat-sangat tidak kuat, maka ia akan pingsan.

Ternyata takdir Lea sedikit ingin bermain-main dengannya. Ia harus menerima jika Ayahnya harus dirawat berbulan-bulan dirumah sakit yang seharusnya sangat-sangat tidak mungkin untuk Lea kunjungi ....

Tapi, takdirnya tidak sejahat yang ia kira, takdir mengirim seorang yang mungkin akan menghilangi sedikit demi sedikit trauma yang Lea punya.

Ah, rasanya sangat manis kisah Lea dan Agam? Maybe.

❁●━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Thank you for reading my story
┗━━━━━━━━━━━━━━━━━━●❁

further?

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 14, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

My Love In Young DoctorStories to obsess over. Discover now