Love | Who?!

58 7 0
                                        

Kenalin nama gua Kalsani Winasta atau biasa dipanggil Sani, gua bersekolah di SMA Taruna Karya Jakarta. Gua punya teman-teman yaitu Mella, Rini, dan Kila.

Gua dan Mella ada di kelas XII-IPA II, sedangkan Kila dan Rini di kelas XII-IPA III. Bagi kalian yang belum tau, kelas disekolah gua tuh dibagi berdasarkan nilai tertinggi.

Semua anak yang bernilai paling tinggi di tempatkan di XII-IPA I. Sedangkan yang terendah di XII-IPA V. Untungnya gua berhasil memperbaiki nilai-nilai gua pas ujian.

"Yah, gua pisah dari kalian deh kelasnya" Kila yang cemberut akibat berbeda kelas dari gua dan Mella.

"Kan kita barengan, La" Jawab Rini sambil menepuk pundak Kila, merasa dilupakan.

"Kita berdua dong hehe" Sahut Gua dan Mella sambil berpelukan.

Saat sambil bercanda, tiba-tiba datanglah murid laki-laki yang tinggi, tampan, dan dikenal dengan ketua osis sekolah ini.

"Hai, nama lu siapa?" Tanya dia sambil menatap gua.

"Siapa? Gua?" Gua nanya dulu dong, takut dikerjain gitu.

"Kagak, cicak tuh di dinding" Dia menjawab dengan indahnya.

"Dih, nama gua Kalsani Winasta" Gua menjawab dengan sedikit kesal.

"Aduh kepanjangan namanya, panggilan aja" Minta kenalan apa minta ribut ya dia :)

"Sani" Singkat, Jelas dan Padat tuh jawaban gua.

"Okey, salam kenal Sani. Sering-sering ketemu gua ya" Salam perpisahan dari dia sebelum pergi dari lorong.

'Amit-Amit ketemu lagi sama dia' Batin gua.

Setelah kejadian hari itu, seminggu kemudian gua gak ketemu dia lagi. Paling cuman iseng kemarin, pikir gua. Jadi ya gak sakit hati juga.

Siang ini Gua janji bakal nyusul teman-teman gua ke kantin, gua agak terlambat karena sibuk baca buku di perpustakaan.

Pas pengen balikin buku, tiba-tiba saja seorang siswa berdiri di depan gua dan gak mau menyinggir walaupun gua sudah bilang permisi. Saat gua nengok keatas, ternyata Si Ketos yang waktu itu.

Gua belum tau namanya btw, gak penting juga.


"Ada perlu apa ya?" Tanya gua ke Si Ketos itu, karena gak ngomong apapun.

"Gak kangen gua nih?" Dia senyum gitu sambil nanya.

"Gak tuh, ngapain sih lu disini" Jawab gua sinis, kesal kan waktu gua digangguin gitu.

"Idih, emang perpus punya nenek moyang lu" Dia sentil jidat gua yang berharga.

"Iya punya nenek moyang gua, makanya minggir sono" Gua usir dia yang lagi menghalangi jalan gua.

Tapi sia-sia aja, tiap di dorong, dia menghalangi lagi. Paling males nih digangguin sama orang gak jelas macam ketos ini. Kan nanti ditanyain pasti sama teman-teman gua.

"Tunggu dulu kenapa, buru-buru amat. Kayak punya pacar aja" Dia pun ketawa setelah mendapat tatapan sinis gua karena omongannya.

"Iya deh emang gua jomblo, gak kayak lu ceweknya banyak" Gua berusaha melewati tangan dia yang meghalangi gua.

"Kata siapa? Gua juga jomblo kali" Jawab dia, gua sih percaya gak percaya.

"Iya, gua percaya. Permisi ya sekarang, gua mau lewat" Berkali-kali gua mencoba kabur tapi gak bisa.

"San, jadian yuk" Ajak dia dengan santainya.

"Hah?? Apa?" Gua memastikan pendengaran gua.

Love|LifeWhere stories live. Discover now