Flashback on.
"Serius kamu akan meninggalkan tempat lahir kamu?"tanya mamaku serius.
"Serius mah lishya sudah bosan untuk tinggal di kota bogor,lishya ingin mencari suasana baru di tempat lain"kata ku.
"Tapi bagaimana dengan pendidikan mu,bukankah dirimu tidak terlalu mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan baru"tanya papaku.
Aku diam
Apa yang di katakan papaku itu ada benarnya.aku adalah tipe orang yang sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.tapi bagai mana aku sudah cukup bosan tinggal di kota hujan ini.
Ya tuhan berilah aku kesempatan untuk tinggal di kota baru,aku merasa bosan harus tinggal di sini aku ingin mencari sesuatu baru dalam hidup ku.
Itu doa ku.
"Apa yang di katakan papa itu benar lishya,kamu susah untuk menerima lingkungan baru.apalagi saat ini kamu naik kelas 9 itu tanggung satu tahun lagi kamu akan lulus"kata mamaku.
"Apa kamu tidak memikirkan pekerjaan papamu?"lanjut mamaku.
"Memang lishya mai pindah ke mana?"tanya papaku lembut.
"Lishya ingin pindah ke Bandung pa"jawabku sambil menunduk.
"Yasudah sekarang kamu tidur. papa dan mamah akan memikirkan hal ini"kata papaku.
Aku pergi dari ruang keluarga yang ada di rumahku menuju ke kamarku yang berada di lantai 2.
Setelah sampai kamar aku menuju kamar mandi yang berada di dalam kamarku, berniat untuk menggosok gigi dan membasuh muka agar terlihat lebih segar.
Setelah keluar kamar mandi aku menuju meja belajar.selain untuk belajar kadang aku bermain handphone,atau menulis diary di meja belajar ku.
Hari ini rasanya sangat cape sekali karna tadi pagi ada kegiatan yang di adakan di sekolahku.aku berniat untuk mencurahkan isi hati ku kepada buku diary yang berwana kombinasi pink dan ungu.
Setelah selesai acara curahan hatiku hari ini,aku memutuskan untuk tidur sebelum tidur aku berdoa kepada Tuhan agar di ijinkan oleh papa dan mama untuk tinggal di kota Bandung.
•••
Pagi ini aku tidak bersemangat untuk memulai hidup,rasanya membosankan.hei bukan berarti aku ingin mati.
"Loh ko mukanya cemberut gitu si?"tanya mamaku yang sedang membuat roti panggang.
Aku membalasnya dengan senyuman.
"Jangan cemberut gitu dong princess."ucap papaku.lagi lagi aku membalasnya dengan senyuman.
"Papa mau ko nurutin permintaan kamu untuk tinggal di Bandung"ucap papaku yang membuat ku speacles.
"Beneran pa"tanyaku masih tidak yakin.
Papaku hanya mengangguk saja sambil tersenyum melihat aku bahagia.
"Kamu jagan pikirin tentang pekerjaan papa,lagian papa sudah meminta kepada atasan papa untuk di pindah ke bandung dan mereka setuju"ucap papa sambil tersenyum bahagia.
"Aaa makasi pa"ucapku
"Makasi juga ma"lanjutku.
"Terus kita kapan pindah ke Bandung?"tangaku kegirangan..
"Secepatnya sayang"ucap mamaku sambil memberi kotak bekal.
"Yasudah lishya berangkat dulu ya ma pa, assalamualaikum"pamitku yang segera masuk kedalam mobil.
Ya aku memang di antar dan di jemput oleh supir kepercayaan keluargaku.namanya mang asep.
Flashback off.
Semoga suka:)
Maaf kalau pendek:)
YOU ARE READING
Bandung punya cerita
RandomTidak di umbar bukan berarti tidak punya. -Rel Cinta mandang fisik memanglah epik,tapi pernah ga si lo cinta ga mandang latar belakang kehidupanya. -Vid Aku tidak iri dengan orang yang berpacaran tetapi aku iri dengan orang buta yang bisa baca Alqur...
