Thailand - Plang -

52 8 8
                                        

Thailand. 2019.

Saat itu aku dan timku pergi ke negeri gajah untuk melakukan misi budaya selama empat hari. Kami berangkat dari tanah air sore hari dan sampai ke Thailand malam hari. Perjalanannya cukup memakan banyak waktu. Sekitar dua jam lebih kami menunggu boarding pass, kemudian kurang lebih empat jam di atas pesawat, lalu satu jam dari bandara menuju penginapan menggunakan bis.

Hari pertama kami diberi waktu sedikit untuk jalan-jalan karena sudah malam hari. Aku dan tiga temanku memutuskan untuk pergi ke minimarket. Minimarket Thailand tentunya.

"Enaknya kemana ya, gais?" tanyaku.

"Kayanya tadi ke kanan ada minimarket." Kata temanku yang cowok.

"Oh yaudah kita kesana aja." Sahut Bila.

Cukup jauh untuk bisa kami tempuh dengan berjalan kaki. Kami berbincang-bincang sepanjang jalan tapi karena jalanan lembab oleh hujan dan melewati trotoar sempit yang hanya bisa dilalui satu dua orang maka kami jadi lebih harus berhati-hati.

Tapi di tengah jalan...

NGUUNGG... NGUNGGG.. NGUNGG...

Kepalaku mendadak pusing. Jidatku seperti membentur sesuatu yang keras namun tidak terlalu tebal dan membuat suara yang berdengung juga keras. Aku terdiam sejenak dan memejamkan mataku sebentar karena terlalu pusing.

"Argh... huhuhu"

"HAHAHA, kamu kenapa, Na?" Tanya Tris.

"Jidatkuu, Tris.. jidatku ngebentur itu..." tunjukku sambal meringis. Ya yang kutunjuk itu adalah plang rambu lalu lintas. Padahal tinggiku tidak mencapai 160 cm tapi kenapa plangnya bisa mengenaiku?

cr: google

"Kok bisa, sih? Aku tadi ga liat soalnya gelap banget tapi bunyinya itu looooohhh

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Kok bisa, sih? Aku tadi ga liat soalnya gelap banget tapi bunyinya itu looooohhh.. kedengeran banget! HAHAHAHA" Tris tertawa terbahak-bahak melihat aku yang kesakitan. Teman kurang ajar memang. Tapi karena aku receh jadi aku pun ikutan tertawa.

"Jadi tadi aku udah bungkuk, tris. Karena aku tau kalo di depan aku itu ada plang rambu lalu lintas. Tapi ternyata pas aku berdiri tau-tau malah kejedug beneran..." Kataku sambil lanjut berjalan. Untung yang liat cuma Tris.. coba kalo Bila sama Ryan liat pasti udah jadi bahan tertawaan mereka.

"AHAHAHA.. Naya.. Naya.. ada-ada aja kamu ini. Kalo aja cahaya di trotoar ini lumayan terang udah aku video tadi HAHAHAHA!!" Benar 'kan? Teman kurang ajar.

Saat aku dan Tris tertawa-tawa ternyata kedua temanku di depan ini mendengarkan suara dengungan barusan dan bertanya apa yang telah terjadi.

Sekeras itu kah suaranya?

RandomWhere stories live. Discover now