Berakhir

3.4K 375 86
                                        

Disclaimer by Masashi Kishimoto

Storyline by Yen-na

🌿

🌿

🌿

Selamat membaca.

🌿

🌿

🌿

"Jadi begitu ceritanya." Neji mengakhiri sesi curhatannya kepada Naruto, ia sendiri tidak tahu kenapa bisa begitu saja menceritakan tentang keluh kesahnya kepada Naruto yang bahkan baru kali ini saja bisa mengobrol berdua seperti teman dekat.

Sementara Naruto yang menjadi pendengar tampak mengangguk-angguk mengerti walau masih diragukan apa cerita panjang lebar Neji bisa dicerna oleh otak Naruto.

"Apa kau punya solusinya?" Tanya Neji.

"Hmm..."

"Aku sudah cerita panjang lebar loh."

"Hmm..."

"Aku akan membunuhmu jika tidak ada solusi dari masalahku!" Ancam Neji membuat Naruto kembali menegakkan tubuhnya dan berdehem sebelum berbicara.

"Sabar dong kakak ipar." Naruto meraih gelas kopi milik Neji lalu meminumnya.

"Itu milikku, bodoh!"

"Minta sedikit lah."

"Kenapa tadi tidak buat sekalian?"

"Tadi tidak mau minum kopi, sekarang mau. Nih masih ada sisa, kau mau?"

"Tidak, terimakasih. Habiskan saja. Cih!"

"Ok." Dan benar saja detik berikutnya Naruto sudah menghabiskan kopi tersebut sampai hanya tersisa ampasnya saja.

"Hinata buat kan aku kopi!!" Teriak Neji.

"Ga! Buat saja sendiri!" Teriak balik Hinata dari balik pintu kamarnya.

"Sudahlah lupakan masalah kopi. Aku punya solusinya."

"Apa?" Seketika Neji melupakan kopinya.

"A..."

"Kalau solusinya adalah dengan cara membuat Tenten hamil aku tidak mau. Bisa mati sia-sia karena di gorok Tenten."

"Bukan itu."

"Atau kalau kau menyarankan supaya aku kawin lari. Aku tidak mau! Capek!"

"Tidak, bukan itu."

"Dan jangan sampai menyuruhku untuk pura-pura membuat Tenten hamil di depan orang tua ku. Dengan menunjukkan testpack milik orang lain."

"Kakak ipar kau menyindir ku ya?"

"Tidak ada niatan." Jawabnya acuh.

"Tapi aku merasa tersindir."

"Ya syukur lah kalau begitu."

"Cih! Mau solusi tidak?"

"Iya lah. Cepat katakan!"

"Jadi begini, aku sih menyarankan agar kakak ipar sama kakak ipar perempuan untuk..."

"Tunggu, tunggu! Berhenti menyebut ku kakak ipar, ribet banget segala pake kakak ipar Perempuan lah. Sebut saja Neji."

"Aku kira mawar."😂

"Tidak lucu!"😒

"Iya deh iya. Maksudku begini loh, aku tanya dulu ya. Apa kau sudah memperkenalkan kekasih mu kepada ayah dan ibu mertua?"

TestpackWhere stories live. Discover now