"Naik"
Suara bariton itu mengintruksi langkah Sasa, ia terhenti begitupun teman-temannya yang berada disampingnya.
"Tapi aku.." Sasa menoleh kepada Zila, menyenggol lengan cewek itu meminta pertolongan untuk melanjutkan perkataannya.
"Aku bilang naik ya naik" belum sempat Sasa menyelesaikan kalimatnya, pria itu sudah lebih dulu memotongnya, menatap Sasa tajam, mengisyaratkan bahwa ia tak ingin dibantah.
"Aku ada tugas kelompok Zhio" ucap Sasa takut-takut sambil memainkan tali tasnya.
Zhio tersenyum miring dibalik helm full facenya, gadisnya ingin main-main ternyata.
"Kalau gitu.." Zhio menghitung dalam hati, menunggu sang pacar menyerah dengan sendirinya.
"Ok aku naik" see? hanya dengan kalimat yang dimulai dengan sedikit nada ancaman, sang pacar dengan sendirinya menyerahkan diri.
Zhio sedikit tersenyum dibuatnya, gadisnya memang sangat takut kepadanya, hal itu dipergunakan Zhio dengan sebaik mungkin.
"Tapi aku mau langsung pulang" ucap Sasa belum beranjak dari tempatnya.
Zhio hanya menatap gadisnya, tak menjawab permintaan Sasa.
Sasa menghela nafas lelah, ia tau Zhio, cowok itu tak biasanya ingin merepotkan diri untuk mengantar jemput dirinya, pasti ada sesuatu, atau mungkin Zhio ingin meminta putus darinya?, mengingat tadi ia sempat melihat Zhio bersama Dinda yang kabar angin mengatakan bahwa mereka sempat dekat, cewek itu adalah salah satu mantan gebetan Zhio sebelum Zhio resmi menjadi pacarnya, entahlah.. entah apa yang mereka bahas, Sasa sangat-sangat tidak peduli.
Mengingat itu Sasa tersenyum dibuatnya, ia memang ingin minta putus dari Zhio, tapi rasanya itu adalah hal mustahil yang akan terjadi, dulu diawal mereka pacaran, Sasa memang sering meminta putus kepada Zhio, tapi pasti berakhir dengan dirinya yang akan datang ke sekolah keesokan harinya dengan mata bengkak habis menangis, cowok itu memang licik, ia memiliki banyak cara untuk membuat Sasa bertahan disisinya, entahlah, entah apa yang membuat Zhio ingin mempertahankan hubungan mereka, padahal sebelumnya Zhio memang cowok playboy yang punya gebetan dimana-mana tanpa harus repot terikat dengan hubungan pacaran.
Sasa sudah pernah bertanya, apa yang membuat Zhio ingin Sasa menjadi pacarnya, padahal Sasa sendiri yakin bahwa Zhio tidak memiliki rasa terhadapnya, setidaknya itulah yang Sasa rasakan, Zhio tidak pernah bersikap manis kepadanya, Zhio tidak mau repot-repot chat Sasa menanyakan apakah ia sudah makan atau belum, bagaimana Sasa melewati harinya, atau mengantar jemput Sasa, memeliki pacar seperti Zhio tidak pernah terlintas dibenaknya, namun entah kesalahan apa yang ia perbuat, ia harus menerima takdir bahwa kini cowok itulah yang menjadi pacarnya, oh.. tentu saja Zhio tak mau repot-repot menjawab pertanyaan Sasa itu, ia hanya diam sambil menatap Sasa dengan raut wajah datar khas miliknya yang membuat Sasa salting sendiri.
"Gue pulang dulu ya" pamit Sasa kepada tiga temannya.
Setelah mendapat anggukan dari teman-temannya, Sasa berjalan kearah Zhio, ingin menaiki motor sport yang biasa dikendarai Zhio namun terhenti ketikan sebuah tangan memegang lengannya, Sasa sedikit tersentak kemudian menatap Zhio yang hanya diam sambil memasangkan helm kepadanya, bahkan Sasa tidak menyadari bahwa sedari tadi cowok itu memegang helm yang kini ia pasangkan kepadanya, Sasa hanya diam menatap Zhio, kemudian naik dengan bantuan bahu raja hutan itu, mereka pergi meninggalkan sahabatnya.
"Wah.. gila gila dinginnya berasa sampe ke tulang gue masa" ucap Zila mengelus lengannya sambil menatap kepergian sahabatnya itu.
"Lebay banget lo" jawab Bida sambil menoyor dahi Zila, diikuti suara cekikikan darinya.
"Lo mah kebiasaan, ga like gue" jawab zila kesal sambil mengelus dahinya yang glowing dengan sayang.
"Kasian ya Sasa, sekalinya dapat pacar malah yang begituan" ucap Rama yang masih menatap kearah kepergian Sasa.
YOU ARE READING
Zhio
Teen Fiction"Rasanya punya pacar dan enggak itu sama aja, bahkan lebih enak gak punya pacar, punya pacar tapi terus tertekan buat apa? Mending sendirikan? Hidup damai tanpa harus menjaga perasaan siapapun" Lanjut Sasa masih dengan air mata yang terus mengalir. ...
