Gadis di Pojok Ruang (Prolog)

496 48 2
                                        

"Cepatlah tidur!"

Gadis di pojok ruangan itu bergeming, kepalanya mendongak dengan tempo yang amat lamban sampai terlihat tak bergerak sama sekali. Matanya yang sudah tak bisa lagi menjadi sembab hanya menatap kosong refleksi yang seolah bicara di hadapannya. Kepalanya tengah sibuk memutar ribuan kenang lalu bak sebuah film tanpa akhir tanpa jeda yang diproyeksikan ulang. Sering ia bertanya, bisakah ia menghilangkan bagian bernama Lobus Temporal miliknya? Dengan cara apa saja.

"Tidak!" serunya tiba-tiba, matanya yang tajam itu menatap sangar refleksi dirinya. "Kamu tidak boleh melupakannya. Biarkan Lobus Temporalmu memutar ulang semuanya, tanpa ada satupun yang tertinggal. Supaya kamu bisa selalu ingat bahwa merekalah yang membuatmu begini. Dan, esok, adalah waktunya." Gadis itu berhenti sejenak, matanya yang bergetar bertumbuk dengan mata sang bayang, menjadi gerbang masuk kata-kata itu ke dalam kepalanya, mentah-mentah ditelannya. Ia lantas mengangguk berucap, "Mari lakukan!"

Gadis itu bangkit dari duduknya. Tersenyum mengerikan dalam hening dan kelam malam, ia berdansa diiringi 'gubahan tanpa akhir' Mozart.

Hi, C! [Completed]Stories to obsess over. Discover now