🌿 PROLOG 🌿

151 42 16
                                        

"Jadikan Al-Qur'an sebagai bacaan yang paling utama"


Follow dulu yah :)

Selamat Membaca...😊

🌷🌿🌿🌷


Aku tak mampu berucap. Bibirku keluh. Tatapanku kosong. Namun aku tak dapat berpaling dari netra coklat itu.

Bukan maksudku memandangnya lebih lama. Namun perkataannya yang membuatku berhenti bernafas sesaat. Mencari kebohongan yang tersembunyi di dalamnya.

Tak ada satupun yang ku lihat. Hanya ada ketulusan.

Tak banyak kata yang membuatku muak. Hanya satu kalimat itu mampu membuatku bergetar. Debaran yang semakin meningkat. Tak dapat ku pungkiri. Satu kalimat itu mampu menerangkan hatiku yang gelap.

Aku punya harapan.

~Anisa Qalbi Nadifa

~~~

Aku tak ingin menjadi lelaki pengecut. Mencintai tanpa berani mengungkapkan.

Aku tak ingin menjadi lelaki brengsek. Mengikatmu dengan hubungan yang palsu.

Bukan maksudku berburu. Hanya saja, yang berharga akan cepat punah. Dan aku tak ingin terlambat untuk memiliki satu dari yang berharga.

Aku tak ingin berbasa-basi lagi. Sekarang,  aku ingin bertanya. Dengan Allah dan para malaikat menjadi saksinya.

"Anisa Qalbi Nadifa, bolehkah aku memandangmu dengan cara yang halal?".

~Rahman Al-Fatih

🌻🌻🌻

Aku mungkin tak sebaik prasangkamu.
Atau sesempurnah harapanmu.
Tapi, bolehkah aku memberikan sesuatu untukmu.
Hanya untuk memberi kenang.
Bahwa aku pernah ada dalam rasa sukamu.
Atau mungkin, berada dalam perpustakaanmu.
Atau jika memang pantas, bolehkah aku berada dalam daftar bacaanmu?

~Autor.

@shelynnaisyah.

Aku tak pernah berharap banyak. Setidaknya aku bahagia saat menulis. Dan akan sangat bahagia saat kau menekan bintang untukku. Hihihi

Ini awal ceritaku. Dan cerita pertamaku. Semoga kau suka.
Saranghae. 💙
Aku kasih biru, biar cintanya sampe ke langit. Eaaa 💃💃

Dariku, untuk mu, reader. 😉


☀🌱🌱🌱☀

Vote aja kalau nggak mau komen😅
Biar makin cinta😊.

Crown Of Love For AnisaStories to obsess over. Discover now