_ PROLOG _

372 152 65
                                        

TINGG!! TINGG!!!

Suara bel rumah terdengar, dan orang orang pun sudah banyak yang datang untuk menghadiri acara ulang tahun, iya.
Hari ini adalah pesta ulang tahun ke 17 seorang gadis cantik nan anggun bernama Valery Azuraviza. Keluarga nya sering memanggilnya Rara, ia cukup senang dengan panggilan ini selain mudah, panggilan Rara menurutnya sangat sesuai untuk dirinya.

"Cepetan sayang, orang orang sudah nunggu kamu di bawah." Kata seorang wanita yang baru masuk ke kamar Rara.

Nadia Saraswati. Dia adalah bunda Rara, menurut Rara ia adalah seorang bunda terbaik yang ada di dunia. Selain sebagai bunda, Nadia juga adalah teman curhat terbaik untuk Rara, walaupun umur anak dan bunda ini terpaut sudah cukup jauh, namun Nadia tetap terlihat awet muda. Sangat cantik dan tidak jauh berbeda dari Rara.

"Ahhh," Rara menoleh ke arah bundanya, dan sedikit terkejut.

"Sebentar lagi bunda, Rara cuma mau benerin Rambut Rara sebentar. Bunda tunggu di bawah aja, bentar lagi Rara turun." Sambung Rara.

"Oke sayang, bunda tunggu Rara di bawah ya. Kamu jangan lama lama, anak bunda ini udah cantik kok." Kata Nadia sambil tersenyum melihat anaknya yang sedang berdandan.

"Iya bunda" Rara tersenyum membalas senyuman bundanya.

"Oke, Rara.. sekarang kamu harus kebawah, kasian orang udah nunggu" batin Rara.

Tidak lama dari itupun akhirnya Rara turun kebawah, rumah Rara memiliki dua tingkat dan acara itu bukan dilaksanakan di dalam rumah. Melaikan dilaksanakan di belakang rumah nya, tepatnya di taman belakang. Dan Rara pun dengan segera menuju ke taman belakang.
Ketika sudah sampai, seluruh mata yang ada disana hanya menatap ke satu arah, yaitu Rara. Sebelum Rara sampai tempat itu di penuhi oleh suara tawa,bisik bisikan,dan teriak teriakan. Dan setelah Rara sampai semuanya seakan hening,sunyi. Bukan karena tidak suka dengan kehadiran Rara, namun yang ada disana semua takjub dengan penampilan gadis ini.

"Anak ayah yang cantik ini sudah datang." Laki laki itu tersenyum pada Rara. Dia adalah ayah yang sangat di sayangi oleh Rara. Arya Nugroho.

"Hhhe.. iya ayah." Jawab Rara dengan sedikit malu.

Laki laki itu mengulurkan tangan untuk menggandeng putri nya itu menuju ke tempat semua orang menunggunya,tepat kedepan kue yang disana tertuliskan namanya. 'Valery Azuraviza'.
Dan tertancap lilin merah yang bertuliskan angka '17. Dan serta di keliling oleh lilin lain yang berwarna warni.

Dan yang di tungguu....
Suara nyanyian makin terdengar dan Rara paling bersemangat.

Selamat ulang tahunn..
Selamat ulang tahunn..
Selamat ulang tahun Rara..
Selamat ulang tahunn...
Tiup lilinnya tiup lilinnya..
Tiup lilinnya sekarang jugaa
Sekarang juga... Sekarang juga...

Dan Rara pun meniup lilin tersebut, dan sebelum lilin itu ia tiup, ia tak lupa untuk 'makewish'.

Setelah itu Rara pun memotong kue tersebut, dan memberikan potongan kue tersebut kepada orang tuanya.
Rara pun dibawa kedalam dekapan ayah dan ibunya, dan ia membalas itu dengan sebuah kecupan untuk orang tuanya.

"Selamat ulang tahun sayang." Ucap kedua orang tuanya serentak.

"Makasih ayah, bunda." Balas Rara dengan senyuman dan makin mengeratkan pelukannya.

Setelah itu pun banyak yang menghampiri Rara untuk mengucapkan selamat, dan Rara membalas itu dengan senyuman hangat.
Dan sampai ada seorang laki laki yang Rara fikir mungkin laki laki itu seumuran dengannya. Laki laki tersebut hanya memberikan kado kepada Rara dan asal pergi saja.

"Makaas...." Ucap Rara terpotong, karena laki laki tersebut langsung pergi dan tak berbicara apapun.

"Siapa sih tuh cowok, ga punya sopan santun!! Bodo amat ahh." Umpat Rara dengan kesal.

Rara pun masih menyalami seluruh tamu, yaa bukan hanya ada orang tua disana, disana juga ada orang orang yang sebaya dengannya. Mereka semua kebanyakan adalah anak dari rekan kerja ayah nya.
Dan disana juga ada teman teman SMA nya, sangat ramai.
Hari ini selain hari perayaan ulang tahun Rara, hari ini juga sebagai hari perpisahan Rara dengan teman temannya,besok dia harus pindah sekolah, karena Ayahnya mendapat tugas kerja di luar kota dan mewajibkan keluarganya pun harus pindah kesana. Sedih memang, tapi mau bagaimana lagi. Namun Rara sedikit bahagia karena jika ia pindah, ia akan jauh dari semua teman yang membuat Rara semakin tidak suka di sekolahnya. Walaupun ia sudah tau banyak tipe siswa dan siswi di sekolahnya.
Ada siswi yang setiap hari berteriak kepada Rara karena pacar nya di 'ambil' Rara, ataupun siswa Siwa yang setiap hari selalu memberinya bunga, menembaknya hingga sampai berlutut dihadapannya, ataupun siswa 'cool' yang sampai mau bunuh diri karena cintanya tidak di balas oleh Rara.
Ia memang gadis yang pintar, anggun, cantik, dan baik. Namun ia juga di kenal sebagai gadis lumayan cuek dan buas. Walaupun jika sudah berteman dengannya ia terasa begitu 'Humble'.

______

"Saat yang di tunggu"batin Rara sambil memiringkan alisnya.
Rara pun menuju ke meja tempat kado dan kue tersebut di letakkan. Dan memotong kue dan membawanya ke bawah meja.

" Ini kue enak banget sih, Coklat nya ga bikin orang males makan, tapi malah bikin orang mau nambah." Ucap Rara
sambil memakan kue tersebut.

"Kamu ngapain sayang?" Tanya Nadia, yang melihat anaknya yang sedang lahap makan kue di bawah meja.

"Yahhh.. ketauann". Ucap Rara sambil tersenyum kepada Bundanya.
"Rara cuma makan kue Bun, hhe.." jawab Rara sambil cengirrr...

"Yaudah, abis ini kamu bersihin muka kamu tuh. Udah besar tapi kaya anak kecil."
"Iya bunda". Jawab Rara sambil tertawa.

Dan bunda pun meninggalkan Rara disana, dan ketika ia mau bangun untuk ke kamar mandi ingin membersihkan mukanya, kepalanya malah terbentur dengan meja di atasnya.seketika ia merasakan ada yang tertawa melihatnya, dia tidak salah lagi.

Rara langsung memalingkan wajahnya dan bergegas ke kamar mandi.
Sungguh memalukan!

"Nihhh!!" Ucap cowok itu sambil memberikan tissue kepada Rara.
Mata Rara membulat.

"Ini cowok yang ga tau sopan santun dan yang udah ketawa tadi, ga salah lagi!!!!" batin Rara.

Rara pun menerima tissue itu dan "Lagi lagii!!!!!!!" Kesal Rara sambil menghentakkan kaki nya ke lantai.

943 kata!!!!
Semoga syukakkkkkkkkkkk!!!!✨

KENANDRAWhere stories live. Discover now