1: Pertemuan singkat

150 81 105
                                        

@Ririnnaagr

"gw minta izin untuk ngejagain adek lu Ndi"

~~~

Kring....
"Yessss akhirnya balik juga, dari tadi kek elah percuma banget sekolah, free class mulu tapi tugas lancar"

"Iya anjir Nda kesel banget gw, bete tau ga sih, malah tugas MTKnya belum di ajarin, fucek emang fucek"

"Et dah yak lu pada, ada guru bete, sama ngantuk, giliran ngga ada guru rewel sendiri"

Ya begitulah, hampir setiap hari kelas selalu free class. Ntah kenapa, mungkin gurunya pada males? Tapi SPP lancar terus.

Kuambil handphone dan earphone ku, kupasangnya earphone di telinga dan kusambungkan ke handphoneku. Kupilih lagu Kick it -NCT 127 sambil berjalan menuju rumah yang kurang lebih 4 kilometer dari sekolah.

Tiktiktik....
Gerimis datang, kulihat awan sudah sangat mendung dan mulai merasakan hujan yang mulai membesar. Kulari menuju halte terdekat dan kurapihkan rambutku yang berantakan karena lari.

Kulihat hujan sudah mulai deras. Para  pengendara motor berhenti di tempat teduh, salah satunya di halte ini.

"Kamu anak Tunas bangsa juga ya?" Tanya seorang anak lelaki tinggi yang memakai seragam sama sepertiku.

"Iya kak"

"Rumah kamu arah mana?"

"Ke sana kak, ke jalan Rajawali" jawabku sambil menunjukkan arah jalan ke rumahku.

"Oh, kamu tinggal di Rajawali? Deket dong, aku tinggal di Jalan Elang, tinggal lurus aja dari Rajawali"

"Oh ya? Deket ya kak"

"Iya, kalau mau, kamu bareng aja sama kakak kan searah" ajaknya

"Boleh kak, ngga ngerepotin kan?"

"Ngga kok"

Tidak lama setelah perbincangan kecil itu hujan mulai reda. Diajaknya aku menaiki motor ninjanya.

Selama perjalanan singkat itu kita berbincang, mulai dari menanyakan nama, kelas, wali kelas, dan sedikit bercanda.

Sekarang aku tahu namanya, Dito Satria anak XII IPA 1. Kak Dito orangnya asik, ramah, baik, dan mungkin bisa dibilang "receh".

"Itu kak rumahku," tunjukku ke arah rumah berwarna abu-abu.

"Oh okei"

Kak Dito memarkirkan motornya di depan rumahku. Lalu melepaskan helm yang dikenakannya.

"Makasih ya kak untuk tumpangannya"

"Iya, santai aja kali, ya udah Kaka duluan ya"

"Iya kak, hati-hati ya kak"

Kak Dito mengangguk sambil memakai helm yang dipegangnya. Lalu menancapkan gas motornya itu.

Ntah kenapa, aku merasa tidak asing di dekat kak Dito. Seperti sudah pernah melihat dan mendengar namanya.

Ku masuki rumahku dan tidak lupa untuk mengucap salam. Ku lihat mama sedang membuat tik tok di ruang tamu.

"Assalamualaikum wrwb Mamaaa, anakmu yang paling cantik pulang" teriakku ke mama yang sedang membuat tiktok.

"Waalaikumsalam, eh Nda-nya mama udah pulang, sini-sini taro tasnya dulu, terus kita buat tiktok deh." ajak mama untuk membuat tiktok.

Dito SatriaStories to obsess over. Discover now