“Kring...kring...kring...kring...kring” alarm berbunyi yang membuat seseorang terbangun dari hibernasinya selama semalaman.
“apa tuh...apa tuh” seseorang terbangun dengan rambut acak acakan seperti singa, siapa lagi kalau bukan Lily.
“ Ahh siapa sih yang masang alarm sepagi ini” tanpa sadar bahwa dirinya sendirilah yang memasangnya tadi malam. Daan bukannya bangun tapi ia malah menundanya selama 30 menit lagi lalu melanjutkan tidurnya.
“kring...kring...kring...kring...kring” alarm kembali berbunyi tapi anehnya Lily masih tidur dengan pulas macam kerbau.
“Lily...Lily...Lily banguun “ panggil ibu Lily sambil menggedor pintu dan membangunkan kerbau yang sedang pulas.
“iya mah iya” sahut Lily
“Cepat bangun bukankah malam ini kamu akan konser, dan pagi ini kamu harus latihan kan.” Sambil menuju tangga untuk turun.
“ ahhhh iya” ucapnya pelan
“dubraaaakkk” Lily menerjang pintu dan hasilnya Lily jatuh tersungkur yang menyebabkan dahinya memar”aduuuuh”.
Tapi ia sudah terbiasa seperti ini jadi ia langsung bangun dan bergegas menuju kamar mandi yang tentunya untuk mandi bukan untuk makan.
Setelah mandi Lily kembali ke kamarnya dan bersiap siap pergi latihan untuk konsernya nanti malam.
Lily adalah seorang violinis pendatang baru dan violinis muda berbakat yang menyebabkannya sangat terkenal dikalangan anak muda.
Lily telah selesai menyiapkan semuanya termasuk biola kesayangannya yang juga akan ikut dalam konsernya.
Tentu saja biolanya akan ikut karena Lily akan konser biola bukan konser bola.
Sebelum turun untuk sarapan Lily mengambil suatu benda yang dari semenjak ia bangun belum tersentuhnya apalagi kalau bukan hp. “Waduuh” Lily terkejut dengan notifikasi 17 panggilan tak terjawab dari Daniel.
“Twinkle twinkle little star “ hp Lily berbunyi menandakan panggilan masuk.
“Daniel” dengan sigap Lily mengangkatnya daaan
“Halo Lily kamu kemana aja sih dari tadi di telpon kok gak diangkat, kamu liat jam sadar nggak sih kamu udah telaaaaat. Udah sekarang kamu cepetan kesini jangan pakai lama titik.”
Lily hanya ternganga seperti buaya yang sedang berjemur dan “tut...tut...tut” panggilan berakhir.
“aaaaaaaaaaaaaaaaa” bergegas Lily mengambil biolanya lalu turun dari kamarnya dan pergi ke meja makan untuk mengambil dua lembar roti dengan selai cokelat.
“ eh kok nggak sarapan dulu dan itu dahinya kenapa” sapa ibu Lily.
“ Nggak sempat mah ini aku bawa roti aja Kak Daniel udah jadi kyubi dan ini biasalah mah ditabrak pintu hehe.”
“Tuh udah dibilangin jangan suka kesiangan rasain mungkin sebentar lagi kamu di gigit rubah” ibu Lily meledek.
“ ya udah mah aku berangkat dulu ya” sahut Lily sambil cemberut.
Lily langsung mengeluarkan sepedanya dan bergegas.
“Hati hati, nanti lagi ya kesiangan” sambil tertawa.
“ Siap mah, berangkaaaaaat”.
Ibu Lily hanya tersenyum melihat sifat anaknya yang masih saja tidak berubah tapi walaupun begitu ia sangat menyayanginya sepenuh hati. Dan ia sangat senang sekaligus bangga dengan anaknya itu.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Ini dulu ya😅
Jangan lupa komen dan kasih saran ya😄
Tapi ini masih awal
Habis ini masih ada kelanjutannya ya🤗
Daaan jangan lupa vote ya kalau kalian suka😊
Bye-bye😉
YOU ARE READING
SEE STARS WITH ME
Non-FictionKenangan tentang masa lalu dan seseorang kembali menghampiri pikiran Lily. Kenangan apakah itu dan siapakah seseorang itu? Apa itu kenangan hutang-hutangnya ( ah tidak tidak) Temukan jawabannya dengan membaca karya pertama dari penulis abal-abal tap...
