1

135 9 0
                                        

Suasana lapangan SMA ATLANTA saat ini ramai dari biasanya. Karena siswa yang mengikuti tawuran dikumpulkan di lapangan untuk mendapatkan hukuman terutama untuk Geng Emerald. Semua siswa mengeluh kelelahan karena berjemur di lapangan saat terik matahari tepat berada diatas kepala, membuat peluh terus membanjiri seluruh badan. Ingin rasanya mereka meredamkan diri di kolam yang berisi air es.

Pasti mereka semua yang tengah menonton sudah sangat familiar melihat Sendra dkk atau Geng Emerald dihukum oleh kepala sekolah. Untuk para siswi, kejadian seperti ini pasti menjadi hal yang paling mereka nanti. Kapan lagi melihat Geng Emerald dikumpulkan menjadi satu, apalagi mereka tengah dihukum dibawah teriknya matahari dengan peluh yang terus membanjiri wajah mereka.

Cewek yang tengah melihat ke bawah di mana barisan murid kelas sepuluh sampai dua belas masih tertata rapi ditengah lapangan yang tengah melakukan push up. Kemudian ia berjalan cepat menuju kantin kala melihat seseorang yang pernah menaruh rasa di hatinya.
Setelah membeli minuman ia pergi menuju lapangan, matanya menyipit tatkala melihat seseorang yang dicarinya tengah duduk selonjor di lapangan bersama anak - anak Emerald.

"Sendra!," Seruan itu cukup keras mampu membuat beberapa pasang mata menoleh ke arahnya begitupun dengan sendra.

"Mampus." Batinya

Cowok yang dipanggil namanya itu memilih untuk menghela nafas sebentar kemudian berdiri dari duduknya dan menghampirinya.

"Kenapa?."

"Nih minum, kenapa sih kamu, hobi banget bikin rusuh di sekolah, Sen?!."

"Takdir!."

"Aiiish!."

"Kenapa starla sayang, Ndumel aja."

"Apaan sih Sen, nggak lucu tau nggak!,
pergi sana!."

"Lah bukannya kamu yang nyamperin saya? Sana kamu aja yang pergi."

Mendengar ucapan Sendra, seketika Starla mendengus kesal. Ia berniat memutar tubuhnya untuk pergi, tetapi dengan gesit Sendra menahan lengannya.

"Jangan pergi, saya bercanda."

"Aku itu khawatir sama kamu, kenapa nggak peka banget sih!." Ucap Starla sambil mendengus pelan hingga membuat sendra tertawa kecil.

"Sorry starla, saya bercanda, baperan kamu." Ucap sendra cengengesan sambil mengacak rambut Starla gemas.

"Sendra ih jadi berantakan kan rambut aku!"

"Iya udah saya minta maaf, udah bikin kamu khawatir sama saya."

Setelah mengucapkan kalimat itu Starla terdiam karena ucapan Sendra, Ia kemudian mengibaskan tangannya di depan muka Starla.

"Hei saya dimaafin enggak nih?."

"Ehh apaan sih?."

"Di maafin enggak nih?."

"Hmmmm."

"Kok hmm sih, ini saya dimaafin enggak?."

"Iyaiyadimaafin."

"Kamu mau ngrap? Coba ulangi!."

"IYA IYA DI MAAFIN, PUAS!!."

"Gemes banget sih mantan saya, jadi pengen bawa pulang."

"Ngaco, kamu itu nyebelin banget sih." Ucapnya sambil menyubit perut sendra.

"Peace BUKETOS." Ucapnya dengan lari terbirit- birit.

"SENDRA!!!."

—————————————————————

#JANGAN LUPA COMENT SAMA VOTE YAA:))
Maaf kalo TYPO

SENDRAWhere stories live. Discover now