Aku berpikir bahwa selain wajah nya yang manis dan sikap nya yang menyenangkan ada banyak hal indah ada pada dirinya,
Abi bukan pria yang harus nampak mewah agar terlihat keren oleh orang lain atau bahkan seluruh dunia, Abi juga rasanya seperti tida...
Nama belakang ku diambil dari nama ibu dan ayah ku Tini dan Arya Aku berasal dari keluarga yang biasa biasa saja "SEDERHANA" bisa dibilang Ibu dan ayah menikah pada tahun 2000 dan ibu diboyong oleh keluarga ayah ke Bandung. Namun pernikahan mereka tidak bertahan lama,tuhan memisahkan mereka pada tahun 2013,waktu itu aku duduk di bangku sekolah dasar kelas 4,aku masih belum mengerti perihal perceraian. Ibu lalu dibawa oleh Nene untuk tinggal bersamanya di Sumedang.
Omong omong aku akan menjelaskan dulu posisi ku Sekarang, Aku menulis cerita ini didepan rumah ku,malam hari pukul 19:16. Hujan dan lagu dari Bandaneira sampai jadi debu yang menemaniku menulis cerita ini.
Aku bersekolah di sekolah yang ada di Sumedang yaitu SMK 15 ,sekolah yang paling menyimpan banyak cerita tentang dia.
Dia, ABI SHAANI dan inilah kisah ku dimulai.
~~
Siang itu, disekolah tahun 2017 pukul 10:00 Saat semua siswa sedang beristirahat diluar sekolah,namun ada juga yang di dalam sekolah, Aku dan kawan ku bela,Siva dan Amanda juga sedang mengantri memesan susu murni. Siva yang memesan kan,bela dan Amanda duduk di pinggir batas suci masjid sedangkan aku berdiri di pinggir gerobak susu murni. Mataku hanya berfokus pada amang amang yang sedang sibuk melayani pembelinya. Dari arah depan, terdengar suara yang berisik sekumpulan laki laki yang berlari ke arah ku. Saat aku mau menyisi,mataku tertuju pada salah satu laki laki yang ada dalam segerombolan itu seperti mengatakan ,
"AWASS"
Entah apa yang yang merasuki waktu itu namun mataku malah tertuju padanya dan membiarkan tubuh ku tersenggol oleh segerombolan anak anak yang berlarian tidak jelas itu Kecuali dia, dia tidak menyenggol ku dan sempat memperlambat lari nya serta menatap mataku tanpa ekspresi.
"Hayuu" kata Siva mengagetkan lamunan ku yang menatap laki laki itu hingga hilang entah pergi kemana
"Ehh,iya hayu" kataku.
~~ Dikelas,tidak ada guru yang masuk (free class) sehingga membuat kami sedikit bosan karena tidak ada yang bisa dilakukan.
Teman teman yang lain pun banyak yang bolak balik ke kantin dan ada juga yang hanya memainkan handphone di kelas,mereka sibuk dengan dirinya masing masing.
Terdengar suara teriakan dari luar kelas ku,
"PUNTENNNNNNN" katanya
Semua mata tertuju pada teriakan itu termasuk mataku. Ternyata dia yang sewaktu istirahat itu,namun kulihat dia tidak membawa segerombolan nya yang tadi,hanya berdua bersama laki laki yang botak.
"ADA SI REHAN TEU EUY" teriak nya dengan logat Sunda nya yang aneh menurut ku
"Yehh berisik atuh bi,ga usah teriak kedengeran atuh ku saya Oge" ucap Dani teman kelas ku yang dari tadi memegang telinga didepan laki laki itu.
"Punten atuh nya" "Tuh kan keluar kalau teriak mah"
Ucapnya sambil senyum yang menurut ku manis sekali
Dani terlihat menggeleng geleng kepala.
Aku melihat mereka (laki laki itu,teman nya yang botak dan rehan) seperti sedang berdiskusi serius
Entah mengapa namun aku sangat ingin tahu dan pura pura saja aku keluar membuang bungkus susu murni yang habis kuminum.
Saat aku keluar melangkah keluar kelas.
"Ehh !!!ayuu" katanya melihat ku sambil menunjuk ku
Aku kaget seketika,
"Sombong banget ga nanya euy" kata nya
Aku hanya diam dan bingung waktu itu,teman nya yang botak juga sedikit memukul nya
"BI,ulah ngerakeun atuh ih" katanya
"Dia lulu,bukan ayu"ucap rehan
"Ohhh,lulu"ucap nya sambil senyum (senyum nya sangat maniss sekali)
"Kenalin,Abi " katanya sambil mengulurkan tangan
"nanti kamu umi nya" katanya lagi
Aku berpikir waktu itu kalau si Abi ini mungkin ia playboy yang hanya mempermainkan hati perempuan soalnya belum apa apa sudah umi umi an,untung nya aku bukan perempuan yang mudah baper.
"Lulu" kataku (aku tidak mengulurkan tangan waktu itu,setelahnya aku langsung saja pergi kembali ke kelas) bukan aku sombong atau bagaimana,namun perempuan harus mahal sedikit kan ya? Semoga kamu mengerti,kalau tidak yasudah itu hak mu.