Prolog.

15 2 0
                                        

Sekelas pada heboh, riuh, saling berperang melempar kertas di saat guru tengah sibuk rapat membicarakan sesuatu yang sangat rahasia. Entahlah. Yang jelas, semua orang jadi riang gembira.

"Lia.." panggil Pupy, sedikit menyenggol lengan Anatalia.

"Hmm.. What!" tanya Anatalia, usai menengok menatap Pupy.

"Sok inggris lo!" protes Pupy. Anatalia tertawa kecil.

"Syuiit.. Lia, bukannya lo naksir kan sama Dipa?" kata Pupy kemudian, sembari mendekatkan diri kepada Anatalia dan berbisik pelan. Takut orang lain mendengarnya. Lalu Anatalia mengangguk mantap.

"Tapi kok, lo gak bereaksi sih buat dapetin dia?" Anatalia mengernyit heran.

"Harus yah?" tanyanya kemudian.

"Yaallah gusti...!! Ya haruslah, lo mau kan dapetin Dipa? Gue dengar, Si Ling-Ling lagi dekat dengan Dipa" kata Pupy, lalu mendongak ke belakang. Dimana Dipa tengah mengobrol ringan bersama Ling-Ling. Lalu, Anatalua menyusul.

"Oh yah? Emang gue harus gimana buat dapetin Dipa?" tanya Anatalia cemas. Lalu Pupy berfikir sejenak.

"Gue juga gak tau, kan yang mau ello, bukan gue. Kok nanya ke gue sih!" protes Pupy. Anatalia mendengus.

"Yah, soalnya lo paling sewot tentang perasaan gue sih.."

"Tau ah.. Yang jelas, gue cuman mau memperingati. Mending lo cepat bergerak, sebelum Ling-Ling dan Dipa beneran pacaran" usul Pupy, membuat Anatalia berfikir sejenak.

"Harus yah?" Pupy menghela berat.

"Yah, harus lah Mahesa Anatalia!" kata Pupy geram, lalu mulai mendorong Anatalia untuk segera beraksi.

Mau tak mau Anatalia berdiri, lalu berjalan menghampiri Dipa.

"Haii...!!" sapa Anatalia. Ling-Ling dan Dipa mendongak, menghentikan obrolan mereka sejenak untuk membalas sapaan Anatalia.

"Hai, Lia..." sahut Ling-Ling. Sementara Dipa menyambutnya dengan senyum simpul.

Usai menyapa, Anatalia balik lagi ke samping Pupy. Lalu bergerak-gerak, seakan tengah pemanasan sebelum berolahraga.

"Lo ngapain?" tanya Pupy keheranan.

"Tadikan di sura cepat bergerak. Nih gue udah gerak, masih aja lo pake nanya" jawab Anatalia, sembari menghentikan aktifitas konyolnya.

"Bukan itu maksud gue, Anatalia...!!!"

°°°

Ketua Kelas.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang