Erdan & Nara
***
musim hujan akan segera datang, terlihat langit cerah itu mulai pudar bukan karena akan datangnya malam, namun karena awannya yang mulai menghitam.
Jam 5 sore, aku masih duduk di bangku kelas, sambil melihat sekelompok orang yang sedang bermain game.
Ini waktu istirahat. Jadi tak masalah, jika mereka saling meneriaki satu sama lain karena kalah dalam permainan di layar perseginya.
Aku?
Hanya diam saja. Aku hanya sebagai penonton. Tertawa sesekali saja sudah cukup.
Aku sedang malas bermain game. Sedang malas menatap layar persegiku yang sangat sepi itu.
Hujan belum turun, padahal angin sudah mulai kencang, terlihat pepohonan di pinggir lapang mulai meliuk-liuk kekiri dan kanan.
Hari ini ada tugas tambahan. Itulah alasan kenapa aku masih berada di sekolah di jam segini.
Tugas yang cukup melelahkan. Tugas ini mengharuskan semua siswa siswi sekolah ini ikut serta tanpa terkecuali. Ini adalah perayaan ulang tahun sekolah yang ke-9.
Namaku Syerdan Febri malik. Panggil saja aku Erdan. Aku bukan siapa-siapa, hanya seorang cowo biasa.
Tidak punya penggemar, bukan cowo ganteng, bukan orang terkenal, bukan ketua OSIS, bukan juga anak bandel. Aku tidak ada dalam pilihan itu. Aku hanya seorang siswa biasa-biasa saja.
Aku tidak di berikan peran itu oleh Author. Jika bisa memilih. Aku ingin jadi cowok cool dan ganteng yang di kejar-kejar banyak wanita.
Gak seperti sekarang.
Masih gak punya apa-apa untuk membuat mereka jatuh hati.
** Author POV
"Nara! Nara! Heyy disini!" teriak seorang wanita berjaket jeans itu, sambil melambai-lambaikan tangannya pada wanita di sebrang kelas.
Wanita di sebrang itu tersenyum dengan ramah. Rambutnya hitam berkilau dengan ujung yang bergelombang. Poni tipisnya menutupi dahi, seperti model rambut ala-ala wanita korea.
Cantik!
Kulitnya yang putih itu terlihat kedinginan. Dia memegangi lengan kiri dan kanannya sambil sesekali menggosok-gosokkan tangannya.
Hujan!
Hujan baru saja turun, saat hari sudah mulai gelap karena pergantian waktu, dan sekarang hujannya begitu deras.
Semua orang berbaris di teras kelas. Menunggu hujan reda.
"Elsa, kamu lagi ngapain?" Erdan menghampiri Elsa yang akan menerobos hujan.
"Aku harus ngasih jaket ini ke Nara. Tuh liat, cewek yang kedinginan di sebrang sana" tunjuk Elsa lalu melambaikan tangannya.
Erdan menjitak kepala Elsa, "Bisa, kan. Kalau gak usah ujan-ujanan. Itu lewat sana aja" tunjuk Erdan ke kerumunan orang.
"Adikku yang tersayang, ribet kalau harus desek-desekan. Tolong yah. Anterin ini ke Nara. Kasian dia kedinginan, kemarin dia minjemin jaket ke aku karna aku lagi demam" Elsa memohon.
Kenalin. Elsa Defira malik, kakaknya Erdan. Mereka beda satu tahun. Tapi di tempatkan satu kelas.
Karena saat SMP Elsa tidak naik kelas. Sehingga mereka bisa di kelas yang sama sekarang.
Erdan diam saja, dia hanya sesekali mencuri pandang pada wanita yang berjarak 15 meter darinya itu.
"Cantik" gumam Erdan.
Erdan memasukkan tangannya kedalam jaket Elsa, lalu menyuruhnya untuk menggosok-gosokkan tangannya yang mulai dingin.
Manja!
Begitulah Erdan. Jika orang lain melihat mereka sekilas, akan tampak seperti orang yang pacaran.
Hujan mulai reda, tangan Erdan masih saja sibuk di hangatkan oleh kakaknya.
Tak lama kemudian, orang-orang mulai bubar dan pulang. Lalu Erdan di tuntun ke sebrang kelas. Dan Tangannya masih di gandeng oleh Elsa.
"Nara. Maafin gue yah. Lo jadi kedinginan dari tadi" ucap Elsa menyesal.
"Gak apa-apa kok. Makasih ya" balas Nara yang tersenyum. Dan sesekali melirik tangan Erdan dan Elsa yang bertautan.
Melihat ekspresi Nara, Elsa menjelaskan, karena sepertinya Nara Penasaran?
"Aahh... Kenalin, ini adik gue. Syerdan Febri Malik. Panggil aja Erdan. Dia emang manja dan pemalu" Elsa memperkenalkan adiknya dengan tidak hormat.
Nara hanya terkekeh mendengar Elsa berbicara.
Sedangkan Erdan hanya diam, dia terlalu gugup untuk menatap wanita secantik Nara.
