Alisa pov
'Ala akhwatina.. Alisa, Fitri,Zida,Nasyifa,Nafisya,Arda,, 'alaikunna annajtami'a amamal diiwaanil ustadzah..haalan!
Pengumuman itu terdengar di sound bagian informasi pondok..waktu sudah pukul sebelas malam..dan aku mendapat panggilan untuk berkumpul?!
Mataku saja sudah sangat berat untuk di buka...aku yang baru saja membaringkan tubuh di atas permadani bersama beberapa temankupun bangun walau terpaksa.
Sabarr sabar..ini ujian!
Aku berganti baju formal dengan malas..lalu mengoprak - oprak teman temanku yang mendapat absen tadi.
"Lah.. Zida sama Arda mana??" Tanyaku menyadari mereka tak ada
"Lagi piket ustad Wahab!" Jawab Fitri.
"Aduh...." aku bergumam.. bagaimanapun jumlahnya harus komplit.. terlebih ini langsung menghadap ustadzah..
"Ya udah lah sa...kita duluan aja gimana?" Usul Fitri lagi
"Ya deh.."
Setelah berkumpul ustadzah Dian keluar dari diwan.. melihat kakinya saja membuat jantungku ingin loncat keluar! Suasana hening seketika..tidak ada yang berani bergerak..terlebih yang lainnya.
"Kamil?" Tanya ustadzah dengan suara khas nya.
"Afwan ustadzah.. Zida sama Arda piket ustadzah.." jawabku tanpa mendongak.
Bagaimana pun aku aalah penanggung jawabnya karena namaku di sebut paling awal.
"Heumm.. baik.. kalau begitu..kalian ikut saya ke baet!"
Astaghfirulloh!!!! Akhh!!!!!! Gaswad!.
Tanganku saling rangkul sedangkan ,sedangkan tangan Fitro kini memegangi ujung bajuku kuat.
Ku lihat Si kembar Nasifa dan Nafisya pun saling berpegangan erat.
"Kalian tahu kalau kalian salah??" Tanya ummi lembut.yang kedengarannya malah tajam menusuk hati.
Kami hanya mengangguk pasrah..
"Kalian tahu kan kakau tidak ikut ta'alum maroqil itu termasuk pelanggaran?"
Lanjutnya.
Kami mengangguk lagi.
Setelah mendapat pencerahan dengan beberapa dalil shohih,ummipun berhenti..dan hukuman akhirnya di tentukan..kita di perintahkan untuk menguras seluruk kamar mandi santriwati.
Hadeuh... it is a beauty rulls!,kami menangis..menyadari kesalahan yang kami perbuat.
"Nafisya,Nasyifa,Fitri kalian boleh ke hujroh sekarang, dan Alisa..tetap di sini." Ucap ummi..
Ketiga temanku kemudian menyalimi tangan ummi ta'dzim dan melenggang pergi.
"Ummi..." panggilku..
"Urusanmu dengan Bannan.." jawab ummi lembut kemudian pergi..
Tak lama kemudian,orang yang ummi sebutkan namanya datang..ia duduk di kursi yang ummi duduki tadi.
"Alisa mendekatlah.." ucapnya lembut,aku mendekat.. ia menatapku lembut..jujur tatapannya ini yang selalu membuatku luluh.
"Kamu kenapa heum??" Tanyanya lembut.
"Maaf mas.. tapi aku gak sengaja..aku ketiduran dan temen asrama ku juga.. gak ada yang bangunin kita sampe ta'alumnya udah.."
Terangku..
"Sini.. deketan lagi..." ucapnya lagi..aku menurut.
Ia menangkup kedua pipiku dengan tangan putihnya..mengusap air mataku yang perlahan meleleh itu,ia menatapku hangat..akh...tatapan itu lagi..yang selalu membuatku luluh berat!
YOU ARE READING
Between Us
RomanceTernyata menyimpan rahasia bukanlah hal buruk. Aku hanyalah seorang wanita biasa,di jadikan sempurna oleh-Nya dengan cintanya yang luar biasa.
