Setiap kejadian itu adalah takdir
Sebuah takdir masa depan yang terkadang tercipta dari sebuah peristiwa kecil yang mungkin tidak pernah diharapkan
-phapina-
...
"
Ayo nak cepatlah! Apa masih kuat?", ucap seorang wanita yang terlihat masih berumur 30 an kepada gadis kecilnya.
"Fafa capek ma.. Hoshhosh..", ucap gadis kecil itu.
Dengan sigap sang ibu menggendong anaknya sambil berlari kencang.
"Hei.. Menyerahlah nay kalau kau ingin anakmu hidup", seorang preman dengan perawakan seram menghadang nayla, ibu gadis kecil malang.
"Kumohon.. Sudah cukup kalian menyakitiku.. Jangan anakku.. Atau kalian akan..", ucap nayla ketakutan.
"Akan.. Cuih.. Berani ya sekarang.. Tenang saja suamimu itu bukan malaikat.. Justru dia bos kita.. Ya gak", seru preman itu kepada kawan2 nya.
"Nggak.. Nggak mungkin.. Mas Leon", nayla mulai bergumam dan melamun.
"Mamaaaa!!", jerit phapina gadis kecil dengan panggilan fafa itu ditarik paksa oleh pentungan preman itu.
"Fafa..! Jangaaan.. Aku mohon lepasin anakku.. Kalian bebas lukain aku asal jangan anakku", nayla sudah hilang harapan, dia mulai berlutut dan menangis
"Good girl.. "
Dor
Peluru salah satu dari mereka berhasil menembus perut nayla.
"Memang ini tujuan kami.. Kematianmu.. Ssh.. Nayla yang malang.. Gadis bodoh"
Tanpa mereka sadari, gadis yang masih berumur 9 tahun itu merampas pistol bos mereka dan menembaki kaki semua preman tanpa ampun. Gadis kecil yang bahkan tadi merengek.. Berani menembak dan yang perlu dipertanyakan dia tahu cara menggunakan pistol dan membidik tepat sasaran.
Seluruh preman berlari tanpa arah dalam kondisi pincang
"Cepat bawa mama ke rumah sakit.. Sekarang!", perintah phapina dengan mata nyalang sambil menodongkan pistol di kepala bos preman itu.
"Dasar setan kecil.. Cuih.. Bawa sendiri sana!", preman ini masih saja meremehkan phapina. Benar phapina pandai bermain pistol bukan berarti dia psikopat, apalagi di umurnya yang masih 9 tahun.
Dor
Phapina kaget bukan main.. Bukan dia yang menembak preman itu, tpi seorang wanita yang seumuran dengan ibunya.
"Anak pintar.. Sini ayo selamatkan ibumu", ujar wanita itu sambil menggandeng phapina dan memapah ibunya menuju mobil.
"Tunggu baby girl.. Ini tidak gratis.. Kamu harus bayar sayang.."
Tentu phapina hanya gadis lugu berumur 9 tahun
"Tolong tante.. Apa saja asal mama selamat.."
"Good girl"
Segitu dulu ya readers maaf jika kurang menarik atau typo karena ini novel pertama saya. See you next episode..
YOU ARE READING
Memandangmu
Teen FictionTerasa hampa bila sekali saja tak melihatmu walau memandang dari jauh itu sudah cukup bagiku Memang apa yang kuharapkan? Kumohon hentikan! kenapa rasa ini terus bergejolak ~phapina
