We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Prolog

4K 297 183
                                        

"Kebakaran kebakaran!!" Teriak cowok itu.

Cewek yang sedang asik dengan alam mimpinya terbangun karna terkejut.

"Aaa! Tolong kebakaran!" teriaknya lalu berlari keluar kamar dengan terbirit-birit.

Baru saja ia sampai di tangga, cewek itu mendengar tawa terbahak-bahak dari kamarnya. Dan itu tawa dari sahabatnya Langit, ini pasti ulahnya, lagi pula tidak ada asap atau bau kebaran di sini

Dengan langkah kesal ia kembali ke kamarnya dengan perasaan marah. Lalu melemparkan bantal ke arah di cowok itu.

Bukk

Bantal itu tepat mendarat di wajah tampannya.

"Aduw!" Langit kembali melemparkan bantal itu ke arah Raina namum meleset

"Rasain lo!" Dengus Raina marah.

"Lagian lo kebo banget si, gue udah bangunin dengan cara halus ga mempan. Yaudah pake cara extream hahaha!" Langit kembali tertawa, kini ia duduk di kursi belajar milik Raina.

"Tau ah sebel!" Raina kembali menidurkan tubuhnya di kasur empuk dengan sprai peach

"Mandi lo, bau! Udah siang nanti telat!" Langit menjepit hidungnya seolah, Raina benar-benar bau

"Ih ganggu orang lagi mimpiin Manu Rios juga huh!" Dengan kesal, Raina bergegas menuju kamar mandinya, tak lupa menyambar handuk di kaitan dekat kamar mandinya.

Langit hanya tertawa melihat kelakuan sahabatnya ini.

Langit dan Raina adalah sahabat sejak kecil, rumah mereka juga bertetangga. Jadi tidak heran kalau mereka itu sangat dekat.

Mereka bersekolah di sekolah yang sama, yaitu SMA Citra Bangsa, mereka juga sekelas dan sebangku pula. Bisa di bayangkan betapa dekatnya mereka, iya bukan?

Langit, dengan postur tubuh tinggi dan tubuh atletis, alis tebal, bibir merah muda dan rambut hitam legam. Membuat ia mejadi primadona sekolahnya. Banyak yang mengidolakan seorang Langit Erlangga Cipta Negara. Di tambah otaknya yang di bilang pintar, ia selalu mendapat rangking dua besar di pararel IPS

Raina, dengan tubuh pendek dan kecil, rambut panjang sepinggang, hidung mancung namum kecil, dengan bibir peachnya yang tipis, dan bulu matanya yang lentik. Raina juga termasuk cewek yang di gemari di sekolahnya. Namun karna ia dengan Langit sangat dekat, membuat para cowok di sana mengira mereka adalah sepasang kekasih, nyatanya mereka hanya sekedar sahabat.

Raina ini memiliki kemampuan yang biasa saja, kalah jika di bandingkan Langit. Tidak jarang Langit selalu mengajarkannya berbagai pelajaran yang Raina kurang fahami.

Akhirnya setelah sepuluh menit, Raina keluar dari kamar mandinya dan sudah lengkap dengan seragam sekolahnya.

Ternyata sosok Langit, sudah tidak ada di kamarnya, mungkin cowok gila itu sedang berada di ruang bawah dengan Mamanya

Raina memoles sedikit bedak bayi dan juga liptint pada bibirnya. Lalu mengambil tas ransel merahnya lalu menuruni tangga, menuju ruangan dimana Langit berada

Ternyata eh ternyata, si Langit sedang asik memakan roti dengan Mamanya.

Raina juga ikut nimbrung di sana. Dia atas mejanya sudah di sediakan roti dengan olesan nutella di atasnya.

Tanpa ba bi bu Raina langsung menyantap sarapannya itu.

"Lang, Ibu kamu ada di rumah kan?" Tanya Asti- Mama Raina

"Ada Mah, kenapa emang?" Jawab Langit dengan mulut penuh roti. Langit sudah terbiasa memanggil Asti dengan sebutan Mama, sama seperti Raina, ia memanggil Indah - Ibu Langit dengan sebutan Ibu.

SAHABAT TAPI CINTAStories to obsess over. Discover now