Ditengah gelap nya malam, Seorang gadis sedang asik berjoget dengan perasaan yang sangat kacau.
"gue mau nambah lagi" kiana berceloteh dengan suara yang sangat parau. "lo udeh mabok, ntr kalo lo mati gimana?" dengan suara yang keras di tengah dentuman musik Rani menjawab pertanyaan kiana, dan dengan perasaan yang sangat gelisah Rani mencoba untuk mengajak kiana pulang, alih-alih kiana malah membentak rani "Yaudah lo aja sono pulang bitch!! gue mau mau disini, iya kan sayang" Kiana dengan mencium leher lalu naik ke bibir pria yang sedang asik memeluk kiana sambil berjoget.
1...2...3...Buggg, Kiana jatuh tak sadarkan diri. Rani segera membawa kiana pulang, dan meninggalkan lelaki yang bersama kiana di club.
Seorang anak kecil berumur 4tahun sedang menangis tersedu sedu disamping tubuh kiana. "kikia cantik bangun, kikia cantik bangun", defano terus menerus memanggil nama kiana sambil menangis. Kiana pun terbangun dan sangat kaget melihat malaikat tampan nya itu menangis, kiana langsung memeluk defano dan menenangkan nya. Ditengah tangisan nya pertanyaan yang bertubi tubi di berikan defano , tak dihiraukan kiana. "udah jangan nangis , kikia gpp, cumaa cape aja karna banyak tugas sekolah" kiana terus menenangkan defano. "abisnya kikia ga bangun bangun dari pagi sampai malam gini" defano sudah agak tenang sekarang,
"iya maafin kikia ya, yaudah sebagai
Permintaan maf kikia , kikia
ajak defa ke timezone ya"
"horeee,,, ajak anti ran juga ya?" , "iyaa , yaudah mandi yu"
"come"
Disetiap lelah nya kiana Rajendra, defano arya rajendra lah yang menjadi hal paling berharga dihidupnya. Disaat semua orang menjauhinya, karena kejadian tragis di masa lalu membuat kiana pergi sejauh mungkin untuk bisa melupakan masalalunya, di umur 17tahun hidup dengan kerja keras di ibukota dan mengganti kan peran sebagai ayah dan ibu untuk adik nya.
Dengan paras yang cantik, rambut cokelat yang terurai , kulit yang putih membuat kiana terlihat seperti wanita pada umunya tak heran jika tidak ada yang mengetahui bagaimana kiana sesungguhnya, wanita yang mempunyai seribu kemalangan dan kiana menutupinya dengan Berusaha menjadi gadis yang kuat dan ceria.
*=*=*=*
"defanooo,,,,,,, anti ran bawa sesuatu ni" suara cempreng rani membuat kiana kaget yang sedang memakai kan baju fano , kaiana tak segan segan melemparkan sepatu yang ada di samping nya.
"aduu kiiaaaaa pala guee sakitt tau ga sii,,,"
"sapa suruh lo berisik banget, gaji lo ntr gue potong mau?"
" jangan dong" rani dengan cengengesannya yang membuat orang pingsan jika melihatnya, karena rani gadis yang sangat manis dengan kulit nya yang kecokelatan.
"yaudah ayo berangkat defano udh rapi ante ran" defano yang sangat cute dengan stylean kekinian nya.
Kiana pun menyuruh defano untuk masuk kedalam mobil.
"yauda fano masuk mobil gih nnti kikia sama anti ran nyusul"
"oke kikia"
"ki lo mao sampe kapan kaya gini?" ran yang menunggu jawaban dari kiana yang sedang memakai sepatu ketsnya.
"kaya gini apan maksud lo?"
"ya kaya gini, lo tau kan dikit lagi kita lulus, masa lo mau gini terus , kan kalo lo lulus lo bisa kerja dan ga jadi wanita malam kaya sekarang yang cuma jadi bulanan om om yang saiko, gue kasian sama lo, cuma lo yang gue punya" ran yang berusaha menahan tangisnya , "gue ga bisa ngeliat lo kaya malem, gue tau lo orang kaya gimana, gue tau ki"
Kiana hanya mendiamkan celotehan ran yang sama setiap hari nya membuat kiana sudah terbiasa.dan ran malah menangis padahal kan yang menemani om om saiko semalam dia kenapa ran yang menangis. "udahlah ran gue belum tau sampe kapan ini berakhir, lo tenang aja gue gpp" kiana memeluk ran.
"yaudh ayo fano nungguin dimobil"
"yaudah ayo"
Setiba nya dimobil defano langsung kaget melihat mata ran yang merah "aduh anti ran kenapa? Ko matanya merah?" tany fano yang kebingungan.
"gpp tadi mata anti kelilipan ketombenya kikia"
"ihh kikia makanya keramas biar ga banyak ketombe nya"
Ran yang menahan tawanya melihat kiana dimarahin fano. Kiana hanya tertawa melihat fano yang marah marah hanya karna anti ran nya.
Setiba nya kiana,ran, dan fano di mall terbesar kota, defano langsung berlari ke arah time zone. Fano sangat hafal seisi mall ini karena kiana dan ran sering mengajaknya kesini.
Setelah smua permainan dijelajahi defano dia pun kelelahan dan meminta pulang ke kiana dan ran yang sedang makan eskrim di bangku taman.
"ka ran , kikia, fano cape plg yuk"
"aduk cacian pangeran anti" ran pun Menggendong fano.
"yaudh yu plg" kiana bergegas mengambil tas dan barang barang yang dibawanya.
Masih di mall menuju bassement kiana terkejut dengan sosok lelaki yang bertubuh besar dan tinggi mempunyai wajah yang sangat mirip dengan ibunya kirana larasati, sedang berjalan memasuki mobil bersama seorang wanita . Teringat kejadian itu bagaimana lelaki yang dia anggap sebagai ayah nya menjadi sosok yang menyeramkan , dengan senyum menyeringai ferren membawa tubuh kiana dengan keadaan kiana yang pucat kaku gemetar dan terdiam mengikuti pamannya karena ancaman yang di berikan ferren jika tidak menurutinya orangtua kiana akan dibunuh didepan mata kiana , lalu ferren membawa kiana kedalam kamar yang hanya ada kiana dan ferren.
Tepukan dibahu kiana membuat kiana kembali pada posisi ny sekarng "lo kenapa ki , muka lo pucet, lo sakit?"
"ehh ga gpp , yaudh ayo masuk mobil"
Ran sadar ada sesuatu yang ran belum tahu soal kiana. Dan ran tau siapa yang dia perhatikan saat di bassement tadi. Mungkin ran akan menanyakan nya disaat yang tepat atau mungkin menunggu kiana menceritakan nya.
***
Bantu aku ya guys, mudah²an bisa menghibur, dan aku bisa berfikir dan berimajinasi lebih seru lagi, vote dan dukungan kalian sangat berarti bagi aku.
YOU ARE READING
lady butterfly night
Romance17+ || Kiana Rajendra Gadis 17tahun hidup dengan kondisi yang sangat suram, mempunyai masalalu yang kelam. Kehancuran dan kemalangan yang menghantam secara bersamaan saat malam itu. Kedua orang tuanya mati di bunuh paman nya sendiri. Kiana memulai...
