PROLOG

133K 6.6K 2.5K
                                        

Haii!!! Ini tulisan aku yang pertama. Jadi tolong dimaklumi, kalau agak nggak jelas mohon maaf. Selamat membaca.

Ohh iya. Kalian tau cerita ini dari mana? Untuk part 1 sampe 3 agak nggak jelas ya penulisan nya. Karena masih baru, kalo udah part 4 ke bawah in syaa Allah udah rapi.

Kalian tau cerita ini dari :

Tik tok

Rekomendasi teman

Atau asal Nemu di wattpad?

Komen ya🌻

[JANGAN LUPA FOLLOW AKUN WATTPADKU YA, BIAR GAK KETINGGALAN KALAU ADA UPDATEAN TERBARU. JANGAN LUPA VOTE AND KOMEN JUGA. DAN PASTIKAN KLIK BINTANG POJOK KIRI BAWAH DALAM KEADAAN ONLINE YA. BIAR VOTENYA MASUK. 1 VOTE KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK CERITA INI❤]

[SHARE JUGA CERITA INI KE TEMEN-TEMEN KALIAN YA. BIAR KITA BAPER BARENG-BARENG. GREGET BARENG-BARENG. HAPPY READING❤]

[3K VOTE + 2K KOMENTAR UNTUK NEXT PART]
________________________________________________

Seorang gadis menepuk pundak temannya yang tengah sedih memberikan kekuatan agar temannya bersabar.

"Udah, ya, Mey. Lo yang sabar. Lo nggak sendirian kok.  Kan ada kita berdua. Jangan nangis mulu, ihh nanti gue ikutan nangis gimana," ucap Sena kepada temannya yang tengah menunduk murung sedari tadi.

Asena Mikalya. Gadis tomboy yang hidup di keluarga sederhana tidaklah kaya dan tidaklah miskin. Sikap acuh dan tomboy yang ia miliki membuat banyak cowok penasaran bagaimana mendapatkan hati si gadis tomboy. Sena adalah sahabat sejak SMP dari gadis yang tengah murung.

"Iya, Mey jangan sedih kitakan ada buat lo, jangan berfikir lo sendirian kita akan selalu disamping lo," ucap Dinda yang duduk tepat di sebelah kiri gadis yang tengah menunduk murung.

Dinda Kirana Goetama. Gadis manja yang merupakan putri dari seorang pengusaha terkenal bernama Geotama. Harta yang tidak akan habis sampai tujuh turunan tidak membuatnya boros hanya saja otak gadis itu yang paspas an membuat dirinya seringkali ditipu oleh teman temannya. Dinda merupakan sahabat Meyra sejak kelas 10 meskipun terbilang baru sebagai teman, Dinda sangatlah mengerti dengan temannya.

Ya, Meyra! Meyra Putri Athaya. Gadis cantik, pipi gembil, bulu mata lentik, dan berambut hitam sebahu itu kini tengah duduk di sebuah caffe bersama kedua sahabatnya. Dia merasa sedih setelah mendengar penjelasan dari mamanya tentang papa kandungnya.

Flas back on!

"Ma tolong jelasin ke Meyra dimana papa sekarang. Meyra pingin ketemu papa, Meyra kangen papa," mohon Meyra kepada Mamanya yang duduk di atas lantai, kedua tangan Meyra menyatu meminta penjelasan mengenai seorang papa kandungnya yang sejak kecil belum pernah ia temui.

"Mama jangan egois jelasin ke Meyra papa sekarang dimana? Sejak kecil Meyra ingin tau tentang papa tapi mama selalu bilang papa nggak ada. Apa papa udah meninggal ma? Kalo gitu ayo anterin Meyra ke makam papa, Meyra kangen papa ma." Air matanya tak bisa di bendung lagi. Meyra menangis disebelah Diana mamanya.

Tangan Diana terulur menghapus air mata anak semata wayangnya. Diana merasa sesak mengingat suaminya yang sama sekali tidak memikirkan dirinya dan putrinya.

"Mama minta maaf bukannya Mama egois tapi ini demi kebaikanmu, Sayang. Mama tidak ingin mengingat masalah itu lagi sudah cukup rasa sakit yang sudah papamu berikan kepada mama dulu," jawab Diana sambil terisak dan memeluk Meyra.

"Jika kamu memaksa, Mama akan cerita tapi tolong kamu jangan sekali kali berfikir untuk mencari tau keberadaan papamu sekarang." Jeda Diana melepaskan pelukannya dengan isakan yg belum reda.

"Waktu itu Mama sangat senang karena mama tengah mengandungmu Mama ingin memberikan kejutan mengenai kabar kehamilan Mama kepada Papamu. Ketika mama sudah pulang dari dokter kandungan, Mama terkejut ketika mengetahui Papamu sedang bermesrahan dengan wanita lain dirumah Mama sendiri. Mama masih ingat ucapan Papamu yang mengatakan bahwa Mama hanyalah seorang wanita yang mudah dibodohi dia mengambil seluruh harta Mama. Papamu lebih memilih wanita simpanannya dari pada Mama. Mama sangat hancur Mama mengurungkan niat untuk memberi tau bahwa mama tengah hamil. Mama lebih memilih keluar dari rumah Mama sendiri dan pulang ke orang tua mama, yaitu Kakek Nenekmu. Mama meminta cerai dan Papamu menyetujui itu dengan syarat semua harta milik Mama beralih nama menjadi milik Papamu. Mama menyetujui itu semua karena menurut mama harta bukanlah segalanya."

"Setelah kejadian, itu Mama membesarkanmu sendiri tanpa seorang Ayah. Mama sangat sedih jika mengingat itu semua, makanya ketika kamu bertanya tentang Papamu, Mama selalu diam, hati Mama hancur." Tangispun kembali pecah Meyra yang mendengar penjelasan dari mamanya tak bisa menahan tangis dan memeluk mamanya.

"Maafin Meyra, Ma. Meyra udah buat Mama sedih dengan meminta penjelasan tentang Papa. Meyra janji Meyra nggak bakalan nanya papa lagi. Maafin Meyra,Ma".

Flas back off

Meyra mendongakkan kepalanya yang sedari tadi tertunduk dan menangis. Meyra menghapus air matanya dengan tangannya. Menatap kedua sahabatnya.

"Makasih yaa Lo pada selalu ada saat gue lagi butuh banget sandaran. Maaf, ya gue jadi temen cuma bisa nyusahin kalian," ucap Meyra dan memeluk kedua sahabatnya itu.

"Apa sih, enggak, Lo nggak nyusahin. Kan tugas kita harus saling menguatkan. Ya kali ada sahabat yang ngebiatin sahabatnya sendiri nangis gini? Enggak dong," ujar Dinda.

"Iya, Mey kita kan sahabat. Sahabat itu selalu bersamakan baik senang maupun susah."

Meyra melepaskan pelukannya. Meyra bersyukur bisa memiliki teman bahkan sahabat seperti Sena dan Dinda. Berkat mereka Meyra sedikit melupakan masalahnya.

***

Meyra menatap langit langit kamarnya. Hati Meyra terasa sakit jika mengingat penjelasan dari mamanya. Meyra tidak bisa membayangkan betapa hancurnya mamanya saat itu.

"Kenapa Papa lakuin ini ke Mama. Papa jahat," ucap Meyra.

Gadis berparas putih cantik berambut lurus sebahu itu tak kuasa menahan tangisnya. Air matanya pecah detik ini juga.

Mengapa ini terjadi? Mengapa Papa ninggalin Mama?

Kalimat itulah yang selalu menjadi pikiran Meyra setiap malam.

Meyra lelah dengan kehidupan ini tapi dia harus kuat demi mamanya. Mamanya bahkan lebih hancur dari pada dirinya, bayangkan saja ketika seorang istri yang tengah hamil mendapatkan suaminya berselingkuh dirumahnya sendiri. Tak bisa di jelaskan seberapa sakit mamanya dulu.

Hati Meyra terasa teriris. Marah! Sedih! kecewa! Itu yang tengah ia rasakan sekarang. Meyra tetap menatap langit-langit kamarnya dan tak lama dia terlelap tidur.

______________________________________________

SPAM NEXT DI SINI=>>

SPAM EMOT 😭 DI SINI=>>

JANGAN SPOILER YG UDAH BACAA. SARAN AKU KALIAN BACA ULANG AJA KARENA BAKAL ADA PERUBAHAN:)))

Mau ngomong apa sama Meyra?

Mau ngomong apa sama Dinda?

Mau ngomong apa sama Sena?

Mau ngomong apa sama Papanya Meyra?

Mau ngomong apa sama Diana?

Mau ngomong apa sama author?

Gimana nih? Karna baru nulis aku butuh sarannya kritik pun juga nggak papa. Votenya jangan lupa ya. Terimakasih yang sudah baca.

VALENZIOpowieści tętniące życiem. Odkryj je teraz