1

18 0 0
                                        

Suara riuh terdengar disetiap penjuru kelas di pagi ini. Tentu saja keributan dipicu oleh penguni kelas itu sendiri. Ada yang berceloteh, bermain game, bernyanyi sambil memainkan musik, dan banyak lagi. Mereka tidak peduli kalau saat ini masih jam pagi, Yang mereka butuhkan hanyalah kebersamaan bersama teman-teman yang mereka cintai, dan melepas rindu setelah lama tak jumpa ketika libur kenaikan kelas. Tapi tidak dengan salah seorang pria yang duduk di bangku dekat pintu kelas. Ia tampak tenang, dengan buku di atas meja dan ponsel di samping bukunya. Alfian Dwi Saka, nama yang tercantum di nametag seragam putihnya. Alfian atau Fian, banyak orang yang memanggil dengan sebutan pendek itu. Ia adalah siswa cerdas dalam pelajaran, kesayangan guru, pandai bermain futsal dan basket. Dalam hal fisik, dia hampir sempurna. Memiliki postur tubuh tinggi dan berkulit putih. Mempunyai alis yang tebal, bulu mata yang lentik, dan bola mata cokelat. Tentunya idaman para wanita. Namun, Alfian bukanlah laki-laki yang banyak dikenal oleh sekolah ini. Ia lebih memilih kehidupan yang tenang, dengan dikenal sedikit orang.

"Heh, baca apa lo?" ujar Ricky, menghampiri meja Alfian.

"Baca buku, lo gak liat?" jawab Alfian dengan nada datar, seperti biasanya.

"Yaudah. Setiap ngomong sama lo pasti gini-gini aja. Gue mau lanjut main sama Adit". Ricky kemudian pergi dari hadapan Alfian

"hmmm".
Begitulah Alfian, tidak suka banyak bicara.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 15, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Satu semesterWhere stories live. Discover now