Aku yang masih berumur 10 tahun

26 2 5
                                        

"Tahanan no 2456 kau punya tamu.."

tanpa mengucapkn sepatah kata pun aku mengikutinya perlahan. ahh.. sudah kuduga dia akan datang lagi, aku sungguh muak.

"kali ini mau apa lagi?" tanya ku sambil menyeret kursi dan duduk berhadapan dengan reporter itu. aku menatapnya dengan malas, aku sungguh muak dengannya.
"aku tau kau tidak senang dengan kedatangan ku, tapi kali ini aku mohon kepada mu ini..."

"SUDAH BERAPA KALI AKU BILANG JANGAN TEMUI AKU UNTUK MASALAH ITU DAN AKU.."

"kali ini demi ibumu, Deon"

belum aku menyelesaikan ucapan ku dia sudah mendahuluinya dengan mengatas namakan ibuku. dengan spontan aku berhenti bicara.
"ibuku tidak ada kaitan nya dengan ini, dia hanyalah korban"

"tidak. justru ibumu lah kunci dari semua kebenaran ini, dan karena dia sudah tidak ada lagi kini kau lah satu-satunya kunci yang bisa mengungkapkan kebenaran nya."

"kau pikir aku tidak tahu? kau sengaja memancingku dengan ibuku kan?"

"awalnya seperti itu, tapi kini aku menemukan sesuatu dan itu benar-benar dari ibumu"

ucap reporter itu sambil menunjukan sesuatu padaku, mataku langsung terbelalak saat melihat apa yang di tunjukan padaku.

"itu.. ituu.. bagaimana kau bisa memilikinya?"

"aku tidak sengaja menemukannya, dan setelah melihat isi nya aku sangat terkejut. jadi Deon kumohon bekerja samalah denganku. aku mohon.."

aku terdiam sangat lama, benda itu.. benda yang selalu dibawa ibuku  saat dia masih hidup. aku tidak menyangka reporter itu bisa menemukannya. bagaimana ini? apa yang harus aku lakukan dengan itu? sial.. aku bahkan tidak mau mengingat nya kembali. dasar reporter sialan!!!

"waktu kunjungan habis" dengan cepat petugas polisi itu segera  membawaku kembali ke sel tahanan.

"Deon Frey!! aku mohon! aku mohon untuk kali ini saja. demi ibumu!!!!"

BRAKK!! pintu ruang kunjungan tertutup rapat dan itu lah kalimat terakhir yang aku dengar darinya.

Didalam sel tahanan aku terus saja membayang kan saat dia menunjukan benda itu. benda wasiat dari ibuku. sebelum dipenjara aku mencarinya kemana-mana tapi hasil nya nihil. tapi lihat sekarang, reporter itu bilang dia menemukannya secara tidak sengaja? apa itu masuk akal? sial. sial.. SIALL!!!!!!

"apa yang harus aku lakukan ibu? tolong aku!!!" tanpa sadar aku menangis. aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang. aku tidak mau mengingatnya lagi, aku takut. tangan ku terkepal secara spontan dan tangisan ku pun semakin kencang dan tanpa sadar aku pun tertidur.

"nak? anak ku? kau darimana saja? kenapa baju mu kotor? jangan- jangan..."

"maafkan aku bu. aku janji tidak akan mengejar anjing itu lagi. kumohon kali ini maafkan aku..."

"huhhh... ya tuhan bagaimana bisa aku memarahi mu jika kau memohon seperti itu padaku? kemarilah dan berjanji kau tidak akan mengulanginya lagi."

" aku berjanji bu." ucapku bersemangat.

"anak pintar anak kesayangan ibu... cepat mandi ibu akan siapkan makan malam kesukaan mu" ucapnya ramah dan penuh perhatian.

.
.
.

"anak ku selamat.. walaupun kau bukan di posisi pertama ibu tetap bangga pada mu nak" ucap ibu sambil menciumku tertubi-tubi.

"hentikan bu.. ku malu! kenapa ibu harus menciumku? aku ini sudah besar bu!"

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 12, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Hero Or DevilWhere stories live. Discover now